Entah sudah kali keberapa saya nulis tentang berpikir positif, mungkin saya hanya mengingatkan diri saya untuk selalu berpikir positif constantly... Karena menurut pengalaman, berpikir positif sangat membantu saya melewati hal-hal sulit.
Dalam hidup, yang namanya problem atau masalah pasti akan selalu ada... karena masalahlah seseorang bisa menjadi lebih dewasa, bisa menjadi lebih bijaksana, dan bisa menggunakan akal pikirannya untuk memecahkan masalah tersebut.
Pikiran, perasaan, dan nafsu kita acap kali menentukan bagaimana kita menangani masalah yang datang. Ada yang menganganinya secara serampangan karena nafsu amarahnya yang duluan berbicara, ada yang menangis sedih tak tau apa yang harus dilakukan karena perasaannya yang lebih dominan, ada pula yang mencoba menanganinya secara elegan dengan mengedepankan positive thinking...
Bukan berarti saya ahli dalam berpikir positif, malah kadang kala lebih mudah bagi saya untuk berpikir positif bagi orang lain sewaktu mereka ada masalah. Salah satu tujuan tulisan ini adalah juga pengingat bagi saya untuk selalu berpikir positif, karena untuk itu memerlukan dorongan sehingga menjadi suatu kebiasaan.
Sering sekali bila ada anak kecil sedang sakit, entah itu keponakan-keponakan saya, anak teman, anak tetangga pokonya anak kecil lah... saya biasanya bilang ke orang tuanya "insyaAllah mau ada kebisa", karena dari pengalaman dengan hampir selusin keponakan biasanya seperti itu. Kalo masi bayi biasanya disebut "endah" klo orang sunda bilang mah :)
Bila ada orang lain ngomongin dibelakang kita insyaAllah bisa mengurangi dosa-dosa kita, kalo lagi sakit insyaAllah bisa menjadi peluruh dosa-dosa kita, kalo lagi marahan sama suami atau istri yah itung-itung variasi aja biasanya setelahnya suka lebih mesra :D
Buat seorang mu'min apapun yang terjadi bisa menjadi kebaikan. Seperti dalam sebuah hadist: Dari Abu Yahya Suhaib bin Sinan r.a. berkata: Rasulullah Saw bersabda, “Sungguh indah perkara orang-orang mu’min itu, terdapat kebaikan baginya dalam segala hal dan ini hanya untuk orang-orang mu’min. Apabila ia mendapat nikmat, maka ia bersyukur kepada Allah dan hal itu baik untuknya. Bila ia mendapat musibah, maka ia bersabar dan hal itu lebih baik baginya.” (HR Muslim)
Semuanya akan menjadi kebaikan bila disikapi dengan baik pula. Dan kalo saya merasa sudah mentok seperti tak ada yang bisa kita lakukan lagi semuanya dikembalikan kepada Allah sang maha penguasa. Toh semuanya sudah tertulis dalam Lauhul Mahfuzh Allah SWT.... rejeki, qadha, dan qadhar tak akan salah alamat.
"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (QS al-Hadid [57] : 22).
Terus-terang dengan sadar akan hal itu bisa membuat hati tenang... bahwa setelah daya dan upaya yang kita lakukan maka pada akhirnya kita menyerahkan seluruh urusan kita kepada Allah SWT dan biarlah Allah yang menentukan apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
Setiap orang pasti "bergelut" dengan masalah utamanya masing-masing. Masalah ekonomi, hutang-piutang, hubungan dengan orang tua atau mertua, anak, dan tak sedikit pula yang sedang berjuang untuk menghadirkan anggota keluarga baru dalam rumah tangganya, hal terakhir itu berlaku bagi saya dan Aa.
Tapi so far saya tak melihatnya sebagai masalah, karena rasanya kurang sekali saya bersyukur kepada Allah kalo masi saja melihat masi ada yang kurang dalam hidup saya. Allah telah menganugerahkan kehidupan yang terbaik dalam pandangan saya, yang mungkin berbeda dengan pandangan orang lain. Banyak sekali yang bisa dijadikan bahan untuk berpositif thinking :)
"Maka ni'mat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. 55:16)
Wallohu a'lam bisshawab...
Comments