Skip to main content

[Trip Turki 2014] Menuju Uludag dari Airport Istanbul

Mumpung masih segar dalam ingatan mari kita tulis rekapan perjalanan hari pertama trip Turki kali ini dari airport Istanbul ke Uludag.

Ini adalah kali kedua saya dan Aa menginjakkan kaki di Turki setelah Desember tahun lalu kemari juga. Kalau tahun lalu ke Uludag cuma "survey" aja selama 40 menit, tahun ini alhamdulillah bisa booking hotel buat 2 malam. Pertimbangan kemudahan apply visa adalah salah satu hal yang bikin balik lagi hehee..

Sebelumnya kami udah apply visa secara online dengan membayar 25 USD menggunakan kartu kredit, jadi tinggal di cetak dan di imigrasi pun prosesnya cepat.

Keluar airport kita cari bis Havatas bayar di dalam 11 lira. Turun di Taksim dekat hotel Point, dengan bermodal google map langsung cari bagaj (wwwbagaj.co) buat titip 2 koper jadi kita ke uludag cuma bawa carrier doank.

Dari bagaj kami jalan ke stasiun metro atau stasiun kereta bawah tanah tak jauh dari situ beli token 4 lira dari mesin Jetonmatik dan turun di Kabatas.

Sampai di Kabatas kami jalan sebentar menuju stasiun fery BUDO (Bursa Deniz Otobüsleri) dan naik fery menuju Mudanya dengan membayar 22 lira. Saat itu entah ombaknya yang parah atau karena kecepatan kapalnya bikin perjalanannya menjadi sungguh-sungguh ekstrim, bagaikan naik kora-kora selama hampir 2 jam, untung masih bisa menahan diri untuk tidak muntah :)). Petugas fery udah membagikan kresek buat yang mau muntah hihihi...

Perjalanan fery sampai di daerah Mudanya Bursa, tak jauh dari situ udah bertengger bis yg salah satunya berlabel F3 trayek menuju Teleferik atau kereta gantung menuju Uludag dengan tarif 8 lira.

Sampai di stasiun Teleferik bayar lagi buat naik kereta gantungnya sebesar 10 lira buat sebalik ke atas aja. Pemandangannya mantab makin atas makin bersalju karena udah dekat Uludag.

Sampai Uludag disambut minibus yang bisa kita naiki dengan tarif 3 lira menuju oteller atau kumpulan hotel-hotel dimana hotel tempat kita menginap berada. Kembali dengan menggunakan google map alhamdulillah sampai juga di hotel.

Jadi total biaya naik angkutan umum dari airport Istanbul sampai hotel di Uludag adalah 48 lira per orang. Seru aja naik turun bermacam-macam angkutan dan alhamdulillah tak berasa capek mungkin karena udaranya juga dingin. Disamping itu kita busa melihat berbagai pemandangan, kecuali pas naik subway :D

Karcis beberapa angkutan umum yang kami pakai kemarin


Menuju Uludag naik Teleferik


Comments

Unknown said…
Koreksi nginep 2 malam saja dan bayar visa bukannya 25 USD?
Lida Rahma said…
Sudah di update:)

Popular posts from this blog

Pengeluaran Akhir Ramadhan…

Waktu Aa masi kerja di jakarta, paling seneng pas bulan puasa soalnya tengah bulan turun THR… hehehe… Kalo skarang karena base-nya international dan tak ada peraturan tentang THR, maka yaaa ga dapet THR :D Tapi ada tak ada THR, semangat sedekah harus jalan terusss… Apalagi di momen ramadhan yang berkah ini, insyaAllah Allah akan melipatgandakan berkahnya atas kebaikan yang kita lakukan. Saya udah bikin daftar pengeluaran THR… cara pandang terhadap pengeluaran sangat terasa signifikan terhadap perasaan. Kalo kita cuma liat daftar itu hanya sebagai pengeluaran biaya rasanya gimana gitu, beda dengan bila kita liat daftar tersebut sebagai pemasukan amal melalui sedekah dan berbagi. Ditambah lagi dengan kemuliaan bulan ramadhan menjadikan kita berharap bahwa Allah senantiasa meridhoi perbuatan kita dan dengan demikian menurunkan rahmat-Nya kepada kita… aamiin… Pengeluaran yang senantiasa kita lakukan pada hakikatnya adalah pemasukan bagi diri kita sendiri, itu kalo pengeluaran tersebut d...

Hasil Mudik 2025

Sekarang sudah bulan Agustus 2025, orang-orang masih pada summer break, Saya & Aa juga baru beres mudik ke Bogor kemarin, dan sekarang sedang menikmati panasnya Dhahran 😁. Kegiatan-kegiatan juga sedang libur jadi saya literally jadi pengangguran aja, yang ga banyak acara hihihii... Kemarin pulang dari mudik, kepala berasa pusing. Curiga darah tinggi maka cek tensi, dan benar saja tensi saya 146. Flasback ke beberapa hari sebelum mudik memang makannya ajaib alias banyak makan, plus ga olah raga dan kurang tidur juga. 2 hari sebelum terbang, kita nginep di hotel airport, karena berbarengan 4 orang mau terbang di dua hari berbeda dan tujuan berbeda, jadi daripada bolak-balik anter Bogor-Soetta jadilah kita nginep aja. Check in hari selasa, besok rabu saya melepas Aa balik ke Saudi (ya flight kami beda sehari 😆 dan siangnya anter ponakan yang mau kuliah di Surabaya di terminal 1. Besoknya giliran saya anter teteh saya yang mau balik ke US flight pagi, dan terakhir saya dilepas teteh ...

Cerita Dhahran?

Awal Oktober 2022 lalu saya dan Aa pindah rumah ke Dhahran, apakah blog ini harus ganti nama jadi ceritadhahran? hahahha…. Ga usah lah ya secara Khobar – Dhahran juga deket. Padahal di postingan terakhir juga saya postingnya dari Rakah yang bagian rumah saya notabene udah masuk area Dammam, jadi mari kita biarkan saja blog ini bernama ceritakhobar  Tak terasa juga Oktober mendatang udah mau setahun kami menempati rumah di Dhahran ini. Flashback ke tahun lalu yang merupakan salah satu tahun yang cukup hectic, tapi masih kalah hectic sih kalo dibandingin sama proses saya dan Aa balik lagi ke Saudi di musim pandemi hahahaha…. Setelah dari tahun 2010 sampai 2022 kami tinggal di apartemen sampe merasakan 6 apartemen, di 2 lokasi berbeda, alhamdulillah tahun kemarin kita dapet kesempatan tinggal di rumah “normal” dan ada garasi pula, secara di Bogor aja kita ga punya garasi hahaha…. Yang ada halaman depan dan belakangnya juga mashaAllah. Teman-teman yang lain tak sedikit yang berkebun sa...