Skip to main content

Ketika Dicaci-Maki...

Membaca berita akhir-akhir ini banyak sekali kejadian di tanah air. Kumpulan orang-orang baik yang saya kenal sedang dihantam oleh badai cobaan. Sepertinya wajar saja, karena kebanyakan jalan dakwah adalah berliku, penuh onak dan duri sehingga hanya jiwa-jiwa terpilih saja yang mampu istiqomah dijalan-Nya.

Banyak cibiran, caci-maki, hujatan dan bahkan hinaan datang kepada mereka... baik dari orang yang memang belum paham dan kenal secara mereka secara mendalam, maupun orang yang sangat mengenal mereka namun kemudian "berpisah". Dengan dalih mengkritik, sekarang ini terkadang tak jauh beda dengan memaki...

Ada suatu kisah yang patut dijadikan contoh ketika ada orang yang mencaci-maki kita... Kata-katanya saya dapatkan dari sebuah blog juga. Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa pada suatu hari Abu Bakar Ash Shiddiq duduk dekat Rasulullah saw dalam suatu majelis. Tiba-tiba datanglah seseorang lalu orang itu melepaskan beberapa caci-maki kepada Abu Bakar, dan Abu Bakar menjawab, kelihatan muka Rasulullah berubah menjadi marah, dan beliau terus berdiri meninggalkan majelis itu. Melihat Rasulullah saw berdiri, Abu Bakar pun berdiri mengikuti beliau. Lalu dia bertanya, "Orang itu memaki aku dan aku berdiam diri, sedang engkau tersenyum. Tetapi kemudian setelah makiannya itu keterlaluan dan aku menangkisnya, engkau kelihatan marah dan engkau segera berdiri meninggalkan majelis. Kenapa begitu?"

Rasulullah menjawab: “Seketika engkau berdiam diri mendengar kata-kata orang itu, Malaikat ada di sana dan dialah yang membalas makian orang itu; itu sebabnya aku tersenyum. Tetapi setelah engkau mulai menjawab, syaitan telah masuk ke dalam majelis itu. Tentu saja aku tidak mau duduk dalam satu majelis yang dihadiri oleh syaitan. Wahai Abu Bakar!” dan kata beliau selanjutnya, "Adalah tiga macam hak yang engkau terima dari Allah. Tidaklah seorang hamba yang dianiaya orang dengan suatu penganiayaan, lalu dia memberi maaf, melainkan pastilah Allah akan memuliakan hamba itu, dan berjanji akan membelanya. Dan tidaklah seorang hamba membuka pintu pemberian kepada Allah, melainkan Allah berjanji akan menambah untuknya lebih banyak."

Subhanallah, ternyata demikian adanya... Tentunya hal itu sangat sulit untuk kita lakukan. Kalo ada orang mencaci-maki bawaannya otomatis pengen langsung ngebales tuh orang... Tapi ternyata ada hal yang tak kita tau. Saat kita membalas perkataan orang yang mencaci-maki karena ingin membela diri, maka saat itu pula syetan datang, dan no wonder banyak hal terjadi diawali dari adu-mulut. Ada yang sampai berkelahi, tawuran sekampung, bahkan sampai saling bacok... Semua itu karena syetan sudah ikut campur tangan didalamnya.

Maka ketika ada yang berkata tak mengenakkan kepada kita, entah itu cacian, hinaan, ataupun yang lainnya, ingatlah kisah tersebut diatas. Jangan sampai kita sendiri yang mengundang datangnya syetan untuk ikut andil, karena Rosulullah SAW pun langsung pergi meninggalkan majlis yang didalamnya "ter-undang" syetan.

Pertanyaannya adalah, bisakah kita (baca: saya) melaksanakan hal ini??? Dapet perlakuan ga enak dari pelayan toko aja udah mengkel banget kayanya hihihi... Semoga dengan "membayangkan" adanya malaikat yang membela orang yang dianiaya bisa jadi trik ampuh untuk bisa lebih bersabar bila dihadapkan dengan situasi yang menuntut kita mengadu mulut...

