Haji adalah arafah, begitu sabda Rasulullah SAW. Inti dari ibadah haji adalah wukuf atau berdiam diri di arafah, dari yang sehat sampai yang sakit kalo perlu ditandu atau dibawa pake ambulance ke arafah. Bagi yang tidak berhaji maka disunnahkan untuk berpuasa pada hari itu.
Tanggal 9 dzulhijjah bertepatan dengan 15 november. Dari tenda di mina kita diinstruksikan untuk bersiap-siap jam 1 pagi. Kemudian bersama-sama berangkat menuju arafah dengan menggunakan kereta makkah metro. Ini kali pertama saya dan teman-teman yang lain menggunakan kereta tersebut. Tiketnya berbentuk panjang yang bisa digelangkan, dan tak akan rusak jika kena air. Rombongan kita dapet tiket warna ijo, saya liat ada juga jamaah dari rombongan lain yang dapet kuning atau merah. TIketnya berlaku untuk 7 hari, jadi kita harus bener-bener menjaga biar ga ilang… Kalo ilang, siap-siap nangis bombay heuheuheu
Jarak dari tenda mina ke stasiun tak terlalu jauh, cukup dengan berjalan kaki. Nama stasiun nya adalah Muzdalifah 3. Jangan bayangin antriannya dengan kereta di bogor atau jakarta yah, buat ngantrinya dibikin panjang dan bertingkat supaya bisa muat orang banyak.
Penjaganya banyak, ga cuma satu dua… Ada orang cina juga sepertinya, karena makkah metro itu katanya buatan cina. Tiap mo masuk stasiun kita disuruh nunjukin tiket (ya iya lah hihihi…). Saat itu ga cuma rombongan dari Islamic Center Indonesia aja yang naik kereta, jadi yang antri juga banyak. Alhasil di dalam kereta juga berdesakan, ga dapet duduk…
Yang lama itu ngantrinya, naik kereta nya sih sebentar paling skitar 10-15 menit udah nyampe arafah. Keadaan masih gelap, belum datang waktu subuh, seperti biasa ikhwan dan akhwat dipisah, saya bareng temen-temen setenda yang lain cari tenda. Ga lama dapet, dan kita berdiam disitu.
Karena belum subuh, saya memutuskan untuk tidur dulu, karena lagi ga solat juga… yang lain ada yang solat ada juga yang langsung tidur, lumayan buat ngumpulin tenaga. Dulu mikir di arafah ga ada toilet, tapi ternyata ada beberapa toilet tersedia, dan sepertinya sih baru dibikin banget karena semennya juga masih belum terlalu kering, selain itu ga ada atap… suka ngeri keliatan kalo helikopter lagi lewat… hihihi
Kondisi tenda berkarpet, dan ga jauh dari toilet, cukup memudahkan bila pengen kebelakang. Ba’da subuh seperti biasa berdzikir dan berdo’a. Jadi kerjaan di arafah itu cuma dzikir, do’a, tilawah, solat, makan, dan ke belakang ajah
.
Jam 9.25 ada khutbah arafah yang dibawakan oleh Abu Maryam, tentunya menerangkan tentang haji dan wukuf di arafah. Banyak kabar gembira untuk orang-orang yang berhaji salah satunya adalah sabda Rosulullah SAW:
- "Barang siapa berhaji di Baitullah, kemudian dia tidak berkata-kata kotor atau berbuat dosa, ia kembali dari haji seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya." (HR Bukhari dari Abu Hurairah).
- "Haji mabrur itu tidak ada balasan lain, kecuali surga." (HR Nasai dari Abu Hurairah).
Yaa Allah… semoga kami layak mendapatkan janji-Mu itu… aamiin…
Pada waktu wukuf, solat dzuhur & ashar di jama qashar. Setelah solat disediakan makan siang dan minum teh tarik… Subhanallah nikmatnyaaaa… (kayanya klo masalah makan ko nikmat mulu yak… hihihi…). Prinsip saya selama hajian adalah, makan apa yang disajikan, ga ada kata-kata mengeluh, komplain atau apapun itu dan Alhamdulillah hasilnya setiap makan selalu nikmat
.
