Pagi hari, buka jendela, udara dinginpun masuk ke dalam rumah. Musim dingin yang datang terlambat di kota ini. Sebagai orang yang lahir dan besar di negara tropis membuat saya menyukai musim dingin ini meski sudah empat tahun menginjakkan kaki di Khobar.
Desember, bulan terakhir dalam urutan bulan masehi. "Tak terasa..." demikian kata-kata klise manusia yang selalu saya dengar untuk mengungkapkan betapa waktu terasa cepat berlalu. Meski didalamnya pasti selalu ada berbagai macam rasa kehidupan yang mampir silih berganti, tapi ketika telah terlewati, maka tak akan begitu terasa karena waktu selalu maju kedepan dan begitupun semua yang ada didalamnya.
Menikmati hari kamis pagi ini dengan menulis beberapa kata untuk mengungkapkan rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah yang maha kuasa.
Alhamdulillah untuk rumah yang hangat ketika diluar sedang dingin, untuk suami yang hebat yang saya bisa menjadi diri sendiri dihadapannya, untuk keluarga yang meski jauh dimata tapi selalu dekat dihati dan manjadi supporter satu sama lain, untuk teman-teman yang salihin & salihat dimana kita bisa saling bahu-membahu dalam kebaikan dan saling tolong-menolong ketika diperlukan dengan tetap having fun dalam pelaksanaannya, untuk kesehatan yang bisa menambah amalan baik di hadapan Allah, dan untuk sakit semoga menjadi penghapus dosa.
:: Then which of the favours Of your Lord will ye deny?
Alhamdulillah untuk rumah yang hangat ketika diluar sedang dingin, untuk suami yang hebat yang saya bisa menjadi diri sendiri dihadapannya, untuk keluarga yang meski jauh dimata tapi selalu dekat dihati dan manjadi supporter satu sama lain, untuk teman-teman yang salihin & salihat dimana kita bisa saling bahu-membahu dalam kebaikan dan saling tolong-menolong ketika diperlukan dengan tetap having fun dalam pelaksanaannya, untuk kesehatan yang bisa menambah amalan baik di hadapan Allah, dan untuk sakit semoga menjadi penghapus dosa.
:: Then which of the favours Of your Lord will ye deny?
Comments