Skip to main content

Pagi Ini

Saat ini pagi hari waktu saudi, di dapur menikmati sepotong muffin ditemani secangkir kecil kopi kapal api tubruk dengan gula tanpa susu dengan ipad dan blackberry disamping.... Tiba-tiba terbersit ingin menggoreskan sedikit kata-kata untuk sekedar mengungkapkan rasa syukur atas nikmat ini....
Saya pernah berkata bahwa dapur yang nyaman adalah surga dunia bagi para ibu-ibu... Alhamdulillah saya sedang menikmatinya, dapur ini bukan milik saya karena saya tinggal di apartemen yang juga bukan milik saya alias dibayarin sama kantor hehehe.... Mungkin seperti itulah perumpamaan kita hidup di dunia, meski sepertinya kita memiliki materi dimana uang untuk membelinya adalah dari hasil keringat sendiri, tapi pada hakikatnya semua itu hanya titipan dari Allah sebagai kendaraan untuk memiliki sesuatu hal yang lebih abadi... Pinjaman dari Allah yang senantiasa bisa ditarik kapan saja.
 
Kesuksesan untuk setiap orang definisinya berbeda-beda, tergantung cara mereka memandang hidup ini. Ada yang mengartikan bahwa sukses itu adalah memiliki rumah idaman, mobil yang nyaman, suami ganteng, istri cantik, anak-anak sehat, penghasilan 100juta per bulan, menjadi pemimpin suatu kaum dan lain sebagainya. Bukan masalah benar tidaknya, tapi kembali lagi ke individu masing-masing karena yang menurut seseorang sukses belum tentu menjadi ukuran sukses dimata orang lain.
Alangkah indahnya jika kesuskesan dunia yang bisa diukur dengan materi diiringi juga dengan kesuksesan investasi untuk akherat, karena kesuskesasn akherat hanya bisa dirintis ketika manusia masih bernafas didunia. Target, goal, tujuan, impian yang dituliskan dalam buku kita akan jauh lebih cantik bila didalamnya disertakan impian akan peningkatan diri dan keluarga, seperti contohnya: kita, pasangan kita dan anak-anak bisa menjadi hafidz (hapal Qur'an) dalam waktu 7 tahun, bisa tilawah harian minimal 1 juz perhari, sedekah terbaik untuk sesama, pergi haji dan mengajikan orang lain dan sebagainya...
 
Hidup di saudi ini seperti miniatur kehidupan di dunia, segalanya serba pinjaman dari kantor... Jika kerja kita bagus maka akan ada bonus tambahan, kalau kita ga disiplin dan belang-bentong jangan salahkan kantor kalau kita di "hukum" atau bahkan di "tendang" keluar dari perusahaan. Kalo kerja masih "enak", kalau kita dikeluarkan masih bisa cari kerjaan yang lain meskipun bisa dipastikan ga bakalan dapat surat rekomendasi karena dikeluarkan dengan tidak terhormat, lah kalo hidup? Mau berpaling kemana kita jika Allah sudah tak berkenan terhadap hamba-Nya? Hanya mengharap rahmat Allah melalui taubatan nasuha yang bisa menyelamatkan kita, itupun sebelum nafas sampai di kerongkongan.
 
Tak terasa, nongkrong di dapur sambil menikmati sarapan bisa menghasilkan sedikit tulisan... Rasa syukur tak terkira yang selalu ada menyebabkan apapun yang ada dihadapan kita terasa nikmat. Meski secara fisik saya "terkungkung" dalam sangkar emas *halah*, tapi pikiran dan perasaan masih bisa merasakan kebebasan, sehingga fisik pun terasa nyaman ngerem di rumah hehehehe....
Alhamdulillah saya juga masih "ditemani" oleh sodara dan teman yang selalu setia chatting lewat bbm, ada yang ngobrol ngalor ngidul doank yang bisa jadi obat karena pasti kita ketawa-ketiwi (kecuali dianya lagi curhat bete dan marah-marah sama orang lain hihihihi...), ada teman yang ingin brainstorming mengenai suatu hal, sampai merencanakan suatu acara kumpul-kumpul... Semuanya kebanyakan lewat bbm.... Makanya saya masih mikir berulang-ulang kalo harus ganti hp ke yang lain.
 
