Skip to main content

Medical Check Up...

Beberapa hari yang lalu saya pergi ke klinik buat medical check up untuk keperluan pembuatan Iqama. Seperti biasa diantar Aa sepulang kerja kita ke klinik di daerah yang saya ga tau namanya hihihi...

Tempatnya gedung bertingkat beberapa tingkat saya lupa :p Kita ke lantai 3 yang tertulis Iqama, berarti itu tempat orang-orang yang akan membuat Iqama atau surat keterangan tinggal di saudi, mungkin semacam KTP atau KITAS kalo di Indonesia.

Nyampe lantai 3 langsung ke resepsionis, petugasnya laki-laki. Petugas kesehatannya sendiri ada perempuan ada laki-laki. Setelah bayar 250 SR saya kemudian diperiksa oleh perawat perempuan, orang arab pakai cadar, dia tak bisa bahasa inggris saya ga bisa bahasa arab... klop deh hahaha... Disitu saya cuma diperiksa tekanan darah sama mata.

Abis itu ke ruangan lain untuk di cek petugas yang lain, sepertinya dokter... ibu-ibu orang arab juga tak pakai cadar. Cuma diperiksa pake stetoskop disuru tarik nafas... selesai deh. Tapi urusan belum beres sampe disitu, masi ada cek darah, urine, dan feses... huaaaaa... :p

Turun ke lantai 1 kita ke lab. Ada laki-laki orang arab yang sepertinya sedang membawa khadimahnya untuk medical check up. Dari tampang dan gaya kerudung sepertinya khadimahnya itu orang Indonesia hehehe... Setelah diambil darah, langsung dikasi 2 cup tempat untuk urine & feses... here come the hard part... hahahaha...

Urine sih gampang, tapi klo harus mengeluarkan feses secara paksa itu yang susah :p Padahal biasanya saya paling gampang BAB di manapun hahaha... tapi kmarin butuh skitar 25 menit hihihi... Tapi Alhamdulillah akhirnya bisa juga :p Abis itu harusnya langsung X-Ray, tapi karena masi harus menunggu pragnacy test jadi ditunda sampe besok, kalo negatif berarti bisa di rongtgen....

Besoknya saya meneruskan X-Ray, operatornya sepertinya orang filipina. Setelah selesai dia bilang "sudah, khalas..." hmmm apa dia tau saya orang Indonesia? atau bahasa filipina untuk "sudah" sama dengan Indonesia? hehehe...

Denger-denger dari Aa, biaya medical check up buat perempuan jauh lebih besar dari pada laki-laki, mungkin karena yang harus di cek lebih banyak juga yak... hehehe... biaya 250 SR sepertinya hanya untuk pendaftaran saja.

Kemarin juga saya liat banyak pekerja laki-laki yang baris untuk di cek kesehatan. Kebanyakan tampang-tampang india, bangladesh, dan filipina. Sepertinya profesi dibidang kesehatan banyak perempuannya tuh. Kenapa Indonesia ga kirim para profesional yang bekerja di bidang kesehatan aja? Pelayan toko dan restoran banyak orang filipina, sepertinya masi mending dibanding profesi sebagai khadimah... IMHO lhooo... :)

Yah demikianlah pengalaman saya waktu medical check up kmarin...

Comments

Popular posts from this blog

Pengeluaran Akhir Ramadhan…

Waktu Aa masi kerja di jakarta, paling seneng pas bulan puasa soalnya tengah bulan turun THR… hehehe… Kalo skarang karena base-nya international dan tak ada peraturan tentang THR, maka yaaa ga dapet THR :D Tapi ada tak ada THR, semangat sedekah harus jalan terusss… Apalagi di momen ramadhan yang berkah ini, insyaAllah Allah akan melipatgandakan berkahnya atas kebaikan yang kita lakukan. Saya udah bikin daftar pengeluaran THR… cara pandang terhadap pengeluaran sangat terasa signifikan terhadap perasaan. Kalo kita cuma liat daftar itu hanya sebagai pengeluaran biaya rasanya gimana gitu, beda dengan bila kita liat daftar tersebut sebagai pemasukan amal melalui sedekah dan berbagi. Ditambah lagi dengan kemuliaan bulan ramadhan menjadikan kita berharap bahwa Allah senantiasa meridhoi perbuatan kita dan dengan demikian menurunkan rahmat-Nya kepada kita… aamiin… Pengeluaran yang senantiasa kita lakukan pada hakikatnya adalah pemasukan bagi diri kita sendiri, itu kalo pengeluaran tersebut d...

Hasil Mudik 2025

Sekarang sudah bulan Agustus 2025, orang-orang masih pada summer break, Saya & Aa juga baru beres mudik ke Bogor kemarin, dan sekarang sedang menikmati panasnya Dhahran 😁. Kegiatan-kegiatan juga sedang libur jadi saya literally jadi pengangguran aja, yang ga banyak acara hihihii... Kemarin pulang dari mudik, kepala berasa pusing. Curiga darah tinggi maka cek tensi, dan benar saja tensi saya 146. Flasback ke beberapa hari sebelum mudik memang makannya ajaib alias banyak makan, plus ga olah raga dan kurang tidur juga. 2 hari sebelum terbang, kita nginep di hotel airport, karena berbarengan 4 orang mau terbang di dua hari berbeda dan tujuan berbeda, jadi daripada bolak-balik anter Bogor-Soetta jadilah kita nginep aja. Check in hari selasa, besok rabu saya melepas Aa balik ke Saudi (ya flight kami beda sehari 😆 dan siangnya anter ponakan yang mau kuliah di Surabaya di terminal 1. Besoknya giliran saya anter teteh saya yang mau balik ke US flight pagi, dan terakhir saya dilepas teteh ...

Cerita Dhahran?

Awal Oktober 2022 lalu saya dan Aa pindah rumah ke Dhahran, apakah blog ini harus ganti nama jadi ceritadhahran? hahahha…. Ga usah lah ya secara Khobar – Dhahran juga deket. Padahal di postingan terakhir juga saya postingnya dari Rakah yang bagian rumah saya notabene udah masuk area Dammam, jadi mari kita biarkan saja blog ini bernama ceritakhobar  Tak terasa juga Oktober mendatang udah mau setahun kami menempati rumah di Dhahran ini. Flashback ke tahun lalu yang merupakan salah satu tahun yang cukup hectic, tapi masih kalah hectic sih kalo dibandingin sama proses saya dan Aa balik lagi ke Saudi di musim pandemi hahahaha…. Setelah dari tahun 2010 sampai 2022 kami tinggal di apartemen sampe merasakan 6 apartemen, di 2 lokasi berbeda, alhamdulillah tahun kemarin kita dapet kesempatan tinggal di rumah “normal” dan ada garasi pula, secara di Bogor aja kita ga punya garasi hahaha…. Yang ada halaman depan dan belakangnya juga mashaAllah. Teman-teman yang lain tak sedikit yang berkebun sa...