Skip to main content

Pernikahan

Selalu menyenangkan ketika membahas mengenai rumah tangga bersama sesama teman perempuan, dari membahas kenangan pesta pernikahan sampai pengalaman-pengalaman hidup selama berumah tangga.

Kemarin saya dan beberapa orang teman mengenang masa-masa pernikahan, akad dan walimahnya. Berapa lama persiapan yang dibutuhkan, proses akad dan pesta sampai biaya pernikahan.

Kalau buat saya, dream wedding yang saya inginkan dari semasa gadis adalah ingin pesta pernikahan yang sederhana, dimana tak ada jarak antara pengantin dengan undangan terutama keluarga dan teman-teman. Gak ada tuh keinginan pesta di gedung dengan berganti baju berkali-kali dan di "tonton" banyak orang hihihi... Maka pas dulu kami menikah, sama sekali tak ada pelaminan, undangan duduk lesehan dan tak ada penerima tamu dan tong buat nampung angpau :D

Maka ketika beberapa teman menyebut angka yang buat saya cukup fantastis (yang bisa buat beli rumah sederhana hehe) untuk acara sehari, saya teringat ketika Aa waktu itu tak perlu membawa macam-macam, cukup mas kawin dan bawa diri aja hahaha...

Biasanya keinginan pesta yang besar-besaran datang dari pihak keluarga terutama orang tua mempelai wanita, untungnya orang tua saya termasuk yang anti-mainstream, dimana anak-anak perempuannya kebanyakan melakukan pesta pernikahan secara sederhana. Alhamdulillah mereka tak berkeinginan macam-macam, yang penting pernikahan itu adalah salah satu hal yang harus disegerakan, maka ketika ada calon dan siap menikah ya Bismillah inshaAllah semuanya dimudahkan. Tak penting apakah calon suami anaknya punya rumah, mobil dan lain-lain selama bisa mencari nafkah inshaAllah anaknya tak akan terlantar :D

Untungnya Aa juga orangnya gak setres dan panikan, maka ketika beliau yang waktu itu calon suami saya hari kamis "ditantang" untuk datang dan akad di hari sabtu dia oke-oke aja hahaha... *yang setres bapak sama tetangganya lol

Alhamdulillah meski sederhana tapi buat saya walimah dulu begitu intimate dimana kami bisa berbaur duduk melingkar bersama teman-teman dekat dan ngobrol santai. Acaranya pun hanya dari setelah zuhur sampai asar. 

Menurut saya keberkahan pernikahan tak tergantung dari acara satu hari, tapi dari bagaimana suami-istri menjalani hari-harinya dalam koridor ketaatan kepada Allah. Karena tantangan yang nyata adalah setelah ijab kabul diucapkan dan pasangan suami istri menjalani bahtera rumah tangganya secara mandiri.

Dari diskusi dengan teman-teman kami menarik kesimpulan satu pelajaran berharga, jika kelak kami berada di posisi orang tua, maka permudahlah anak-anak kita untuk menikah, tak penting biaya besar untuk acara walimah, yang penting adalah biaya untuk setelahnya.

:)
#justathought

Comments

Popular posts from this blog

Pengeluaran Akhir Ramadhan…

Waktu Aa masi kerja di jakarta, paling seneng pas bulan puasa soalnya tengah bulan turun THR… hehehe… Kalo skarang karena base-nya international dan tak ada peraturan tentang THR, maka yaaa ga dapet THR :D Tapi ada tak ada THR, semangat sedekah harus jalan terusss… Apalagi di momen ramadhan yang berkah ini, insyaAllah Allah akan melipatgandakan berkahnya atas kebaikan yang kita lakukan. Saya udah bikin daftar pengeluaran THR… cara pandang terhadap pengeluaran sangat terasa signifikan terhadap perasaan. Kalo kita cuma liat daftar itu hanya sebagai pengeluaran biaya rasanya gimana gitu, beda dengan bila kita liat daftar tersebut sebagai pemasukan amal melalui sedekah dan berbagi. Ditambah lagi dengan kemuliaan bulan ramadhan menjadikan kita berharap bahwa Allah senantiasa meridhoi perbuatan kita dan dengan demikian menurunkan rahmat-Nya kepada kita… aamiin… Pengeluaran yang senantiasa kita lakukan pada hakikatnya adalah pemasukan bagi diri kita sendiri, itu kalo pengeluaran tersebut d...

Hasil Mudik 2025

Sekarang sudah bulan Agustus 2025, orang-orang masih pada summer break, Saya & Aa juga baru beres mudik ke Bogor kemarin, dan sekarang sedang menikmati panasnya Dhahran 😁. Kegiatan-kegiatan juga sedang libur jadi saya literally jadi pengangguran aja, yang ga banyak acara hihihii... Kemarin pulang dari mudik, kepala berasa pusing. Curiga darah tinggi maka cek tensi, dan benar saja tensi saya 146. Flasback ke beberapa hari sebelum mudik memang makannya ajaib alias banyak makan, plus ga olah raga dan kurang tidur juga. 2 hari sebelum terbang, kita nginep di hotel airport, karena berbarengan 4 orang mau terbang di dua hari berbeda dan tujuan berbeda, jadi daripada bolak-balik anter Bogor-Soetta jadilah kita nginep aja. Check in hari selasa, besok rabu saya melepas Aa balik ke Saudi (ya flight kami beda sehari 😆 dan siangnya anter ponakan yang mau kuliah di Surabaya di terminal 1. Besoknya giliran saya anter teteh saya yang mau balik ke US flight pagi, dan terakhir saya dilepas teteh ...

Cerita Dhahran?

Awal Oktober 2022 lalu saya dan Aa pindah rumah ke Dhahran, apakah blog ini harus ganti nama jadi ceritadhahran? hahahha…. Ga usah lah ya secara Khobar – Dhahran juga deket. Padahal di postingan terakhir juga saya postingnya dari Rakah yang bagian rumah saya notabene udah masuk area Dammam, jadi mari kita biarkan saja blog ini bernama ceritakhobar  Tak terasa juga Oktober mendatang udah mau setahun kami menempati rumah di Dhahran ini. Flashback ke tahun lalu yang merupakan salah satu tahun yang cukup hectic, tapi masih kalah hectic sih kalo dibandingin sama proses saya dan Aa balik lagi ke Saudi di musim pandemi hahahaha…. Setelah dari tahun 2010 sampai 2022 kami tinggal di apartemen sampe merasakan 6 apartemen, di 2 lokasi berbeda, alhamdulillah tahun kemarin kita dapet kesempatan tinggal di rumah “normal” dan ada garasi pula, secara di Bogor aja kita ga punya garasi hahaha…. Yang ada halaman depan dan belakangnya juga mashaAllah. Teman-teman yang lain tak sedikit yang berkebun sa...