Skip to main content

Pandemik 2020

Ahhhh udah lamaaaa bingit ga nulis-nulis... akhirnya mencoba menghempaskan rasa malas untuk nulis tentang ini, karena saya yakin pandemik di tahun 2020 ini akan masuk dalam catatan sejarah dunia. Bagaimana tidak, ketika kita (baca: saya) selama ini hanya bisa "melihat" pandemik dalam film, di cerita-cerita orang jaman dulu, ternyata sekarang kejadian, subhanallah.....

Entah udah berapa hari kami melakukan social distancing. Aa kerja dari rumah, pengajian-pengajian ibu-ibu dan bapak-bapak pun dilakukan secara online, anak-anak sekolah juga online dan itu tak hanya terjadi di Khobar aja, tak hanya di Saudi aja, tapi di seluruh dunia.... Mana ada kita membayangkan akan terjadi hal seperti ini ditengah kecanggihan teknologi, dan kemajuan peradaban dunia kedokteran di era modern ini.

Tapi ketika Allah berkehendak, "hanya" dengan menurunkan satu jenis virus baru yang belum pernah ada manusia yang mengenalnya, maka jelas-jelas terlihat kuasa Allah dan begitu tak berdayanya manusia. 

Di Saudi sendiri, eskalasi situasi berjalan cepat. Dari mulai meliburkan anak-anak sekolah, dilanju dengan menghimbau orang yang punya resiko lebih tinggi (seperti punya penyakit berat, yang di rumahnya ada yang beresiko) untuk bekerja dari rumah alias WFH (Work From Home). Dan ada satu kota yang udah mulai lockdown di awal-awal karena banyaknya confirmed case, setelah itu kota-kota lain juga menyusul.

Tak lama kemudian itu diberlakukanlah jam malam dari mulai jam 7 malam sampai jam 6 pagi. Mal dan toko-toko selain toko makanan dan farmasi tutup semua. Tak lama kemudian berlakulah jam malam 24jam, dalam artian penghuni rumah tidak boleh keluar rumah selama 24 jam kecuali untuk beli groseris, kerja atau ke rumah sakit.

Setiap hari selalu dapat SMS cinta dari kementrian kesehatan, bahkan ada yang berbahasa Indonesia lohhh.... Penduduk tau tentang pengumuman pemerintah dari sosial media, dan kalo di Saudi sejauh pengamatan saya penduduknya mau di atur, klo melanggar ada sanksi bayar denda dan itu gak main-main alias pasti dilaksanakan kalo kita melanggar.

Semenjak di rumah aja, banyak waktu luang yang kadang bikin terlena, jadinya abis cuma buat mantengin medsos, liat berita, liat meme, liat video dan gambar-gambar lucu yang lagi viral hahahaha.... Butuh effort ekstra buat mencanangkan sesuatu atau mentargetkan sesuatu karena sebenarnya di saat-saat inilah momen yang tepat untuk kita bisa menghasilkan sesuatu, karena banyaknya waktu luang. 

Kalo ibu-ibu sih pastinya jadi lebih rajin masak mashaAllah.... Itu juga udah merupakan pencapaian, yang tadinya masak cuma sekali dua kali sekarang bisa tiga kali makan dimasakin sama ibu rumah tangga hahahaha.... Belum lagi cemilan-cemilan, karena ko bawaannya pengen ngunyah mulu yah kalo di rumah terus... (eh itu mah eke doang apah :D)

Baique lahhh mudahan setelah ini jadi tambah rajin nulis, mengabadikan momen di sejarah dunia dan manusia, biarpun cuma tulisan hore-hore tapi semoga ada yang bisa diambil manfaatnya, setidaknya informasinya lah yaa hihihi....



#dirumahaja
#stayhome
#pandemic2020



Comments

Popular posts from this blog

Pengeluaran Akhir Ramadhan…

Waktu Aa masi kerja di jakarta, paling seneng pas bulan puasa soalnya tengah bulan turun THR… hehehe… Kalo skarang karena base-nya international dan tak ada peraturan tentang THR, maka yaaa ga dapet THR :D Tapi ada tak ada THR, semangat sedekah harus jalan terusss… Apalagi di momen ramadhan yang berkah ini, insyaAllah Allah akan melipatgandakan berkahnya atas kebaikan yang kita lakukan. Saya udah bikin daftar pengeluaran THR… cara pandang terhadap pengeluaran sangat terasa signifikan terhadap perasaan. Kalo kita cuma liat daftar itu hanya sebagai pengeluaran biaya rasanya gimana gitu, beda dengan bila kita liat daftar tersebut sebagai pemasukan amal melalui sedekah dan berbagi. Ditambah lagi dengan kemuliaan bulan ramadhan menjadikan kita berharap bahwa Allah senantiasa meridhoi perbuatan kita dan dengan demikian menurunkan rahmat-Nya kepada kita… aamiin… Pengeluaran yang senantiasa kita lakukan pada hakikatnya adalah pemasukan bagi diri kita sendiri, itu kalo pengeluaran tersebut d...

Hasil Mudik 2025

Sekarang sudah bulan Agustus 2025, orang-orang masih pada summer break, Saya & Aa juga baru beres mudik ke Bogor kemarin, dan sekarang sedang menikmati panasnya Dhahran 😁. Kegiatan-kegiatan juga sedang libur jadi saya literally jadi pengangguran aja, yang ga banyak acara hihihii... Kemarin pulang dari mudik, kepala berasa pusing. Curiga darah tinggi maka cek tensi, dan benar saja tensi saya 146. Flasback ke beberapa hari sebelum mudik memang makannya ajaib alias banyak makan, plus ga olah raga dan kurang tidur juga. 2 hari sebelum terbang, kita nginep di hotel airport, karena berbarengan 4 orang mau terbang di dua hari berbeda dan tujuan berbeda, jadi daripada bolak-balik anter Bogor-Soetta jadilah kita nginep aja. Check in hari selasa, besok rabu saya melepas Aa balik ke Saudi (ya flight kami beda sehari 😆 dan siangnya anter ponakan yang mau kuliah di Surabaya di terminal 1. Besoknya giliran saya anter teteh saya yang mau balik ke US flight pagi, dan terakhir saya dilepas teteh ...

Cerita Dhahran?

Awal Oktober 2022 lalu saya dan Aa pindah rumah ke Dhahran, apakah blog ini harus ganti nama jadi ceritadhahran? hahahha…. Ga usah lah ya secara Khobar – Dhahran juga deket. Padahal di postingan terakhir juga saya postingnya dari Rakah yang bagian rumah saya notabene udah masuk area Dammam, jadi mari kita biarkan saja blog ini bernama ceritakhobar  Tak terasa juga Oktober mendatang udah mau setahun kami menempati rumah di Dhahran ini. Flashback ke tahun lalu yang merupakan salah satu tahun yang cukup hectic, tapi masih kalah hectic sih kalo dibandingin sama proses saya dan Aa balik lagi ke Saudi di musim pandemi hahahaha…. Setelah dari tahun 2010 sampai 2022 kami tinggal di apartemen sampe merasakan 6 apartemen, di 2 lokasi berbeda, alhamdulillah tahun kemarin kita dapet kesempatan tinggal di rumah “normal” dan ada garasi pula, secara di Bogor aja kita ga punya garasi hahaha…. Yang ada halaman depan dan belakangnya juga mashaAllah. Teman-teman yang lain tak sedikit yang berkebun sa...