Semalem “flash back” lewat facebook… Hebat juga tuh fb bisa liat wall dari awal kita join sampe hari ini. Saya bisa liat status, mood, komen, foto dan catatan di hari-hari saya dari skitar tahun 2008… karena klo ga salah, saya baru join dari tahun itu.
Dulu status fb saya banyak di dominasi oleh kata-kata berita, seperti “ngantug, laper, bored, online, hujan, pusingpala, batuk, dll… ” saya ingat juga waktu-waktu dimana saya lagi kangen sama Aa yang sedang di saudi pada waktu itu, perasaan bahagia karena ngumpul lagi sama Aa, perasaan seneng hanya karena suami nulis di wall kita cuma dengan tulisan “say…”, sampe perasaan ilfil sama seseorang… semuanya bisa tersirat di wall kita hehehe…
Apa yang kita tulis di fb masi bisa kita hapus… notes, status, komen, foto semuanya bisa saja di “remove” dari wall fb kita… tapi peristiwa asli-nya dalam kehidupan kita yang sesungguhnya tak bisa begitu saja dengan mudah dihapus dari ingatan. Ketika merasa bahagia, rasa itu bisa muncul bila kita ingat peristiwa yang membahagiakan, demikian pula vila ada rasa sakit, pasti rasa itu akan selalu teringat… meskipun mungkin kata orang “time heals everything”.
Tapi apapun yang ada di belakang dan sudah terjadi, tetep aja tak akan bisa di ubah… Meskipun memori tentang segala kejadian akan selalu intact di ROM kita. Perkataan, tulisan, perbuatan yang sudah kita keluarkan akan selalu diingat, tak bisa di tarik ulang. Yang bisa kita lakukan adalah menarik pelajaran berharga dari setiap kejadian… yang menyenangkan ataupun tidak :)
Live goes on… mau kita meratapi nasib ataupun tidak hidup tetep jalan. Tinggal kita yang memutuskan akan berjalan di tempat, atau membuat diri kita lebih baik dari kemarin. Menjadi lebih baik pun bisa jadi merupakan sebuah proses yang panjang, yang tak hanya terjadi dalam semalam… Hidayah & rahmat Allah sangat berperan untuk menjadikan kita seseorang yang lebih baik.
Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang selalu mendapat rahmat & hidayah dari Allah… aamiin
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. An-Nuur 24:21)
Comments