
Untuk ukuran usia manusia, angka tujuh adalah angka yang masih kecil, anak-anak, baru masuk SD. Angka dimana waktu itu kalo saya sih udah SD kelas dua, karena masuk SD nya waktu umur 6 tahun hehehe... Masih belum tau banyak tentang ini itu apalagi tentang kehidupan.
Tapi angka tujuh untuk ukuran pernikahan bisa relatif. Ada yang bilang masih sebentar karena terasa seperti baru kemarin sore, ada yang bilang waktu yang lama bila pasangan suami istri belum dikaruniai anak. Tapi buat saya, tujuh tahun masih serasa baru menikah kemarin... :D
Ada yang beda di tahun ketujuh kebersamaan kami ini, apalagi kalo bukan perbedaan suasana tempat kami tinggal. Di tujuh tahun anniversary pernikahan kami, Allah mentakdirkan kami berada di suatu negara yang jauh dari tempat tinggal kami sebelumnya, di suatu tempat yang kami impikan untuk berada dan Allah mewujudkan mimpi itu.
Hampir setiap tahun saya selalu menuliskan catatan di milad pernikahan kami, Alhamdulillah selama ini catatannya menyenangkan. Meski mungkin ada hal-hal yang mengganggu, tapi good memories-nya masih lebih banyak dibanding bad ones. Dan setiap membuat catatan-catatan itu hal yang pertama saya rasakan adalah syukur atas nikmat Allah yang tiada tara, yang selama ini kami rasakan. Semoga dengan rasa syukur akan terus menambah kenikmatan-Nya, karena janji Allah dalam Surah Ibrahim ayat 7 adalah pasti:
"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". QS. Ibrahim (14) : 7.
Seperti saya tulis di waktu-waktu yang lalu, tahun ini tak ada perayaan spesial, karena setiap hari adalah spesial. Berada di apartemen ini saja sudah spesial buat saya. Bisa mendampingi Aa bertugas, dimana sebelumnya kurang lebih total 7 bulan kami hidup berjauhan.
Milad pernikahan juga jadi salah satu alasan yang jitu buat makan diluar hehehe... Maka semalam kami memutuskan untuk mengadakan candle light dineer... tssaahhh... tapi emang beneran ada candle nya loh, tempatnya juga remang-remang tapi bukan warung remang-remang yang ada di daerah parung loohh hihihi... (eh emang masi ada yak?? :p). Seperti makan malam biasa ajah, tak membahas tentang "kita", soalnya kita bedua fokus sama makanannya hahahaha...
Frankly, kita berdua jarang banget ngomongin tentang "kita", apalagi rapat khusus membahas segala sesuatu tentang kami berdua, even dalam milad pernikahan. Mungkin karena chemistry-nya udah nyatu, jadi masing-masing bisa merasakan perasaan masing-masing... halahh... :p Tapi ada yang aneh tuh kmaren. Beberapa kali kita ngomong kata-kata yang sama persis dalam waktu bersamaan... lucu ajah, tiap abis ngomong kata-kata yang sama secara berbarengan kita pasti ngakak bareng juga hahaha... :D
Do'a yang selalu saya panjatkan adalah agar Allah menjadikan kami pasangan abadi, yang tak hanya di dunia saja tapi juga deserve each other di jannah-Nya kelak... aamiin... InsyaAllah itu adalah do'a setiap pasangan. Bagaimanapun keadaan kami di dunia, ada ada atau belum ada anak, semoga Allah selalu memberi keindahan terhadap pandangan atas masing-masing kami, karena semua sudah ditentukan oleh Allah Azza wa Jalla sang Maha Perencana. Do'a tetap menjadi senjata andalan kami, tak ada yang tak mungkin bagi Allah yang Maha Kuasa.
"Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." (QS. al-Mu'min/40 : 60).
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahawasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran". (Al Baqarah / 2: 186).
Dari Tsauban ra, Nabi Saw bersabda: “Tidak ada yang dapat menolak qodar kecuali doa, tidak ada yang menambah umur kecuali kebaikan, Sesungguhnya seseorang terhalang dari rezeki karena dosanya".
Wallahu a’lam bishowab
Comments