Hari ini, Kamis 9 April 2020, adalah hari ke-3 curfew 24 jam di Al-Khobar dan beberapa kota besar lainnya di Arab Saudi. Kayanya klo buat saya ga ada perbedaan terlalu mencolok dengan keseharian, secara emang saya mah lumayan jarang keluar, ga terlalu banyak kegiatan di luar sehari-harinya oge. Saya bukan sosialita yang selalu keluar rumah tiap hari, meski memang dalam sepekan udah ada jadwal keluar rumah yang tetap kaya ke pengajian.
Di awal sebelum curfew, kita melakukan social distancing alias menjaga jarak dengan orang yang berada diluar lingkungan rumah sendiri. Jadi klo ketemu temen udah ga salaman, ga cipika cipiki, dan sebisa mungkin ga keluar rumah kecuali dengan manjaga jarak dengan yang lain.
Setelah curfew alias jam malam di lakukan tambah jarang ketemu teman deh... dan sekarang jam malam nya 24 jam (jadinya jam siang malam dong wkwkwkwk) ya bener-bener ga pernah lagi ketemu orang lain secara fisik, selain dengan anggota keluarga yang ada di rumah yakni Aa dan 5 kucings hahahaha....
Di curfew 24 jam ini, kita masih boleh keluar rumah untuk belanja groseris, ke apotik atau ke rumah sakit, dari jam 6 pagi sampai jam 3 sore. Selebihnya ya ngedon in da haus aja :D Yang kerja juga masih bisa keluar rumah dengan membawa surat keterangan.
Pesen makanan online masih bisa pake Hunger Station, macam grab/go food nya Saudi. Sebelum curfew 24 jam saya masih sering pesen kopi online, tapi sekarang mah belum pernah order makanan lagi, jadinya masak terooosss :)))
MashaAllah salut sama pemerintah Saudi yang gercep dalam menyikapi pandemik ini. Banyak insentif dan kemudahan yang diberikan untuk penduduk termasuk yang berhubungan dengan biaya-biaya, beberapa macam biaya dibebaskan untuk 3 bulan kedepan, seperti untuk yang memperpanjang iqamah maka tidak diwajibkan membayar defendant fee, keringanan biaya untuk exit reentry visa dan lain-lain.
Di sisi lain memang ini semua berdampak sama yang punya usaha, kalo ini sih ga di Saudi doang, tapi saya yakin hampir di seluruh dunia. Begitu pula dengan usaha kami dan keponakan di Bogor, satu cafe udah tutup sementara inshaAllah, dan satu tempat makan lain karyawan nya udah pada minta libur, meski alhamdulillah operasional masih tetap berjalan dengan tetap memperhatikan safety precautions.
Kata keponakan saya, di Bogor juga cafe-cafe rata-rata udah pada tutup, kalopun ada yang buka sepi karena sebagian besar orang juga udah pada di rumah aja. Di masa-masa kaya gini, baru terasa 2 hal yang selalu di gaungkan di Jouska, yakni:
1. Pentingnya dana darurat, yang tak lain adalah tabungan.
2. Pentingnya untuk ga berhutang dan ga ada cicilan berjalan.
Dan sekarang ini, sangat penting untuk melihat ke bawah, di satu sisi kita bisa memikirkan kira-kira kontribusi apa yang bisa kita sumbangkan untuk mereka yang penghasilannya harian, untuk para tenaga medis yang sedang berjuang di "medan perang", dengan itu inshaAllah tumbuh rasa syukur ditengah-tengah keterbatasan kita.
Semoga yang membaca tulisan saya ini selalu semangat dalam menghadapi hari-hari sulit seperti sekarang ini. Dengan selalu berdoa memohon dikaruniai rasa bahagia dalam segala kondisi, karena sangat manusiawi jika seseorang ditimpa kebosanan, tapi dengan izin Allah semua bisa baik-baik saja... inshaAllah :)
#pandemic2020
#covid19
#dirumahaja
#curfew24jam
Comments