Skip to main content

Berlapang Dada...

Beberapa waktu yang lalu, Aa pernah cerita mengenai perumpamaan orang yang ada di kamar mandi standar dan orang yang ada di lapangan bola. Keduanya dihadapkan pada situasi yang sama, yakni melihat tikus... Kayanya setiap orang bisa membayangkan reaksi kedua orang tersebut. Orang yang ada di kamar mandi pasti akan teriak-teriak heboh, tapi orang yang ada di lapangan bola pasti akan biasa aja...

Mungkin seperti itu perumpamaan orang yang hati nya sempit dan lapang. Jika dihadapkan pada situasi yang tak menyenangkan akan berbeda dalam menyikapinya. Mungkin setel-an default manusia adalah reaktif terhadap sesuatu yang tak menyenangkan, tapi reaktif nya ini yang bisa beda-beda tergantung kelapangan hati masing-masing.

Sifat lapang dada ini selalu ingin saya tanamkan dan pupuk, karena akan memudahkan saya dalam memenej hati kala dihinggapi sesuatu hal yang tak menyenangkan dari perlakuan orang lain terhadap kita. Contohnya, lagi-lagi, ketika ada orang yang ngomongin ini itu dibelakang yang kesannnya negatif, maka saya akan bereaksi biasa aja terhadap berita seperti itu. Bisa aja sih saya klarifikasi langsung sama orangnya, tapi buat apa? Ga ada poin penting yang saya lihati disitu... Mendingan koding aja deh, dapet kegiatan sama dapet penghasilan huehehehe...

Salah satu contoh lain adalah perbedaan kebudayaan waktu saya tinggal di bogor dan tinggal di saudi. Saya merasakan kalo orang indonesia itu benar-benar ramah dan friendly, kerasa bedanya waktu disini. Pelayanan yang saya terima dari misalkan kasir supermarket disini dan di indonesia suka berbeda dalam hal keramahan dan servis. Kalo kita belanja di supermarket bogor dan di barangnya tak ada tag harga, maka kasir akan memanggil petugas lain untuk cek harga, meski itu berarti harus menunggu... Tapi kalo disini mah lupain aja kalo di barang yang akan dibeli ga ada tag harganya, ga ada yang mau ngecek manual... Dalam hal kecil seperti itu aja kadang kita suka dongkol jika terbiasa mendapatkan pelayanan yang bagus... Tapi dengan berlapang dada lama-lama juga biasa dan dibawa santai aja.

Dalam hal jodoh, sepertinya siapapun harus berlapang dada jika ikatan pernikahan sudah dilafadzkan. Menerima kekurangan dan kelebihan suami atau istri adalah bagian dari itu. Menerima kenyataan bahwa kita menikah atau tidak menikah dengan seseorang juga merupakan hal yang penting karena disitu lah letak iman kita terhadap Qadha dan Qadar Allah... Kalo selama bertahun-tahun seseorang masih aja mempermasalahkan, mempertanyakan, menggunjingkan tentang kenapa dia tak menikah dengan si A, atau kenapa si A malah menikah dengan si B sementara dia sendiri udah settle down dengan keluarganya, menurut saya itu udah ga sehat, something's wrong dengan orang seperti itu... Itu hanya sebagian kecil dari contoh sehari-hari yang dengan berlapang dada maka akan memudahkan diri kita sendiri.

Ada satu orang yang saya kagumi dalam hal ini, saya mengikuti twitter-nya pak anis mata, dimana disitu beliau sering kali dihujat, dipertanyakan macem-macem tapi sepertinya tak pernah sekalipun saya baca nada kemarahan dari kata-katanya, santai banget dah. Hmmm... kapan yah saya bisa seperti itu? hehehe... Kayanya hidupnnya tenang banget mo ngadepin apapun...

