Skip to main content

Pelajaran Dari Seorang Kerabat

Beberapa hari yang lalu, tiba-tiba leher kiri menuju punggung kiri saya sakit. Awalnya sih masih bisa nengok, eh besokannya kok jadi tambah parah yah... Susah nengok terutama ke kiri, kalo kanan masih bisa dikit. Alhasil kalo nengok saya harus membawa serta badan saya hehehe... Lumayan sering saya tiba-tiba merasakan sakit-sakit yang alhamdulillah bisa sembuh sendiri. Setelah sebelumnya saya susah bernapas penuh dan biasanya itu indikasi kalo badan masuk angin. Dan setelah "menikmati" lebih dari seminggu alhamdulillah sembuh sendiri. Ada juga pernah atau sering yah mengalami sakit  pada bagian permukaan kulit, yang kalau di sentuh jadi ngilu gituh... Ga tau apa namanya, tapi Aa juga tau maksudnya. Dan setelah beberapa lama alhamdulillah sembuh dengan sendirinya atas ijin Allah tentunya .

Ketika sakit leher kemarin itu, pas berdekatan dengan Idul Adha. Dari beberapa hari sebelumnya udah rencana pengen bikin lontong, minimal sambal godog sama opornya lah kalo lontongnya ga ada. Tapi sehari sebelumnya, rasa sakit di leher lagi angot-angotnya... Mau tiduran dan bangun aja harus cari posisi yang pas. Lagi sakit gitu, saya dapat sms dari salah seorang kerabat... Dari sms dilanjut ke chatting di fb. Temanya adalah tentang sakit...

Intinya kerabat saya itu sedang diuji kesabarannya dan keluarganya oleh Allah Subhanahu wa Ta'aala... Dia terkena penyakit yang selama ini cuma saya lihat kalo nonton sinetron atau film, yakni kanker sel darah putih alias leukimia. Udah lama tak mendengar kabarnya, tiba-tiba saya dikejutkan oleh berita tersebut... Yaa Allah... Setelah sebelumnya salah satu anggota keluarganya juga berjuang dengan penyakit lain yang lumayan parah, dan sekarang giliran dia harus berjuang dengan penyakit yang menurut informasi harus diderita seumur hidup.

Tapi kita sih ngobrolnya biasa aja... Tak ada tanda-tanda mengeluh dari sodara saya itu, tak ada kata-kata menghujat Allah atas takdir kehidupannya, malah dia terdengar santai dan ikhlas menerima cobaan ini dengan lapang dada, kalau dia bilang "masa sama Allah ko ngambek :)". Saya yang saat itu sedang sakit leher dan menjadikan alasan untuk tiduran terus padahal saya bisa turun kedapur, langsung berasa "malu" hehehe... Meski leher sakit, tapi sebenarnya tak ada halangan bagi saya untuk beraktifitas... Saya menjadikan sakit leher yang tak seberapa itu alibi untuk berdiam diri .
 
Setelah beres chatting, saya langsung aja turun ke dapur mencoba bikin lontong pake plastik yang selanjutnya belum berhasil hhihi... Membuat sambal godog pedes dan opor ayam, tak lupa bakwan dan krupuk sebagai teman pelengkap. Harusnya saya bersyukur masih bisa "bercape-cape" didapur, meski sebenarnya ga cape sih hehehe, masih bisa mencuci dan menyetrika pakaian, menyuci piring, membereskan rumah meski tak tiap hari, masih bisa mijitin Aa sebelum tidur dan amalan-amalan lainnya yang meski kecil tapi membutuhkan kebugaran fisik (semoga saja amalan kecil dimata manusia tapi besar dihadapan Allah... aamiin).
 
Kita tak pernah tau, amalan kita yang mana yang akan "sampai" tercatat sebagai amal baik dalam buku catatan amal kita dihadapan Allah. Merasa diri ini ikhlas, tapi apakah sudah benar-benar ikhlas? Atau terkadang mempertanyakan keikhlasan orang lain, mengira orang lain tak ikhlas karena memberitakan perbuatan baiknya terhada sesama... Ahhh ketika kita disibukkan dengan menghisab diri sendiri, rasanya sangat sedikit waktu untuk menilai orang lain.

