Skip to main content

Gelombang Berikutnya...

Udah beberapa saat ini saya perhatikan berita melalui status orang-orang di fb dan twitter. Hal yang umum disampaikan adalah hujan dan macet. Cuaca yang ekstrim akhir-akhir ini bikin banyak daerah di indonesia mengalami berbagai macam fenomena alam. Mulai dari tanah longsor, banjir dan yang paling baru adalah gempa dan tsunami mentawai serta gunung meletus merapi.

Saya lihat ada beberapa pandangan berbeda dalam menanggapi berbagai fenomena yang menimpa tanah air ini. Pihak pertama adalah yang murni melihat hal ini dari sisi logika, dengan mengetengahkan pemaparan ilmu pengetahuan mengenai letak geologi indonesia yang berada di barisan gunung berapi yang aktif, dan menyatakan bahwa semua yang terjadi itu murni karena proses alam, dan ada pula yang mengatakan di akun twitternya bahwa "Menghubungkan bencana alam dengan agama sangat menyesatkan rakyat".

Pandangan lain adalah yang melihat disaster ini dari sisi agama, bahwa apa yang dilakukan manusia akan berdampak kepada manusia itu sendiri. Ustadz Didin Hafidhuddin dalam twitternya mengatakan "Kadangkala musibah terjadi sebagai teguran Allah karena manusia mengingkari ketentuan-Nya. Dalam mensikapi musibah-musibah yg terjadi sekarang ini janganlah menyalahkan alam. Alam adalah makhluk Allah yang tunduk pada segala aturan & ketentuan-Nya".

Allah memberikan akal dan pikiran kepada manusia untuk berfikir. Dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki, manusia mampu mengeksplorasi dan bahkan mengeksploitasi alam sedemikian rupa. Namun sudah sunnatulloh bahwa alam pun mempunyai mekanismenya tersendiri untuk menyeimbangkan keadaannya dan alam tunduk kepada ketentuan Allah.

Apakah semua ini azab atau ujian? Hanya Allah yang maha tahu. Tugas kita adalah gimana menyikapi hal yang terjadi kepada diri dan lingkungan kita. Mungkin dengan kejadian ini kita menjadi bangsa yang lebih baik, tumbuh solidaritas antar sesama manusia, tak melulu bertikai dan berbantah-bantahan.

Sekarang saatnya kita bahu-membahu dan melakukan aksi sesungguhnya. Ternyata masi banyak ko sodara sebangsa yang peduli yang langsung turun ke lapangan dan membantu proses evakuasi, sementara yang lain ikut mendo'akan para korban yang meninggal, luka-luka dan yang mengungsi. Untuk yang jauh masih bisa ikut menyumbangkan sedikit hartanya dan berharap menjadi amal soleh di hadapan Allah kelak.

Rasanya sekarang kata-kata yang perlu diucapkan oleh bangsa ini adalah kata-kata yang baik, positif. Bukan hanya keluhan, hujatan, dan caci-maki karena itu ga akan mengubah apa-apa. Dengan twit orang tentang bangsa indonesia adalah bangsa yang kuat dan bisa bangkit aja udah bisa menularkan efek positif bagi yang membacanya. InsyaAllah harapan itu masih ada.... :-)

Comments

Popular posts from this blog

Pengeluaran Akhir Ramadhan…

Waktu Aa masi kerja di jakarta, paling seneng pas bulan puasa soalnya tengah bulan turun THR… hehehe… Kalo skarang karena base-nya international dan tak ada peraturan tentang THR, maka yaaa ga dapet THR :D Tapi ada tak ada THR, semangat sedekah harus jalan terusss… Apalagi di momen ramadhan yang berkah ini, insyaAllah Allah akan melipatgandakan berkahnya atas kebaikan yang kita lakukan. Saya udah bikin daftar pengeluaran THR… cara pandang terhadap pengeluaran sangat terasa signifikan terhadap perasaan. Kalo kita cuma liat daftar itu hanya sebagai pengeluaran biaya rasanya gimana gitu, beda dengan bila kita liat daftar tersebut sebagai pemasukan amal melalui sedekah dan berbagi. Ditambah lagi dengan kemuliaan bulan ramadhan menjadikan kita berharap bahwa Allah senantiasa meridhoi perbuatan kita dan dengan demikian menurunkan rahmat-Nya kepada kita… aamiin… Pengeluaran yang senantiasa kita lakukan pada hakikatnya adalah pemasukan bagi diri kita sendiri, itu kalo pengeluaran tersebut d...

Hasil Mudik 2025

Sekarang sudah bulan Agustus 2025, orang-orang masih pada summer break, Saya & Aa juga baru beres mudik ke Bogor kemarin, dan sekarang sedang menikmati panasnya Dhahran 😁. Kegiatan-kegiatan juga sedang libur jadi saya literally jadi pengangguran aja, yang ga banyak acara hihihii... Kemarin pulang dari mudik, kepala berasa pusing. Curiga darah tinggi maka cek tensi, dan benar saja tensi saya 146. Flasback ke beberapa hari sebelum mudik memang makannya ajaib alias banyak makan, plus ga olah raga dan kurang tidur juga. 2 hari sebelum terbang, kita nginep di hotel airport, karena berbarengan 4 orang mau terbang di dua hari berbeda dan tujuan berbeda, jadi daripada bolak-balik anter Bogor-Soetta jadilah kita nginep aja. Check in hari selasa, besok rabu saya melepas Aa balik ke Saudi (ya flight kami beda sehari 😆 dan siangnya anter ponakan yang mau kuliah di Surabaya di terminal 1. Besoknya giliran saya anter teteh saya yang mau balik ke US flight pagi, dan terakhir saya dilepas teteh ...

Cerita Dhahran?

Awal Oktober 2022 lalu saya dan Aa pindah rumah ke Dhahran, apakah blog ini harus ganti nama jadi ceritadhahran? hahahha…. Ga usah lah ya secara Khobar – Dhahran juga deket. Padahal di postingan terakhir juga saya postingnya dari Rakah yang bagian rumah saya notabene udah masuk area Dammam, jadi mari kita biarkan saja blog ini bernama ceritakhobar  Tak terasa juga Oktober mendatang udah mau setahun kami menempati rumah di Dhahran ini. Flashback ke tahun lalu yang merupakan salah satu tahun yang cukup hectic, tapi masih kalah hectic sih kalo dibandingin sama proses saya dan Aa balik lagi ke Saudi di musim pandemi hahahaha…. Setelah dari tahun 2010 sampai 2022 kami tinggal di apartemen sampe merasakan 6 apartemen, di 2 lokasi berbeda, alhamdulillah tahun kemarin kita dapet kesempatan tinggal di rumah “normal” dan ada garasi pula, secara di Bogor aja kita ga punya garasi hahaha…. Yang ada halaman depan dan belakangnya juga mashaAllah. Teman-teman yang lain tak sedikit yang berkebun sa...