Tulisan ini khusus saya tujukan buat diri sendiri agar selalu berlapang dada dengan kejadian yang tak mengenakkan... Selalu bersabar atas perlakuan yang itu-itu lagi selama 8 tahun terakhir ini, meskipun tak secara langsung tapi buat saya cukup membosankan juga wkwkwkk.... Allah mah maha adil dan maha bijaksana. Semua saya serahkan saja sama Allah...

Comments

Popular posts from this blog

Pengeluaran Akhir Ramadhan…

Waktu Aa masi kerja di jakarta, paling seneng pas bulan puasa soalnya tengah bulan turun THR… hehehe… Kalo skarang karena base-nya international dan tak ada peraturan tentang THR, maka yaaa ga dapet THR :D Tapi ada tak ada THR, semangat sedekah harus jalan terusss… Apalagi di momen ramadhan yang berkah ini, insyaAllah Allah akan melipatgandakan berkahnya atas kebaikan yang kita lakukan. Saya udah bikin daftar pengeluaran THR… cara pandang terhadap pengeluaran sangat terasa signifikan terhadap perasaan. Kalo kita cuma liat daftar itu hanya sebagai pengeluaran biaya rasanya gimana gitu, beda dengan bila kita liat daftar tersebut sebagai pemasukan amal melalui sedekah dan berbagi. Ditambah lagi dengan kemuliaan bulan ramadhan menjadikan kita berharap bahwa Allah senantiasa meridhoi perbuatan kita dan dengan demikian menurunkan rahmat-Nya kepada kita… aamiin… Pengeluaran yang senantiasa kita lakukan pada hakikatnya adalah pemasukan bagi diri kita sendiri, itu kalo pengeluaran tersebut d...

Hasil Mudik 2025

Sekarang sudah bulan Agustus 2025, orang-orang masih pada summer break, Saya & Aa juga baru beres mudik ke Bogor kemarin, dan sekarang sedang menikmati panasnya Dhahran 😁. Kegiatan-kegiatan juga sedang libur jadi saya literally jadi pengangguran aja, yang ga banyak acara hihihii... Kemarin pulang dari mudik, kepala berasa pusing. Curiga darah tinggi maka cek tensi, dan benar saja tensi saya 146. Flasback ke beberapa hari sebelum mudik memang makannya ajaib alias banyak makan, plus ga olah raga dan kurang tidur juga. 2 hari sebelum terbang, kita nginep di hotel airport, karena berbarengan 4 orang mau terbang di dua hari berbeda dan tujuan berbeda, jadi daripada bolak-balik anter Bogor-Soetta jadilah kita nginep aja. Check in hari selasa, besok rabu saya melepas Aa balik ke Saudi (ya flight kami beda sehari 😆 dan siangnya anter ponakan yang mau kuliah di Surabaya di terminal 1. Besoknya giliran saya anter teteh saya yang mau balik ke US flight pagi, dan terakhir saya dilepas teteh ...

Cerita Dhahran?

Awal Oktober 2022 lalu saya dan Aa pindah rumah ke Dhahran, apakah blog ini harus ganti nama jadi ceritadhahran? hahahha…. Ga usah lah ya secara Khobar – Dhahran juga deket. Padahal di postingan terakhir juga saya postingnya dari Rakah yang bagian rumah saya notabene udah masuk area Dammam, jadi mari kita biarkan saja blog ini bernama ceritakhobar  Tak terasa juga Oktober mendatang udah mau setahun kami menempati rumah di Dhahran ini. Flashback ke tahun lalu yang merupakan salah satu tahun yang cukup hectic, tapi masih kalah hectic sih kalo dibandingin sama proses saya dan Aa balik lagi ke Saudi di musim pandemi hahahaha…. Setelah dari tahun 2010 sampai 2022 kami tinggal di apartemen sampe merasakan 6 apartemen, di 2 lokasi berbeda, alhamdulillah tahun kemarin kita dapet kesempatan tinggal di rumah “normal” dan ada garasi pula, secara di Bogor aja kita ga punya garasi hahaha…. Yang ada halaman depan dan belakangnya juga mashaAllah. Teman-teman yang lain tak sedikit yang berkebun sa...