Skip to main content

Target, Goal, Tujuan...

Sekarang ini saya lagi suka maen Cityville di facebook, setelah sebelumnya memainkan beberapa game, sepertinya yang satu ini yang belum bosen hehehe... Kenapa ga bosen? karena di game itu para pemainnya selalu diberikan goal yang harus dicapai, dan dalam mencapainya perlu bantuan teman-teman lain untuk saling berkirim sesuatu yang dibutuhkan. Terkadang goal nya itu gampang karena semua bahan udah tersedia, tapi ga jarang juga goal nya lumayan susah dan butuh beberapa hari untuk menyelesaikan. Beberapa hari dsini maksudnya bukan beberapa hari mentengin tuh game lhooo hihihi... tapi butuh kesabaran sebelum proses mencapai goal itu "mateng"

Mungkin game cityville itu bentuk kecil dari hidup manusia secara keseluruhan. Tak sedikit orang yang mengeluh bosan dengan hidupnya karena tak tau tujuan dia hidup, ataupun kehilangan goal dalam hidupnya. Mungkin kalo udah gitu, hidup rasanya ga berguna... mungkin lhoooo... hehehe...

Buat seorang muslim sepertinya gampang-gampang saja menentukan tujuannya hidup di dunia, yakni untuk mencari Ridha Allah SWT dengan beribadah sesuai dengan tuntunan-Nya. "Dan Tidaklah Aku Menciptakan Jin dan Manusia Kecuali untuk Beribadah Kepada-Ku" (QS Adz Dzariyat : 56). Simpel, sederhana meski pada prakteknya banyak sekali godaan, cobaan dan ujian untuk melihat sejauh mana seorang hamba Allah benar-benar menjalankan tujuan hidupnya.

Dalam perjalanannya, biasanya seseorang membuat target jangka panjang dan jangka pendek dalam rangka mendukung target atau goal hidup. Ada yang bilang kalo target itu harus ditulis tangan, mungkin untuk lebih memacu diri, karena tangan merasakan waktu menulisnya, dan kalo lupa bisa dengan mudah diingatkan kembali dengan melihat tulisan tangan kita sendiri. Kalo kaka-kaka perempuan saya biasanya melafadzkan target masing-masing. Misalkan "taun ini saya mau bla bla bla... mau ini dan itu... " dan tentunya omongannya yang baik-baik, karena bisa jadi omongan kita adalah do'a.

Target manusia pada umumnya tentu saja ingin hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini... Untuk mewujudkannya dibutuhkan usaha, do'a dan tawakkal. Bukan cuma berangan-angan kemudian berharap semuanya akan magically tercapai. Justru proses mencapainya itu yang bisa membuat perubahan terutama pada diri sendiri dan bukan tak mungkin memberi efek buat orang yang terlibat dalam proses tersebut.

Dalam proses itu tak sedikit kita bertemu dengan peristiwa yang tak menyenangkan, bisa dalam skala kecil maupun besar, biasanya kalo udah gitu perasaan suka jadi BT klo istilah jaman sekarang mah. Tapi hendaknya tak perlu menghabiskan energi untuk mem-BT-i sesuatu hal, apalagi untuk hal-hal yang kecil... Lebih baik energi ini digunakan untuk melakukan suatu yang produktif. Pada banyak situasi kita mempunyai pilihan untuk BT atau tidak... Semua itu adanya di hati, sering-sering meminta kepada sang penggenggam hati, Allah Azza wa Jalla, untuk minta dibersihkan dari penyakit hati dan sebangsanya, karena bisa menggerogoti fisik dan mental secara tak sadar. Senantiasa melibatkan Allah dalam proses pencapaian target adalah suatu keniscayaan, sehingga tak ada perasaan sendiri dalam menjalani hidup.

Dengan menulis tulisan ini pun saya sedang berusaha untuk selalu mengingatkan diri sendiri untuk selalu fokus pada penyelesaian masalah, tekun dengan kebaikan, untuk berpikir baik dan positif, berharap tak ada ruang berkeluh kesah terhadap manusia lain, dan tak ada tempat untuk hal-hal negatif dalam diri saya... sehingga output yang saya hasilkan senantiasa output yang baik dan sukur-sukur bisa bermanfaat buat orang lain juga...

