Tulisan ini saya buat untuk mendeskripsikan secara singkat kira-kira apa saja yang harus disiapkan untuk teman-teman dari Indonesia yang hendak relokasi ke Khobar. Alhamdulillah makin kesini makin banyak keluarga yang datang dan menetap disini mengikuti kepala keluarga yang bekerja di daerah Khobar.
Pertama kali mendengar nama kota Al-Khobar adalah ketika Aa mau ada tugas kesana beberapa tahun silam, sebelumnya gak tau kalau ada kota bernama Al-Khobar atau biasa disebut Khobar saja. Saat itu pertama kali tahu juga kalau di Saudi ada musim dingin, sebelumnya taunya cuma panas dan gersang aja hihihi...
Sebelum menginjakkan kaki di Khobar, Aa udah terlebih dahulu bolak-balik kesini, dan dari Aa pula saya dapat sedikit bayangan mengenai kota tempat tinggal kami kelak. Selain cerita, dikirim juga foto-foto dan terutama tempat makan yang saat itu Aa datangi, hehe maklum tukang wisata kuliner :D
Selain dari Aa, saya juga mencari referensi tentang Khobar tentunya dari internet, malahan sampai waktu itu googling tentang Rashid Mall, entah kenapa kalau ke suatu daerah yang dicari duluan itu mall nya hahaaha.... Refensi dari Aa dan juga sedikit hasil googling rasanya udah cukup sih buat sedikit membayangkan bagaimana tinggal di Khobar. Saat itu belum kenal seorangpun orang Indonesia yang sudah tinggal disana jadi gak bisa nanya-nanya ini itu. Tapi untungnya Aa seneng cerita mengenai segala sesuatunya disini, sampai pas antri di airport pun diwanti-wanti untuk siapkan mental kalau butuh waktu lama buat antri :P Tapi untuk keluarga terutama yang bawa anak-anak biasanya didahulukan jadi prosesnya lebih cepat.
Sebelum berangkat tak ada persiapan khusus sih, cuma memang siapkan beberapa potong abaya yakni gamis hitam yang sudah menjadi kelaziman untuk dipakai jika perempuan berada di ruang publik di Saudi. Pas datang kesinipun tak bisa bawa barang terlalu banyak karena keterbatasan bagasi, sementara kita cuma berdua, jadi ya sekebawanya aja. Karena sekarang di Khobar sendiri hampir segala kebutuhan orang Indonesia sudah tersedia, cuma bon cabe aja nih kayanya yang belum ada :D Kalau sekarang saya baru berangkat ke Khobar, mungkin selain boncabe saya akan bawa bumbu racik tempe yang banyak karena harganya mahal disini hehehe...
Sebelum saya datang, Aa udah mempersiapkan apartemen dan isinya yang utama seperti kamar tidur dan perlengkapannya, alat elektronik, meja makan, sofa dan alat dapur termasuk perintilan kaya piring sendok garpu meski belum banyak, jadi pas saya udah sampai Khobar tinggal melengkapi saja.
Untuk sekolah anak terus terang belum ada pengalaman karena belum ada anak hehehe... Tapi mengikuti perkembangan beberapa teman yang mengurusi sekolah anak, biasanya disini telepon dulu untuk cari informasi apakah ada seat atau gak. Rata-rata mereka bersekolah di international school, cukup banyak pilihan. Ada yang american, british dan ada pula yang ada sisipan agama Islamnya. Rata-rata teman yang suaminya satu kantor sama Aa menyekolahkan anak-anaknya di Manarat. Untuk lebih jelasnya memang harus langsung survey pas udah disini. Biasanya ada tes masuknya kalau mau sekolah disini, dan kayanya sih temen-temen pada bawa dokumen dari sekolah lama juga.
Untuk pakaian perempuan, lazimnya kita harus memakai abaya, bisa pakai cadar, tak pakaipun tak apa-apa. Beberapa teman perempuan ada juga tak gak pakai hijab. Buat saya memakai hijab disini jadi identitas kalau kita muslim. Bahkan di beberapa kesempatan jelas-jelas udah pakai hijab, eh masuk suka ditanya "are you muslim?"... Duh...? Tapi memang pernah liat ada teman non muslim yang kadang pakai jilbab juga kalau keluar rumah sendiri, mungkin untuk lebih terjaga.
