Skip to main content

Pola Makan, Gaya Hidup

Semenjak tinggal di Saudi 6 tahun yang lalu, berat badan Saya dan Aa bertambah secara signifikan, dan itu terjadi juga pada teman-teman Kami yang lain, kecuali teman yang "setelan dari sononya" sudah kurus dan tak bisa tambah gemuk hihihi...

Porsi makanan yang lebih besar disini sedikit banyak mempengaruhi pola makan Kami. Dari yang tadinya tak habis satu porsi sampai bisa habis sendiri *haha parah :D Untuk ibu rumah tangga seperti Saya yang banyak di rumah, otomatis kurang gerak dibanding Aa yang tiap hari ke kantor, dan itu juga menjadi salah satu faktor dalam penambahan berat badan.

Sampai akhirnya pas saat mudik kemarin, sekitar dua bulan yang lalu, Aa mengeluh sesak napas. Yang biasanya lari pagi bisa lama, ini cukup terganggu karena sesak napas. Waktu itu Kami berdua memang sedang lucu-lucunya (baca: gemuk hahaha). Ditambah momen mudik yang bertemu dengan makanan yang dikangeni, jadilah Aa juga tambah lahap makan.

Setelah Aa balik ke Khobar sendiri (Saya masih meneruskan liburan di Bogor), Aa pergi ke dokter dan cek darah. Hasilnya kolesterol dan trigliserida nya tinggi. Oleh dokter Aa dikasih obat penurun kolesterol dan lipid plus disuruh diet. Setelah itu mulailah petualang Kami (Aa sih saya mah mendampingi saja hihihi) dalam mencari pola makan yang lebih sehat.

Aa sempat lihat-lihat brosur menu diet, tapi ko ya lumayan mahal juga, lalu Aa juga cari-cari info lain sampai akhirnya ketemu aplikasi mobile yang bernama 8fit (bukan iklan berbayar loohh). Di app berbayar itu ada menu yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Karena Aa targetnya menurunkan kolesterol dan lipid jadi di menu-nya dikurangilah semua yang "berbau" kolesterol seperti daging merah, udang dan cumi-cumian, telur dan susu berserta hasil turunannya. Enaknya di 8fit itu setiap hari kita dikasih menu sarapan, makan siang dan makan malam tak lupa cemilannya juga. Meski banyak menu yang kurang cocok dengan lidah orang Indonesia tapi alternatifnya lumayan banyak jadi Kita sebagai chef gak bingung dalam mengolah masakan. Yang terpenting adalah kombinasi beserta takaran yang disarankan. Seperti contohnya untuk nasi jika makan siang 40 gram, tapi untuk makan malam 30 gram. Selain menu makanan, di app itu ada juga petunjuk gerakan workout yang efisien dan bisa disesuaikan dengan kemampuan pengguna dari mulai mudah, menengah dan level berat. 

Tapi sepertinya menjaga makan saja tak cukup. Aa yang bertekad untuk menurunkan kolesterol, mengiringi pola makan yang benar dengan olah raga terutama lari dari kenyataan #eh, juga dibarengi dengan puasa sunnah. Alhamdulillah sejauh ini kombinasi dari tiga hal tersebut bisa dengan efektif menjaga berat badan yang ideal. 

Kalau Saya mah penggembira saja, tapi alhamdulillah jadi ikutan juga makan lebih baik, gerak lebih banyak, meski kalau di rumah itu ketika sedang sendirian godaannya adalah pengen makan singkong goreng lah, batagor, french fries lah... hadeuuh payah deh hahaha... Soalnya sekarang memang sudah jarang bikin gorengan. Cheating day Kami biasanya hari Jum'at dan/atau Sabtu dimana saat akhir pekan adalah saatnya Kami beli gorengan di Toko Puncak heuheuheu :D

