Skip to main content

Pilihan...

Setiap episode fase kehidupan manusia adalah pilihan. Ketika seseorang menginjak dewasa, dosa dan pahala ditanggung oleh masing-masing individu dan ketika itu pula dia berhak menentukan pilihan dari setiap keadaan yang menuntutnya untuk memilih.

Seringkali pilihan seseorang terhadap suatu keadaan menjadi penentu terhadap keadaan dia seterusnya, seperti reaksi berantai. Maka ketika dia salah dalam mengambil keputusan, itu akan berakibat terhadap kehidupannya secara jangka panjang.

Contohnya ketika seseorang mempunyai kesempatan bersekolah untuk bekal hidupnya, tapi kemudian dia memilih untuk menyianyiakan kesempatan itu maka konsekuensinya mungkin baru dirasakan suatu saat nanti ketika dia harus mensupport diri dan keluarganya. Dengan segala konsekuensinya itu seharusnya dia tak boleh mengeluh atas situasi yang sebenarnya disebabkan oleh pilihannya sendiri. Begitupula, ketika seseorang memilih untuk berjuang sampe jatuh bangun "berdarah-darah" untuk meraih pendidikan yang layak, maka tak mengherankan bila dikemudian hari dia mampu mensupport diri, keluarga, dan mungkin juga orang lain.

Begitu pula dalam memilih pendamping hidup. Setiap orang pasti menginginkan jodoh yang terbaik. Untuk mendapatkan seseorang yang baik, kita juga harus menjadi baik karena sesuai firman Allah SWT : "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)". (QS An-Nuur:26)

Memilih pendamping hidup juga menentukan kehidupan seseorang dalam jangka panjang. Rasanya tak ada manusia yang ingin rumah tangganya bermasalah dalam segi apapun, meskipun yang namanya masalah selama manusia hidup didunia ini pasti akan selalu ada. Allah telah memberikan tuntunan mengenai pemilihan pendamping hidup ini dalam sabda Rosululloh SAW: "Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466)".

Dalam setiap fase pemilihan keputusan, Allah juga sudah memberikan tuntunannya yakni dengan shalat Istikharah. Kita meminta petunjuk Allah SWT dalam langkah yang akan kita ambil, sehingga keputusan yang kita ambil insyaAllah adalah yang terbaik untuk kita karena ada campur tangan Allah disitu.

Bila kita merasa telah salah memilih, maka hendaklah cepat-cepat meminta pertolongan Allah agar diberi jalan yang terbaik. Karena Allah maha kuasa atas segalanya, tak ada yang tak mungkin bagi Allah. Tapi bila kita merasa sudah memilih dengan memohon petunjuk Allah tetapi hasilnya masih tak sesuai dengan yang diharapkan, maka hendaklah kita bersabar dan tawakkal kepada Allah.

Semoga Allah selalu memberi petunjuk kepada kita tentang segala pilihan yang kita dihadapi. Kebenaran hanya milik Allah, kesalahan murni dari saya pribadi. Semoga Allah memberikan kemampuan kepada saya untuk melaksanakan apa-apa yang telah saya tulis ini... aamiin... :)

Comments

Popular posts from this blog

Pengeluaran Akhir Ramadhan…

Waktu Aa masi kerja di jakarta, paling seneng pas bulan puasa soalnya tengah bulan turun THR… hehehe… Kalo skarang karena base-nya international dan tak ada peraturan tentang THR, maka yaaa ga dapet THR :D Tapi ada tak ada THR, semangat sedekah harus jalan terusss… Apalagi di momen ramadhan yang berkah ini, insyaAllah Allah akan melipatgandakan berkahnya atas kebaikan yang kita lakukan. Saya udah bikin daftar pengeluaran THR… cara pandang terhadap pengeluaran sangat terasa signifikan terhadap perasaan. Kalo kita cuma liat daftar itu hanya sebagai pengeluaran biaya rasanya gimana gitu, beda dengan bila kita liat daftar tersebut sebagai pemasukan amal melalui sedekah dan berbagi. Ditambah lagi dengan kemuliaan bulan ramadhan menjadikan kita berharap bahwa Allah senantiasa meridhoi perbuatan kita dan dengan demikian menurunkan rahmat-Nya kepada kita… aamiin… Pengeluaran yang senantiasa kita lakukan pada hakikatnya adalah pemasukan bagi diri kita sendiri, itu kalo pengeluaran tersebut d...

Hasil Mudik 2025

Sekarang sudah bulan Agustus 2025, orang-orang masih pada summer break, Saya & Aa juga baru beres mudik ke Bogor kemarin, dan sekarang sedang menikmati panasnya Dhahran 😁. Kegiatan-kegiatan juga sedang libur jadi saya literally jadi pengangguran aja, yang ga banyak acara hihihii... Kemarin pulang dari mudik, kepala berasa pusing. Curiga darah tinggi maka cek tensi, dan benar saja tensi saya 146. Flasback ke beberapa hari sebelum mudik memang makannya ajaib alias banyak makan, plus ga olah raga dan kurang tidur juga. 2 hari sebelum terbang, kita nginep di hotel airport, karena berbarengan 4 orang mau terbang di dua hari berbeda dan tujuan berbeda, jadi daripada bolak-balik anter Bogor-Soetta jadilah kita nginep aja. Check in hari selasa, besok rabu saya melepas Aa balik ke Saudi (ya flight kami beda sehari 😆 dan siangnya anter ponakan yang mau kuliah di Surabaya di terminal 1. Besoknya giliran saya anter teteh saya yang mau balik ke US flight pagi, dan terakhir saya dilepas teteh ...

Cerita Dhahran?

Awal Oktober 2022 lalu saya dan Aa pindah rumah ke Dhahran, apakah blog ini harus ganti nama jadi ceritadhahran? hahahha…. Ga usah lah ya secara Khobar – Dhahran juga deket. Padahal di postingan terakhir juga saya postingnya dari Rakah yang bagian rumah saya notabene udah masuk area Dammam, jadi mari kita biarkan saja blog ini bernama ceritakhobar  Tak terasa juga Oktober mendatang udah mau setahun kami menempati rumah di Dhahran ini. Flashback ke tahun lalu yang merupakan salah satu tahun yang cukup hectic, tapi masih kalah hectic sih kalo dibandingin sama proses saya dan Aa balik lagi ke Saudi di musim pandemi hahahaha…. Setelah dari tahun 2010 sampai 2022 kami tinggal di apartemen sampe merasakan 6 apartemen, di 2 lokasi berbeda, alhamdulillah tahun kemarin kita dapet kesempatan tinggal di rumah “normal” dan ada garasi pula, secara di Bogor aja kita ga punya garasi hahaha…. Yang ada halaman depan dan belakangnya juga mashaAllah. Teman-teman yang lain tak sedikit yang berkebun sa...