Minggu lalu salah satu teman di khobar mengabarkan bahwa beliau butuh tenaga untuk menjaga stand Jaliyat Indonesia di acara One Nation, sebuah acara dakwah khusus perempuan. Detil dari acaranya sendiri saya tak terlalu "ngeuh", tapi acara seperti ini sepertinya sudah menjadi agenda rutin tahunan, karena sebelumnya pernah diadakan juga.
Acaranya diadakan selama tiga hari dari tanggal 13 Februari 2014 yakni hari kamis sampai sabtu. Saya mendapat jatah jaga hari jum'at karena teman saya berhalangan. Tapi untuk mengetahui medan acara maka saya ikut teman saya jaga hari kamis meski tak penuh sampai jam 9 malam.
Acaranya bertempat di gedung bernama "Cristal Hall" kalau dalam bahasa Inggris, tempat yang nyaman dekat kornis. Di pintu masuk ada para penjaga semacam askar perempuan untuk memeriksa tas karena telepon genggam yang berkamera tak boleh masuk, padahal pengen banget mengabadikan acara tersebut. Kamera tak boleh masuk karena kebiasaan acara perempuan di Saudi adalah pakai baju bebas alias tak memakai hijab dan cadar.
Di stand Jaiyat saya lihat hanya ada beberapa negara, sepertinya negara-negara yang mempunya tenaga kerja wanita di Khobar sini. Ada Indonesia, Filipina, Ethiopia, Srilanka dan Kenya seingat saya. Yang datang ke acara itu pun biasanya diantar oleh para majikan. Maka tak heran kalau pas hari jumat saya datang sendiri ditanya pakai bahasa arab yang kira-kira seperti ini "kesininya sama mama?" (mama sebutan untuk majikan perempuan) hihihii... Saya bilang aja pakai bahasa inggris "I'm here for ummu muhammad" :D
Stand Jaliyat terdiri dari satu meja bundar besar dan beberapa kursi melingkar. Kursi merah untuk mualimah-nya katanya hihihi... Jadi saya duduk di kursi merah tersebut. Panitia memberikan saya syal hijau dan tanda pengenal juga. Waktu bertugasnya dari jam 3.30 sore sampai jam 9 malam.
Dari pengamatan saya, para panitia atau aktifis yang terlibat di acara tersebut masih muda-muda dan baik-baik. Beberapa orang bahasa inggris nya bagus dan lancar... Senang melihat anak-anak muda yang semangat dalam kebaikan (ko kesannya ogut dah tuir heuheu). Selama dua hari disana ada pengumuman beberapa orang yang masuk Islam, masha Allah, Allahu Akbar!
Jadi ternyata tugas penjaga booth itu tak hanya nunggu orang terus ngobrol-ngobrol, kami diharuskan menyiapkan materi untuk "ceramah". Hari kamis teman saya yang banyak berbicara, saya cuma menimpali sedikit-sedikit. Hari jumat bagian saya jaga sendiri, belum sempat menyiapkan materi dan ternyata yang datang lumayan banyak. Jadi saat itu judulnya "mendadak ceramah". Karena hari jumat maka saya manfaatkan untuk membahas 10 ayat pertama surat Al-Kahfi, setelah sebelumnya berkenalan dulu. Disaat itulah saya merasa ilmu saya masih kurang sekali, maka tak lupa saya meminta maaf sebelumnya kepada ibu-ibu yang menyimak bahasan saya, dan meminta mereka untuk mengoreksi bila ada kesalahan.
Tak terlalu terasa sih kalau banyak orang yang datang, jadi bisa sekalian ngobrol dan berdiskusi. Bermacam-macam karakter mba-mba yang datang. Satu benang merah yang bisa diambil adalah, jika majikannya membawa khadimah ke acara tersebut, inshaAllah mereka adalah orang-orang yang paham agama. Selain mba-mba khadimat, ada pula beberapa teman orang Indonesia keturunan Yaman atau kita menyebutnya Hadromi yang tentunya berwajah arab tapi bisa berbahasa Indonesia karena mereka memang warga negara Indonesia bersuamikan orang Saudi, mereka adalah temannya teman saya juga.
Diakhir jam mau pulang pas hari jumat, ada seorang yang membawa khadimahnya ke stand dan berbicara dengan saya. Tadinya dia berbicara dalam bahasa arab (hadeuuh harus belajar bahasa arab neh), akhirnya saya bilang "do you speak english?" dia jawab "little", akhirnya dijelaskannyalah maksud dan tujuannya.
Ternyata dia bilang ke saya kalau khadimahnya itu belum mengerti mengenai masbuk, maka saya coba jelaskan ke mba tersebut... Mudahan bisa dimengerti dah :D
Alhamdulillah lumayan juga ada pengalaman berinteraksi dengan akhwat-akhwat saudi yang rata-rata baik sekali, sayang saya belum bisa bahasa arab, padahal merupakan satu keuntungan tersendiri bisa berkomunikasi dua arah, karena dari situ bisa dibangun saling pengertian antar bangsa *halah hahaha....
Comments