Skip to main content

Silaturahim Hajian

Idul Adha belum lama berlalu dan alhamdulillah Bapa Mertua tahun ini mendapat kesempatan berhaji, jadilah Kami memutuskan untuk menemuinya di Mekkah setelah prosesi hajian selesai.

Hampir setiap ada kerabat atau teman yang hajian Kami selalu berusaha menyempatkan diri kopdar, biasanya ketemuan di Mekkah sekalian umrah. Beberapa kali umrah pas setelah orang-orang selesai hajian beberapa kali juga pengalamannya berbeda-beda, tapi selalu seru :D

Dari mulai dulu istrinya kakak Saya hajian, yang kita belum pengalaman sewa mobil, terus pernah juga mengunjungi teman yang hajian dari Melbourne dan Kita sewa mobil tapi bisa dibilang abal-abal, sampai akhirnya hampir setiap umrah langganan sewa mobil Avis.

Tahun ini target Kami selain bertemu Bapak adalah juga ingin bertemu dengan dua kerabat dari pihak Mama mertua, Allahu yarham. Yang satu tinggal di Gorontalo dan yang satu masih terbilang sepupu-nya Mama yang sudah lama tak bertemu.

Berangkat dari Airport Dammam jam 8 malam cuma Aa yang pake baju ihram hihihi... Begitu pula ketika di Airport Jeddah. Sebelum perjalanan menuju Mekkah, Kami sudah antisipasi ketika harus berhadapan dengan antrian checkpoint karena pengalaman yang lalu mobil sewaan kami dialihkan menuju parkiran besar meski akhirnya bisa kembali ke jalan raya. Bahkan sebelumnya Kami juga sudah menyiapkan diri apabila harus kembali ke Jeddah.

Tapi ternyata setelah memasuki kota Mekkah tak ada pemeriksaan mobil sama sekali. Kota Mekkah terlihat sudah rapi kembali seperti tak ada peristiwa apa-apa. Cukup surprised juga karena tidak menyangka Kami akan masuk Mekkah dengan lancar seperti itu masyaAllah :)

Tak sulit janjian ketemuan sama Bapak karena bisa dihubungi lewat telepon. Janjian setelah Aa beres umrah akhirnya bisa bertemu dan langsung ikut ke hotel tempat Kami menginap. Seperti kebanyakan jamaah haji lainnya, Bapak juga terkena batuk pilek tapi alhamdulillah tak terlalu parah. Bapak juga memakai gelang merah yang berarti butuh perhatian lebih dari sisi kesehatan. Setiap hari selalu datang ke kamar Bapak dokter petugas haji Indonesia untuk mengecek kesehatan Bapak.

Sekarang cukup mudah mencari penginapan tempat tinggal jamaah haji dari Indonesia, tinggal tahu informasi kloter dan embarkasi Kita bisa mendapatkan informasi hotel dan lokasi koordinat nya di aplikasi Haji Pintar 2. Jadi ketika mencari kerabat yang hajian dari embarkasi Ujung Pandang pun tinggal masukkan koordinat hotel, sampe deh insyaaAllah.

Begitu juga ketika Kami mencari tahu keberadaan Om dan Tante Kami yang berangkat dari embarkasi Jakarta. Karena tak tersambung ketika dihubungi jadi lumayan lama juga nyarinya sampai naik turun lift tapi alhamdulillah akhirnya bisa bertemu juga :D

Alhamdulillah akhir pekan kemarin terisi dengan silaturahim hajian. Semoga di tahun-tahun berikutnya masih bisa mengunjungi keluarga, saudara, kerabat atau teman yang sedang berhaji... Aamiin :) 

Comments

Popular posts from this blog

Pengeluaran Akhir Ramadhan…

Waktu Aa masi kerja di jakarta, paling seneng pas bulan puasa soalnya tengah bulan turun THR… hehehe… Kalo skarang karena base-nya international dan tak ada peraturan tentang THR, maka yaaa ga dapet THR :D Tapi ada tak ada THR, semangat sedekah harus jalan terusss… Apalagi di momen ramadhan yang berkah ini, insyaAllah Allah akan melipatgandakan berkahnya atas kebaikan yang kita lakukan. Saya udah bikin daftar pengeluaran THR… cara pandang terhadap pengeluaran sangat terasa signifikan terhadap perasaan. Kalo kita cuma liat daftar itu hanya sebagai pengeluaran biaya rasanya gimana gitu, beda dengan bila kita liat daftar tersebut sebagai pemasukan amal melalui sedekah dan berbagi. Ditambah lagi dengan kemuliaan bulan ramadhan menjadikan kita berharap bahwa Allah senantiasa meridhoi perbuatan kita dan dengan demikian menurunkan rahmat-Nya kepada kita… aamiin… Pengeluaran yang senantiasa kita lakukan pada hakikatnya adalah pemasukan bagi diri kita sendiri, itu kalo pengeluaran tersebut d...

Hasil Mudik 2025

Sekarang sudah bulan Agustus 2025, orang-orang masih pada summer break, Saya & Aa juga baru beres mudik ke Bogor kemarin, dan sekarang sedang menikmati panasnya Dhahran 😁. Kegiatan-kegiatan juga sedang libur jadi saya literally jadi pengangguran aja, yang ga banyak acara hihihii... Kemarin pulang dari mudik, kepala berasa pusing. Curiga darah tinggi maka cek tensi, dan benar saja tensi saya 146. Flasback ke beberapa hari sebelum mudik memang makannya ajaib alias banyak makan, plus ga olah raga dan kurang tidur juga. 2 hari sebelum terbang, kita nginep di hotel airport, karena berbarengan 4 orang mau terbang di dua hari berbeda dan tujuan berbeda, jadi daripada bolak-balik anter Bogor-Soetta jadilah kita nginep aja. Check in hari selasa, besok rabu saya melepas Aa balik ke Saudi (ya flight kami beda sehari 😆 dan siangnya anter ponakan yang mau kuliah di Surabaya di terminal 1. Besoknya giliran saya anter teteh saya yang mau balik ke US flight pagi, dan terakhir saya dilepas teteh ...

Cerita Dhahran?

Awal Oktober 2022 lalu saya dan Aa pindah rumah ke Dhahran, apakah blog ini harus ganti nama jadi ceritadhahran? hahahha…. Ga usah lah ya secara Khobar – Dhahran juga deket. Padahal di postingan terakhir juga saya postingnya dari Rakah yang bagian rumah saya notabene udah masuk area Dammam, jadi mari kita biarkan saja blog ini bernama ceritakhobar  Tak terasa juga Oktober mendatang udah mau setahun kami menempati rumah di Dhahran ini. Flashback ke tahun lalu yang merupakan salah satu tahun yang cukup hectic, tapi masih kalah hectic sih kalo dibandingin sama proses saya dan Aa balik lagi ke Saudi di musim pandemi hahahaha…. Setelah dari tahun 2010 sampai 2022 kami tinggal di apartemen sampe merasakan 6 apartemen, di 2 lokasi berbeda, alhamdulillah tahun kemarin kita dapet kesempatan tinggal di rumah “normal” dan ada garasi pula, secara di Bogor aja kita ga punya garasi hahaha…. Yang ada halaman depan dan belakangnya juga mashaAllah. Teman-teman yang lain tak sedikit yang berkebun sa...