Kaya baru-baru ini iPhone 4S udah keluar (kalau sekarang iPhone 5 malah :p), seperti biasa Aa langsung nawarin saya mau beli ga? Kata saya kalo ada bbm nya saya mau deh hihihi.... Jadi inget suami saya, kalau ada gadget baru keluar, doi mah malah nawarin saya mau beli atau ga... yang saya tau dan lihat dari teman-teman, biasanya justru suaminyaa duluan yang pake gadget terbaru, ini malah kebalikannya hehehe. Dulu saya beli samsung galaxy tab, setelah harga iPad lebih masuk akal, saya ganti iPad dan Aa dengan senang hati menerima lungsuran galaxy tab saya heuheuheu... Aa juga udah nawarin sih mau beli bb yang lebih baru ga, jadi kalo saya beli nanti bb lama saya mau dia pake... Tapi rasanya belum ada kebutuhan buat saya beli bb baru, alhamdulillah sudah bisa mengendaikan hawa nafsu akan gadget hehehehe... :P.
 
Ah jadi ngalor-ngidul nih tulisannya... Sudah mau jam 10 pagi disini, saatnya ke kerjaan sampingan saya yakni koding atau programming alias bikin program.... Over and out! :)

Comments

Popular posts from this blog

Pengeluaran Akhir Ramadhan…

Waktu Aa masi kerja di jakarta, paling seneng pas bulan puasa soalnya tengah bulan turun THR… hehehe… Kalo skarang karena base-nya international dan tak ada peraturan tentang THR, maka yaaa ga dapet THR :D Tapi ada tak ada THR, semangat sedekah harus jalan terusss… Apalagi di momen ramadhan yang berkah ini, insyaAllah Allah akan melipatgandakan berkahnya atas kebaikan yang kita lakukan. Saya udah bikin daftar pengeluaran THR… cara pandang terhadap pengeluaran sangat terasa signifikan terhadap perasaan. Kalo kita cuma liat daftar itu hanya sebagai pengeluaran biaya rasanya gimana gitu, beda dengan bila kita liat daftar tersebut sebagai pemasukan amal melalui sedekah dan berbagi. Ditambah lagi dengan kemuliaan bulan ramadhan menjadikan kita berharap bahwa Allah senantiasa meridhoi perbuatan kita dan dengan demikian menurunkan rahmat-Nya kepada kita… aamiin… Pengeluaran yang senantiasa kita lakukan pada hakikatnya adalah pemasukan bagi diri kita sendiri, itu kalo pengeluaran tersebut d...

Hasil Mudik 2025

Sekarang sudah bulan Agustus 2025, orang-orang masih pada summer break, Saya & Aa juga baru beres mudik ke Bogor kemarin, dan sekarang sedang menikmati panasnya Dhahran 😁. Kegiatan-kegiatan juga sedang libur jadi saya literally jadi pengangguran aja, yang ga banyak acara hihihii... Kemarin pulang dari mudik, kepala berasa pusing. Curiga darah tinggi maka cek tensi, dan benar saja tensi saya 146. Flasback ke beberapa hari sebelum mudik memang makannya ajaib alias banyak makan, plus ga olah raga dan kurang tidur juga. 2 hari sebelum terbang, kita nginep di hotel airport, karena berbarengan 4 orang mau terbang di dua hari berbeda dan tujuan berbeda, jadi daripada bolak-balik anter Bogor-Soetta jadilah kita nginep aja. Check in hari selasa, besok rabu saya melepas Aa balik ke Saudi (ya flight kami beda sehari 😆 dan siangnya anter ponakan yang mau kuliah di Surabaya di terminal 1. Besoknya giliran saya anter teteh saya yang mau balik ke US flight pagi, dan terakhir saya dilepas teteh ...

Cerita Dhahran?

Awal Oktober 2022 lalu saya dan Aa pindah rumah ke Dhahran, apakah blog ini harus ganti nama jadi ceritadhahran? hahahha…. Ga usah lah ya secara Khobar – Dhahran juga deket. Padahal di postingan terakhir juga saya postingnya dari Rakah yang bagian rumah saya notabene udah masuk area Dammam, jadi mari kita biarkan saja blog ini bernama ceritakhobar  Tak terasa juga Oktober mendatang udah mau setahun kami menempati rumah di Dhahran ini. Flashback ke tahun lalu yang merupakan salah satu tahun yang cukup hectic, tapi masih kalah hectic sih kalo dibandingin sama proses saya dan Aa balik lagi ke Saudi di musim pandemi hahahaha…. Setelah dari tahun 2010 sampai 2022 kami tinggal di apartemen sampe merasakan 6 apartemen, di 2 lokasi berbeda, alhamdulillah tahun kemarin kita dapet kesempatan tinggal di rumah “normal” dan ada garasi pula, secara di Bogor aja kita ga punya garasi hahaha…. Yang ada halaman depan dan belakangnya juga mashaAllah. Teman-teman yang lain tak sedikit yang berkebun sa...