Yang paling enak disini itu tak perlu khawatir mengenai makanan, inshaAllah semua halal, karena setau saya disini cukup ketat mengenai kehalalan dan kebersihan makanan. Masih lebih khawatir makan di Indonesia dibanding makan disini hehehe....
Untuk komunitas orang Indonesia sendiri alhamdulillah makin hari rasanya makin ramai. Disini bisa dijumpai pengajian keluarga ataupun pengajian ibu-ibu tapi semuanya harus ada afliasi ke Islamic Center. Biasanya teman terdekat adalah keluarga yang para suaminya bekerja di kantor yang sama, tapi tak menutup kemungkinan untuk bergaul di komunitas yang mempunyai interes yang sama.
Untuk ibu-ibu yang biasa nyetirin anaknya ke sekolah, dan kemana-mana bawa mobil siap-siap disupirin selalu, karena perempuan tak boleh nyetir disini alias jadi madam sajah hehe... Biasanya suami adalah supir pribadi keluarga :D Tapi jangan khawatir, ada juga taksi langganan yang inshaAllah sudah terpercaya, jemput ke rumah dengan tarif sekitar Khobar sekitar 20-15 riyal per tujuan. Kalau yang tinggal di compound biasanya sudah tersedia bis yang terjadwal untuk mengantar ibu-ibu ke suatu tujuan.
Rekreasi terdekat disini adalah daerah pantai dan sekitarnya. Biasanya kalau udara udah enak kita janjian untuk piknik di daerah kornis, taman tak jauh dari pantai. Sesekali barbeque-an di pinggir pantai sambil anak-anak berenang. Selain pantai tentunya mall juga jadi tempat berakhir pekan, apalagi kalau lagi sale itu ramainyaa... Karena disini kalau diskon beneran diturunkan harganya, bukan dinaikkan dulu untuk kemudian diturunkan :D
Oh iya, dari pengalaman pribadi dan juga ngobrol dengan beberapa teman, butuh waktu untuk merasa nyaman tinggal di Khobar. Awal-awal tinggal di Khobar biasanya agak-agak cultural shock, karena kebiasaan disini berbeda dengan di Indonesia. Ada yang pengen balik ke Indonesia, ada yang nangis tiap hari hihihi... Yah bisa dimaklumi sih karena banyak dari ibu-ibu yang ikut suaminya ke Khobar udah punya profesi sebelumnya di kampung halaman. Yang biasanya kerjaan rumah tangga di handle sama asisten rumah tangga, disini semuanya harus ditangani sendiri, yang biasa nyetir disini harus nunggu disetirin karena siang hari para suami kerja.
Tapi seiring waktu inshaAllah semuanya jadi terasa lebih mudah dan kami para ibu rumah tangga bisa merasa nyaman menghabiskan waktu di rumah :D Dan sekarang terkadang suka amazed juga kalau saya bisa menikmati pekerjaan rumah tangga seperti masak, nyuci piring, nyuci baju dan lain-lain, karena dulu hal tersebut yang paling malah saya lakukan, secara ada yang bantuin di rumah hehe...
Semoga "sedikit" informasi yang saya tulisan di postingan kali ini bisa memberikan sedikit bayangan mengenai tinggal di Khobar yang buat saya pribadi merupakan tempat yang nyaman untuk tinggal :)
Comments
Salam kenal saya Ulfa. Saya berencana untuk menyusul suami ke Al Khobar. Boleh tanya kegiatan di sana untuk ibu-ibu ngapain aja ya? Adakah pengajian khusus ibu-ibu atau komunitas-komunitas tertentu?
Kalau boleh tahu, ada referensi untuk apartemen yg bisa ditinggali di Al Khobar?
Terima kasih sebelumnya,
Salam
Untuk buibu disini, kegiatan di luar rumah ga jauh dari pengajian, arisan, kadang ngemall juga bareng buibu yg lain :) ada jg madrasah tahsin & tahfidz.
Untuk apartemen cukup banyak pilihan, biasanya sih tergantung budget. Ada di daerah downtown Khobar, rawabi, tuqbah, rakah dll. Biasanya harus lihat dan tanya2 langsung ke pengurus apt-nya kalau mau lebih jelas.
Halo mbak Lida,
Bolehkah Saya bertanya perihal sekolah anak. Kira2 sekolah apa yg recommended (primary school) yg biasa dipilih ibu2 Indonesia. Kemudian bagaimana persyaratan untuk masuk sekolah disana? Rencana mau pindah kessna membawa anak2.terimakasih