Skip to main content

New Rules

It's a new day here in Saudi. New year and new rules applies. Cukup banyak peraturan baru terutama yang berkaitan dengan tenaga kerja asing di Saudi dan itu cukup berpengaruh terhadap pola hidup kami sebagai keluarga yang para suami kerja di sektor swasta Saudi.

Peraturan pertama adalah adanya dependent fee atau biaya untuk orang-orang yang disponsori oleh kepala keluarga, seperti anak dan istri. Jika tahun lalu besar per bulannya adalah 100 riyal per orang, maka tahun 2018 ini naik menjadi 200 riyal per orang, dan kabarnya akan naik terus tiap tahun sampai mencapai 400 riyal per orang. 

Untuk tahun 2018 ini jika dalam keluarga ada satu orang istri dan dua orang anak, maka keluarga tersebut harus membayar 600 riyal per bulan. Jika dikalikan per tahun maka biaya yang harus dikeluarkan adalah 7200. Bayangkan jika biaya tersebut sudah mencapai 400 riyal per orang per bulan maka keluarga tersebut harus membayar sebesar 1200 riyal per bulan. Semakin banyak tanggungan pak suami maka semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan. Karena sekarang ini kami belum ada tanggungan anak, maka Aa cuma bayar biaya untuk saya aja, kebayang dong kalau anaknya banyak, apalagi kalau istrinya lebih dari 1 #ehh ๐Ÿ˜

Bukan cuma dependent fee aja, mulai awal tahun 2018 ini mulai berlaku VAT atau Value Added Tax alias Pajak Pertambahan Nilai kalau di Indonesia mah, sebesar 5%. Jadi sekarang belanja, makan di restoran, beli baju, bayar sekolah dan lain lain akan dikenakan tambahan biaya pajak tersebut. Dengan demikian otomatis biaya hidup juga akan ikut merambat naik yaa... 

Dulu sempet ada isu gaji bakalan kena pajak 10%, tapi ternyata itu hanya hoax, dan semoga tetap hoax hahahaha....

Naahh dengan situasi terbaru di tempat pak suami mencari nafkah dan tempat kami tinggal sekarang ini, maka apa sih yang bisa kita lakukan? Saya pribadi sebagai orang luar yang numpang tinggal di Saudi merasa tak berhak ikut campur dalam aturan baru yang diterapkan, tapi kita bisa memilih untuk menyikapi hal ini dengan sebaik-baiknya.

Tiap keluarga punya cara tersendiri untuk menyikapi tambahan-tambahan biaya ini. Buat kami salah satunya yaitu dengan berhemat dan  mensyukuri dan mencukupkan diri dengan apa yang dikasih Allah lewat perusahaan. 

Masak dan makan di rumah bisa jauh lebih murah dibanding sering-sering makan diluar. Kalau Aa sih lebih seneng makan di rumah soalnya ga perlu mikir makan dimana dan setelah sampe tempat makan ga perlu mikir mau makan apa hahahha... Kalau makan di rumah kan sedimasakinnya sama istri yakaann ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…. Selain itu kalau makan diluar dan ada lebihnya biasanya kan dibungkus, nah sebisa mungkin di rumah juga dihabiskan tuh yaa hasil take away nya ๐Ÿ˜„.

Dari strategi-stragtegi berhemat ataupun menambah pamasukan, rasanya yang paling penting itu adalah tetap bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah, karena kalau yang namanya ngikutin hawa nafsu mah apapun rasanya kurang aja yaaa... Semua sudah tertulis di lauh mahfudz tinggal kita memilih bagaimana bersikap sesuai dengan yang Allah inginkan dan yang dicontohkan oleh Rasulullah sallallahu alayhinwa sallam...

Yukk ahhh tetap semangat menjalani hidup inih dengan apa yang udah Allah tulisan untuk kita karena inshaAllah itu adalah selalu yang terbaik. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Comments

Popular posts from this blog

Pengeluaran Akhir Ramadhan…

Waktu Aa masi kerja di jakarta, paling seneng pas bulan puasa soalnya tengah bulan turun THR… hehehe… Kalo skarang karena base-nya international dan tak ada peraturan tentang THR, maka yaaa ga dapet THR :D Tapi ada tak ada THR, semangat sedekah harus jalan terusss… Apalagi di momen ramadhan yang berkah ini, insyaAllah Allah akan melipatgandakan berkahnya atas kebaikan yang kita lakukan. Saya udah bikin daftar pengeluaran THR… cara pandang terhadap pengeluaran sangat terasa signifikan terhadap perasaan. Kalo kita cuma liat daftar itu hanya sebagai pengeluaran biaya rasanya gimana gitu, beda dengan bila kita liat daftar tersebut sebagai pemasukan amal melalui sedekah dan berbagi. Ditambah lagi dengan kemuliaan bulan ramadhan menjadikan kita berharap bahwa Allah senantiasa meridhoi perbuatan kita dan dengan demikian menurunkan rahmat-Nya kepada kita… aamiin… Pengeluaran yang senantiasa kita lakukan pada hakikatnya adalah pemasukan bagi diri kita sendiri, itu kalo pengeluaran tersebut d...

Hasil Mudik 2025

Sekarang sudah bulan Agustus 2025, orang-orang masih pada summer break, Saya & Aa juga baru beres mudik ke Bogor kemarin, dan sekarang sedang menikmati panasnya Dhahran ๐Ÿ˜. Kegiatan-kegiatan juga sedang libur jadi saya literally jadi pengangguran aja, yang ga banyak acara hihihii... Kemarin pulang dari mudik, kepala berasa pusing. Curiga darah tinggi maka cek tensi, dan benar saja tensi saya 146. Flasback ke beberapa hari sebelum mudik memang makannya ajaib alias banyak makan, plus ga olah raga dan kurang tidur juga. 2 hari sebelum terbang, kita nginep di hotel airport, karena berbarengan 4 orang mau terbang di dua hari berbeda dan tujuan berbeda, jadi daripada bolak-balik anter Bogor-Soetta jadilah kita nginep aja. Check in hari selasa, besok rabu saya melepas Aa balik ke Saudi (ya flight kami beda sehari ๐Ÿ˜† dan siangnya anter ponakan yang mau kuliah di Surabaya di terminal 1. Besoknya giliran saya anter teteh saya yang mau balik ke US flight pagi, dan terakhir saya dilepas teteh ...

Cerita Dhahran?

Awal Oktober 2022 lalu saya dan Aa pindah rumah ke Dhahran, apakah blog ini harus ganti nama jadi ceritadhahran? hahahha…. Ga usah lah ya secara Khobar – Dhahran juga deket. Padahal di postingan terakhir juga saya postingnya dari Rakah yang bagian rumah saya notabene udah masuk area Dammam, jadi mari kita biarkan saja blog ini bernama ceritakhobar  Tak terasa juga Oktober mendatang udah mau setahun kami menempati rumah di Dhahran ini. Flashback ke tahun lalu yang merupakan salah satu tahun yang cukup hectic, tapi masih kalah hectic sih kalo dibandingin sama proses saya dan Aa balik lagi ke Saudi di musim pandemi hahahaha…. Setelah dari tahun 2010 sampai 2022 kami tinggal di apartemen sampe merasakan 6 apartemen, di 2 lokasi berbeda, alhamdulillah tahun kemarin kita dapet kesempatan tinggal di rumah “normal” dan ada garasi pula, secara di Bogor aja kita ga punya garasi hahaha…. Yang ada halaman depan dan belakangnya juga mashaAllah. Teman-teman yang lain tak sedikit yang berkebun sa...