So, apapun target yang ingin dicapai dalam hidup, at the end of the day muara nya adalah ridha Allah... Semoga kita selalu istiqomah dijalan-Nya... aamiin

Comments

Popular posts from this blog

Pengeluaran Akhir Ramadhan…

Waktu Aa masi kerja di jakarta, paling seneng pas bulan puasa soalnya tengah bulan turun THR… hehehe… Kalo skarang karena base-nya international dan tak ada peraturan tentang THR, maka yaaa ga dapet THR :D Tapi ada tak ada THR, semangat sedekah harus jalan terusss… Apalagi di momen ramadhan yang berkah ini, insyaAllah Allah akan melipatgandakan berkahnya atas kebaikan yang kita lakukan. Saya udah bikin daftar pengeluaran THR… cara pandang terhadap pengeluaran sangat terasa signifikan terhadap perasaan. Kalo kita cuma liat daftar itu hanya sebagai pengeluaran biaya rasanya gimana gitu, beda dengan bila kita liat daftar tersebut sebagai pemasukan amal melalui sedekah dan berbagi. Ditambah lagi dengan kemuliaan bulan ramadhan menjadikan kita berharap bahwa Allah senantiasa meridhoi perbuatan kita dan dengan demikian menurunkan rahmat-Nya kepada kita… aamiin… Pengeluaran yang senantiasa kita lakukan pada hakikatnya adalah pemasukan bagi diri kita sendiri, itu kalo pengeluaran tersebut d...

Hasil Mudik 2025

Sekarang sudah bulan Agustus 2025, orang-orang masih pada summer break, Saya & Aa juga baru beres mudik ke Bogor kemarin, dan sekarang sedang menikmati panasnya Dhahran 😁. Kegiatan-kegiatan juga sedang libur jadi saya literally jadi pengangguran aja, yang ga banyak acara hihihii... Kemarin pulang dari mudik, kepala berasa pusing. Curiga darah tinggi maka cek tensi, dan benar saja tensi saya 146. Flasback ke beberapa hari sebelum mudik memang makannya ajaib alias banyak makan, plus ga olah raga dan kurang tidur juga. 2 hari sebelum terbang, kita nginep di hotel airport, karena berbarengan 4 orang mau terbang di dua hari berbeda dan tujuan berbeda, jadi daripada bolak-balik anter Bogor-Soetta jadilah kita nginep aja. Check in hari selasa, besok rabu saya melepas Aa balik ke Saudi (ya flight kami beda sehari 😆 dan siangnya anter ponakan yang mau kuliah di Surabaya di terminal 1. Besoknya giliran saya anter teteh saya yang mau balik ke US flight pagi, dan terakhir saya dilepas teteh ...

Cerita Dhahran?

Awal Oktober 2022 lalu saya dan Aa pindah rumah ke Dhahran, apakah blog ini harus ganti nama jadi ceritadhahran? hahahha…. Ga usah lah ya secara Khobar – Dhahran juga deket. Padahal di postingan terakhir juga saya postingnya dari Rakah yang bagian rumah saya notabene udah masuk area Dammam, jadi mari kita biarkan saja blog ini bernama ceritakhobar  Tak terasa juga Oktober mendatang udah mau setahun kami menempati rumah di Dhahran ini. Flashback ke tahun lalu yang merupakan salah satu tahun yang cukup hectic, tapi masih kalah hectic sih kalo dibandingin sama proses saya dan Aa balik lagi ke Saudi di musim pandemi hahahaha…. Setelah dari tahun 2010 sampai 2022 kami tinggal di apartemen sampe merasakan 6 apartemen, di 2 lokasi berbeda, alhamdulillah tahun kemarin kita dapet kesempatan tinggal di rumah “normal” dan ada garasi pula, secara di Bogor aja kita ga punya garasi hahaha…. Yang ada halaman depan dan belakangnya juga mashaAllah. Teman-teman yang lain tak sedikit yang berkebun sa...