Hari itu saya mendapat pelajaran berharga dari salah seorang kerabat. Alhamdulillah sepertinya setiap hari selalu ada inspirasi dari sana-sini yang sedikit banyak membuat saya berproses (tentunya berharap proses ke arah yang lebih baik). Proses yang membuat saya kembali bersemangat untuk beraktifitas selama nikmat kesehatan ini diberikan oleh Allah azza wa jalla, karena nikmat sehat ini benar-benar tak bisa dihargakan dengan angka dan insyaAllah membuat saya semakin merasa bersyukur.

Comments

Popular posts from this blog

Pengeluaran Akhir Ramadhan…

Waktu Aa masi kerja di jakarta, paling seneng pas bulan puasa soalnya tengah bulan turun THR… hehehe… Kalo skarang karena base-nya international dan tak ada peraturan tentang THR, maka yaaa ga dapet THR :D Tapi ada tak ada THR, semangat sedekah harus jalan terusss… Apalagi di momen ramadhan yang berkah ini, insyaAllah Allah akan melipatgandakan berkahnya atas kebaikan yang kita lakukan. Saya udah bikin daftar pengeluaran THR… cara pandang terhadap pengeluaran sangat terasa signifikan terhadap perasaan. Kalo kita cuma liat daftar itu hanya sebagai pengeluaran biaya rasanya gimana gitu, beda dengan bila kita liat daftar tersebut sebagai pemasukan amal melalui sedekah dan berbagi. Ditambah lagi dengan kemuliaan bulan ramadhan menjadikan kita berharap bahwa Allah senantiasa meridhoi perbuatan kita dan dengan demikian menurunkan rahmat-Nya kepada kita… aamiin… Pengeluaran yang senantiasa kita lakukan pada hakikatnya adalah pemasukan bagi diri kita sendiri, itu kalo pengeluaran tersebut d...

Hasil Mudik 2025

Sekarang sudah bulan Agustus 2025, orang-orang masih pada summer break, Saya & Aa juga baru beres mudik ke Bogor kemarin, dan sekarang sedang menikmati panasnya Dhahran 😁. Kegiatan-kegiatan juga sedang libur jadi saya literally jadi pengangguran aja, yang ga banyak acara hihihii... Kemarin pulang dari mudik, kepala berasa pusing. Curiga darah tinggi maka cek tensi, dan benar saja tensi saya 146. Flasback ke beberapa hari sebelum mudik memang makannya ajaib alias banyak makan, plus ga olah raga dan kurang tidur juga. 2 hari sebelum terbang, kita nginep di hotel airport, karena berbarengan 4 orang mau terbang di dua hari berbeda dan tujuan berbeda, jadi daripada bolak-balik anter Bogor-Soetta jadilah kita nginep aja. Check in hari selasa, besok rabu saya melepas Aa balik ke Saudi (ya flight kami beda sehari 😆 dan siangnya anter ponakan yang mau kuliah di Surabaya di terminal 1. Besoknya giliran saya anter teteh saya yang mau balik ke US flight pagi, dan terakhir saya dilepas teteh ...

Cerita Dhahran?

Awal Oktober 2022 lalu saya dan Aa pindah rumah ke Dhahran, apakah blog ini harus ganti nama jadi ceritadhahran? hahahha…. Ga usah lah ya secara Khobar – Dhahran juga deket. Padahal di postingan terakhir juga saya postingnya dari Rakah yang bagian rumah saya notabene udah masuk area Dammam, jadi mari kita biarkan saja blog ini bernama ceritakhobar  Tak terasa juga Oktober mendatang udah mau setahun kami menempati rumah di Dhahran ini. Flashback ke tahun lalu yang merupakan salah satu tahun yang cukup hectic, tapi masih kalah hectic sih kalo dibandingin sama proses saya dan Aa balik lagi ke Saudi di musim pandemi hahahaha…. Setelah dari tahun 2010 sampai 2022 kami tinggal di apartemen sampe merasakan 6 apartemen, di 2 lokasi berbeda, alhamdulillah tahun kemarin kita dapet kesempatan tinggal di rumah “normal” dan ada garasi pula, secara di Bogor aja kita ga punya garasi hahaha…. Yang ada halaman depan dan belakangnya juga mashaAllah. Teman-teman yang lain tak sedikit yang berkebun sa...