Setelah makan, maka waktunya untuk menyendiri dengan Allah… Meskipun dikiri kanan ada orang, tapi saat itu yang terpikir hanyalah dosa-dosa diri sendiri, saatnya memohon ampunan Allah, bertobat, memohon rahmat dan karunia-Nya atas diri yang berlumuran dosa ini. Masing-masing kami sibuk sendiri-sendiri… Isak tangis terdengar, tak ada pikiran tentang dunia di kepala kami.
Dengan begitu banyak nikmat dan karunia yang telah Allah berikan kepada hamba-Nya, saya masih bertanya apakah saya sudah cukup menjadi hamba Allah yang bersyukur…? Apakah saya cukup pantas mendapatkan ampunan-Nya? Hanya doa penuh harap yang bisa kami panjatkan saat itu… istigfar dan istigfar tak putus-putusnya kami lafadzkan…
Tak lupa pula kami berdo’a memohon kepada Allah azza wa jalla… Baik do’a pribadi maupun do’a yang dititipkan oleh sodara dan teman kepada kami, dengan besar harapan bahwa Allah akan mengijabah do’a-do’a kami… Sungguh nikmat saat itu, seluruh perasaan tumpah ruah hanya kepada Allah, dari mulai mohon ampun, do’a, curhat, dan mengeluarkan unek-unek hanya kepada Allah semata… ga peduli dengan sekeliling, karena yang lain pun sedang berkonsentrasi dengan dirinya masing-masing. Ah... rasanya ingin tiap tahun diberikan kesempatan berhaji oleh Allah SWT... bermunajat di arafah sungguh-sungguh tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Mungkin itu gambaran kecil waktu manusia dikumpulkan di padang mahsyar nanti, bahwa setiap manusia sudah tak memperdulikan siapa-siapa lagi… udah ga inget orang tua, anak, suami, istri, sodara, tetangga… Masing-masing akan merasa khawatir tentang dirinya sendiri… wallohu a’lam.
Tak terasa, magrib sudah datang… saatnya kita yang wukuf di arafah untuk keluar dari sana. Keluar dari tenda arafah jam 7 malam, untuk sholat magrib & isya sunnah-nya di jama qashar nanti di muzdalifah.
Seperti biasa antri lagi buat naik kereta. Nyampe di muzdalifah kita beli tiker dua… mungkin lebih nyaman kalo kita bawa tenda, karena untuk perempuan bisa lebih terjaga waktu nginep di luar.
Ternyata kita balik dulu ke tenda di Mina, karena ternyata tenda kita di mina itu dekat dengan Muzdalifah. Setelah siap-siapin barang yang mo dibawa nginep, maka kita ke Mudzlifah… Alhamdulillah ketemu temen-temen yang berkluarga juga, beberapa pasangan suami-istri, akhirnya kita gabung mereka nginep di luar ruangan sampe subuh.
Suasana sekitar tempat mabit di Muzdalifah rame banget. Banyak juga jemaah haji yang “ngoboy” berangkat swadaya sendiri tanpa ikut agen atau bimbingan. Biasanya mereka pada bawa tenda tuh… Daerah Muzdalifah situ banyak tempat minum bertebaran, jadi jangan khawatir kekurangan minum, toilet juga banyak…
Alhamdulillah tidur beratapkan langit nyenyak juga, sampe-sampe jilbab saya udah merengsek ke arah kepala semua hohoho… untung ga sampe lepas tuh jilbab. Sebelum subuh orang-orang udah pada bangun, pada solat malam… Ga lama subuh, mereka pada berjamaah. Ba’da subuh saya & Aa tinggal sebentar buat dzikir pagi sementara yang lain udah pada balik ke tenda. Abis itu balik ke tenda dan agenda selanjutnya adalah lempar jumroh… (bersambung)
Tips:
- Bawa tenda buat nginep di Muzdalifah, kalo pun ga bawa minimal ada tiker, satu orang satu tiker. Kemarin beli satu harganya 10 riyal.
- Sebelum ke arafah, pastikan perut dalam keadaan bersahabat, karena kemarin ada beberapa teman yang aga-aga diare, jadinya di arafah sering bulak-balik ke toilet.
- Sempatkan tidur di arafah kalo nyampe sebelum dzuhur, lumayan buat ngumpulin tenaga.
- Lagi-lagi di arafah ada kemungkinan kita bareng sama bangsa lain, jadi seperti biasa kembangkan sikap toleransi dan selalu ingat bahwa budaya masing-masing bangsa mungkin tak sama
Comments