Ketika sedang browsing internet, tak sengaja saya bertemu dengan video tentang wawancara dengan salah satu selebritis yang telah mengeluarkan implan silikon di wajahnya. Seketika itu pula pikiran saya langsung bekerja tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kecantikan wajah dan rasa percaya diri, bagaimana tanggapan saya pribadi terhadap dua topik ini, bagaimana pendidikan dari orang tua dan keluarga dalam hal percaya diri, apakah saya merupakan individu yang percaya diri dan sebagainya.
Mungkin banyak yang beranggapan bahwa wajar bagi seorang artis untuk melakukan hal tersebut, karena wajah adalah modal, apalagi dengan ramainya pendatang baru yang lebih cantik, segar dan muda sedikit banyak mungkin membuat pendatang lama agak "terancam" hehe... Oke balik lagi ke topik utama tentang kecantikan dan percaya diri.
Saya pribadi, merasa sangat bersyukur berada di kondisi saya akan pemahaman yang berhubungan dengan penampilan dan rasa percaya diri. Berbagai macam proses dalam hidup telah saya lalui, sampai saya tiba pada satu pemahaman bahwa "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(QS Al-Hujurat:13)"
Buat saya, surat dalam Al-Quran tersebut mempunya makna yang dahsyat, bahwa tak masalah bagaimana rupamu, tak peduli dari mana kau datang, selama manusia berlomba-lomba untuk taat kepada Allah, maka dialah orang yang mulia disisi Allah. Apa lagi yang lebih dahsyat dari itu?
Maka ketika kita merasa tak percaya diri karena bentuk tubuh, rupa wajah, penghasilan, kepintaran dan hal-hal yang sudah Allah takdirkan kepada kita, ingatlah ayat ini, maka point of view kita tentang kemuliaan manusia akan bergeser kepada hal yang jauh lebih prinsip, lebih dalam bukan hanya kosmetik yang bersifat duniawi semata.
Growing up, saya adalah seorang yang pemalu terutama ketika harus bertemu dengan orang baru bahkan mungkin sampai sekarang :P tapi meski demikian, ketika situasi menuntut saya, maka inshaAllah saya pun serta-merta menjadi orang yang cukup pemberani dan pede-pede aje :D Orang tua saya tak pernah membicarakan tentang percaya diri, tapi dari kecil ketika saya belum sekolah SD, saya sudah dilatih oleh bapa rahimahullah untuk bisa berpidato di depan umum (meski pas hari H ketika mau naik mimbar, saya langsung nangis kaget banyak orang hahaha...).
Buat saya, percaya diri adalah sadar akan rupa dan merasa nyaman dengan itu. Setiap orang biasanya punya ciri khas gaya masing-masing maka orang yang percaya diri akan tau bagaimana menjadi diri sendiri... :)
Comments