Semoga kita semua menjadi hamba-hamba Allah yang selalu mempunyai kesabaran ekstra dalam menghadapi makhluk Allah yang lain... aamiin...

Comments

Popular posts from this blog

Pengeluaran Akhir Ramadhan…

Waktu Aa masi kerja di jakarta, paling seneng pas bulan puasa soalnya tengah bulan turun THR… hehehe… Kalo skarang karena base-nya international dan tak ada peraturan tentang THR, maka yaaa ga dapet THR :D Tapi ada tak ada THR, semangat sedekah harus jalan terusss… Apalagi di momen ramadhan yang berkah ini, insyaAllah Allah akan melipatgandakan berkahnya atas kebaikan yang kita lakukan. Saya udah bikin daftar pengeluaran THR… cara pandang terhadap pengeluaran sangat terasa signifikan terhadap perasaan. Kalo kita cuma liat daftar itu hanya sebagai pengeluaran biaya rasanya gimana gitu, beda dengan bila kita liat daftar tersebut sebagai pemasukan amal melalui sedekah dan berbagi. Ditambah lagi dengan kemuliaan bulan ramadhan menjadikan kita berharap bahwa Allah senantiasa meridhoi perbuatan kita dan dengan demikian menurunkan rahmat-Nya kepada kita… aamiin… Pengeluaran yang senantiasa kita lakukan pada hakikatnya adalah pemasukan bagi diri kita sendiri, itu kalo pengeluaran tersebut d...

Hasil Mudik 2025

Sekarang sudah bulan Agustus 2025, orang-orang masih pada summer break, Saya & Aa juga baru beres mudik ke Bogor kemarin, dan sekarang sedang menikmati panasnya Dhahran 😁. Kegiatan-kegiatan juga sedang libur jadi saya literally jadi pengangguran aja, yang ga banyak acara hihihii... Kemarin pulang dari mudik, kepala berasa pusing. Curiga darah tinggi maka cek tensi, dan benar saja tensi saya 146. Flasback ke beberapa hari sebelum mudik memang makannya ajaib alias banyak makan, plus ga olah raga dan kurang tidur juga. 2 hari sebelum terbang, kita nginep di hotel airport, karena berbarengan 4 orang mau terbang di dua hari berbeda dan tujuan berbeda, jadi daripada bolak-balik anter Bogor-Soetta jadilah kita nginep aja. Check in hari selasa, besok rabu saya melepas Aa balik ke Saudi (ya flight kami beda sehari 😆 dan siangnya anter ponakan yang mau kuliah di Surabaya di terminal 1. Besoknya giliran saya anter teteh saya yang mau balik ke US flight pagi, dan terakhir saya dilepas teteh ...

Cerita Dhahran?

Awal Oktober 2022 lalu saya dan Aa pindah rumah ke Dhahran, apakah blog ini harus ganti nama jadi ceritadhahran? hahahha…. Ga usah lah ya secara Khobar – Dhahran juga deket. Padahal di postingan terakhir juga saya postingnya dari Rakah yang bagian rumah saya notabene udah masuk area Dammam, jadi mari kita biarkan saja blog ini bernama ceritakhobar  Tak terasa juga Oktober mendatang udah mau setahun kami menempati rumah di Dhahran ini. Flashback ke tahun lalu yang merupakan salah satu tahun yang cukup hectic, tapi masih kalah hectic sih kalo dibandingin sama proses saya dan Aa balik lagi ke Saudi di musim pandemi hahahaha…. Setelah dari tahun 2010 sampai 2022 kami tinggal di apartemen sampe merasakan 6 apartemen, di 2 lokasi berbeda, alhamdulillah tahun kemarin kita dapet kesempatan tinggal di rumah “normal” dan ada garasi pula, secara di Bogor aja kita ga punya garasi hahaha…. Yang ada halaman depan dan belakangnya juga mashaAllah. Teman-teman yang lain tak sedikit yang berkebun sa...