Semoga saja apa yang Kami lakukan dengan mengobah pola makan ini, bisa jadi pola hidup. So far, gorengan sudah lumayan berkurang setidaknya Saya udah sangat jarang bikin bakwan atau tempe goreng, padahal biasanya perasaan ada yang kurang kalau makan gak pake gorengan hihihi... Mie instan juga sudah lama gak Saya sediakan. Yang masih setia di kulkas adalah siomay, batagor, bakso dan pempek, tapi jarang-jarang juga makannya, yang penting waktu pengen makan makanan tersebut diatas stok di kulkas masih tersedia :p

Comments

Popular posts from this blog

Pengeluaran Akhir Ramadhan…

Waktu Aa masi kerja di jakarta, paling seneng pas bulan puasa soalnya tengah bulan turun THR… hehehe… Kalo skarang karena base-nya international dan tak ada peraturan tentang THR, maka yaaa ga dapet THR :D Tapi ada tak ada THR, semangat sedekah harus jalan terusss… Apalagi di momen ramadhan yang berkah ini, insyaAllah Allah akan melipatgandakan berkahnya atas kebaikan yang kita lakukan. Saya udah bikin daftar pengeluaran THR… cara pandang terhadap pengeluaran sangat terasa signifikan terhadap perasaan. Kalo kita cuma liat daftar itu hanya sebagai pengeluaran biaya rasanya gimana gitu, beda dengan bila kita liat daftar tersebut sebagai pemasukan amal melalui sedekah dan berbagi. Ditambah lagi dengan kemuliaan bulan ramadhan menjadikan kita berharap bahwa Allah senantiasa meridhoi perbuatan kita dan dengan demikian menurunkan rahmat-Nya kepada kita… aamiin… Pengeluaran yang senantiasa kita lakukan pada hakikatnya adalah pemasukan bagi diri kita sendiri, itu kalo pengeluaran tersebut d...

Hasil Mudik 2025

Sekarang sudah bulan Agustus 2025, orang-orang masih pada summer break, Saya & Aa juga baru beres mudik ke Bogor kemarin, dan sekarang sedang menikmati panasnya Dhahran 😁. Kegiatan-kegiatan juga sedang libur jadi saya literally jadi pengangguran aja, yang ga banyak acara hihihii... Kemarin pulang dari mudik, kepala berasa pusing. Curiga darah tinggi maka cek tensi, dan benar saja tensi saya 146. Flasback ke beberapa hari sebelum mudik memang makannya ajaib alias banyak makan, plus ga olah raga dan kurang tidur juga. 2 hari sebelum terbang, kita nginep di hotel airport, karena berbarengan 4 orang mau terbang di dua hari berbeda dan tujuan berbeda, jadi daripada bolak-balik anter Bogor-Soetta jadilah kita nginep aja. Check in hari selasa, besok rabu saya melepas Aa balik ke Saudi (ya flight kami beda sehari 😆 dan siangnya anter ponakan yang mau kuliah di Surabaya di terminal 1. Besoknya giliran saya anter teteh saya yang mau balik ke US flight pagi, dan terakhir saya dilepas teteh ...

Cerita Dhahran?

Awal Oktober 2022 lalu saya dan Aa pindah rumah ke Dhahran, apakah blog ini harus ganti nama jadi ceritadhahran? hahahha…. Ga usah lah ya secara Khobar – Dhahran juga deket. Padahal di postingan terakhir juga saya postingnya dari Rakah yang bagian rumah saya notabene udah masuk area Dammam, jadi mari kita biarkan saja blog ini bernama ceritakhobar  Tak terasa juga Oktober mendatang udah mau setahun kami menempati rumah di Dhahran ini. Flashback ke tahun lalu yang merupakan salah satu tahun yang cukup hectic, tapi masih kalah hectic sih kalo dibandingin sama proses saya dan Aa balik lagi ke Saudi di musim pandemi hahahaha…. Setelah dari tahun 2010 sampai 2022 kami tinggal di apartemen sampe merasakan 6 apartemen, di 2 lokasi berbeda, alhamdulillah tahun kemarin kita dapet kesempatan tinggal di rumah “normal” dan ada garasi pula, secara di Bogor aja kita ga punya garasi hahaha…. Yang ada halaman depan dan belakangnya juga mashaAllah. Teman-teman yang lain tak sedikit yang berkebun sa...