Beberapa malam yang lalu saya, Aa, dan satu orang teman berkesempatan makan malam bareng di salah satu resto langganan, pelayannya pun udah kenal dan cukup akrab... dia orang Indonesia juga. Seperti biasa kita berbasa-basi, ngobrol ngarol ngidul dengan pelayan tersebut, dan sampai pada satu titik dia cerita kalo dia udah cerai dengan istrinya.
Pelayan itu, sebutlah asmuni, kelihatannya udah lama bekerja di arab. Dari cerita asmuni yang mengalir deras, istri dan anaknya tinggal di Indonesia, dan kelihatannya juga mereka tinggal jauh dari keluarga besar baik dari pihak asmuni maupun pihak istrinya.
Dia mendapat kabar bahwa istrinya berselingkuh dengan lelaki lain. Dia pun tak begitu saja menerima kabar buruk tersebut, maka diam-diam dia pulang ke Indonesia dan melakukan pengintaian, dan sampai pada kesimpulan bahwa berita tentang istrinya tersebut benar adanya. Maka waktu di Indonesia selama tiga bulan itu dia pakai untuk memastikan berita perselingkuhan istrinya dan skaligus mengurus perceraian tersebut. Dia bilang juga bahwa sebenarnya dia udah memaafkan istrinya, tapi hal tersebut tak serta-merta menyebabkan karena rumah tangganya kembali seperti sedia kala... akhirnya peceraianlah jalan yang diambilnya.
Kalo denger cerita seperti itu suka miris... Suami atau istri mati-matian banting-tulang kerja di negeri orang berjuang untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya, sementara pihak yang ditinggalkan tak tahan hidup tanpa pendamping dan mencari pengganti suami atau istrinya.
Aa pernah punya pengalaman juga beberapa tahun yang lalu... Waktu masi suka momotoran dari bogor ke depok, waktu itu saya ga ikut, Aa kena musibah tabrakan sama motor lain yang dikendarai oleh seorang laki-laki yang membonceng perempuan dan anak kecil. Asumsinya adalah mereka merupakan suami istri dan anaknya. Aa dan motornya ga knapa-knapa, tapi anak kecil yang di motor yang satu lagi jatuh dan menyebabkan luka di mukanya.
Singkat cerita pulanglah mereka ke rumah nya dan Aa juga ikut nganterin, jadi pake dua motor... tapi ternyata pas deket rumahnya laki-laki yang mengendarai motor itu ga ikut.... oaallaahh ternyata dia bukan suami si ibu anak itu. Dan usut-punya usut ternyata suaminya sedang berlayar nun jauh disana.... perempuan itu minta Aa ga cerita tentang siapa pengendara motornya, Aa sih emang ga mau ikut campur urusan rumah tangga orang, tapi kalo ditanya sapa yang lagi bawa motor ya doi akan jawab seadanya.... Tapi ternyata ga ada pertanyaan tentang itu. Mudahan aja peristiwa tersebut menjadi pemikiran buat si ibu.
Saya pernah baca juga di majalah, ada kasus istri yang bekerja banting tulang di luar negeri jadi TKW meninggalkan suami, anak dan sang ibu yang juga ikut tinggal di rumah nya. Setelah sekian lama dia mendapatkan kenyataan bahwa suami dan ibunya sendiri selingkuh...!!! Entah bagaimana dia akan bersikap terhadap dua orang yang paling dekat dalam hidupnya tersebut... Kalo suami istilahnya mah bisa cerai, tapi ibu sendiri...??? Naudzubillah....
Pihak yang meninggalkan pun bukannya aman dari masalah, tak sedikit pula saya dengar kasus yang berhubungan dengan perselingkuhan yang menimpa para pekerja yang jauh dari kluarga...
Saya pernah hidup berjauhan selama total tujuh bulan dengan Aa, nyicil sih dari mulai 1.5 bulan sampai hampir 3 bulan berjauhan... Rasanya sangat tak mengenakkan. Meskipun tiap hari chatting, video conference, dan sms-an tetap masi ada yang kurang dalam interaksi kami berdua.... Untungnya saya dikelilingi kluarga yang hangat dari mulai umi, kakak, ipar, dan keponakan-keponakan serta kucing yang selalu menemani hihihi... :D
Menurut saya bagaimanapun hubungan rumah tangga jarak jauh mengandung banyak resiko, terutama resiko pihak ketiga. Banyak hal yang harus dipersiapkan jika suami-istri memutuskan untuk tinggal berjauhan karena urusan pekerjaan ataupun sekolah. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi penyimpangan adalah kontrol dan support dari pihak keluarga besar.
Bila keadaan tak memungkinkan hendaknya pihak yang ditinggalkan mencari lingkungan dan teman yang kondusif yang bisa saling mengingatkan. Selalu mengisi ruhiyah dengan cahaya Allah, dan selalu memohon pertolongan Allah dari godaan syetan yang terkutuk, karena prestasi terbesar syetan adalah ketika berhasil memutuskan ikatan suami-istri... Naudzubillah...
Smoga Allah SWT selalu melindungi kita smua dari godaan syetan yang terkutuk... aamiin yaa Rabb...
Comments