Belum lagi kedua kaki seorang hamba bergerak pada hari kiamat, ditanyalah tentang usianya, dihabiskan untuk apa; tentang ilmunya, digunakan untuk mengerjakan apa; tentang hartanya, diperoleh dari mana dan dibelanjakan untuk apa; tentang badannya, digerakkan untuk apa." (HR Tirmidzi)
Klo udah disibukkan dengan rutinitas kehidupan sehari-hari, terkadang suka lupa hal-hal yang menyangkut tanggung jawab terhadap hal-hal yang kita raih. Waktu terasa mengalir dengan cepat dan kerap merasa kurang. Merasa ilmu, harta, waktu, badan adalah hak milik pribadi seutuhnya. Padahal di hari kiamat nanti setiap individu bakal ditanya tentang semua yang telah dilakukannya.
Begitu diingatkan dengan hadist diatas langsung merasa was-was... Di usia yang sudah kepala tiga ini, apa yang sudah saya lakukan untuk bekal di akhir kelak? Saya hanya seorang istri yang mengandalkan gaji suami. Hmm... kedengerannya pesimis sekali yah? hehe...
Setiap manusia udah ada rejekinya masing-masing, kalo saya ga kerja untuk mencari nafkah itu berarti salah satu pintu rejeki saya diberikan Allah lewat suami saya
Maka saya perlu memastikan bahwa segala sesuatu yang saya makan, pakai, dan gunakan diperoleh dari jalan halal dan baik. Jadi saya sebagai istri juga ikut membantu dan mendoakan suami untuk selalu istiqomah dalam mencari nafkah yang halal. Harta belum tentu menjadi rejeki, tergantung mau kita makan semua atau sebagiannya dijadikan sebagai ladang amal baik untuk bekal di akherat kelak.
Ilmu pun akan ditanya... Untuk yang satu ini, kadang saya suka malu sendiri. Ga kerja kantoran atau ngerjain project-project freelance bikin saya merasa bahwa ilmu yang saya punya menjadi tak berguna. Butuh dorongan ekstra untuk berkarya membuat sesuatu yang bermanfaat dalam bidang yang saya kuasai. Biasanya Aa orang pertama yang paling aktif menyemangati saya buat koding membuat sesuatu, tak melulu buat menghasilkan uang tapi lebih ke membuat sesuatu yang bisa berguna minimal untuk diri sendiri...
Semua akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Azza wa Jalla, sampai badan dan bagian-bagian indera yang menempel pun akan dimintai pertanggungjawabannya. Kadang suka ga merasa klo kita juga bisa mendzolimi diri sendiri dengan membiarkan makanan tak sehat masuk hanya karena rasanya yang enak tenan
Membiarkan badan tak berolah raga karena kemalasan juga sepertinya udah jadi hal biasa... Harus mendorong diri sendiri untuk bisa lebih menjaga badan yang udah diamanahkan Allah ini dan melakukan hal-hal baik dengannya...
Ya Allah ampuni kami yang senantiasa mendzolimi diri sendiri... Beri kami memampuan untuk bisa lebih memberdayakan diri kami sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang berguna dan bisa diperhitungkan dihadapan-Mu kelak... aamiin...
Comments