Setiap episode fase kehidupan manusia adalah pilihan. Ketika seseorang menginjak dewasa, dosa dan pahala ditanggung oleh masing-masing individu dan ketika itu pula dia berhak menentukan pilihan dari setiap keadaan yang menuntutnya untuk memilih.
Seringkali pilihan seseorang terhadap suatu keadaan menjadi penentu terhadap keadaan dia seterusnya, seperti reaksi berantai. Maka ketika dia salah dalam mengambil keputusan, itu akan berakibat terhadap kehidupannya secara jangka panjang.
Contohnya ketika seseorang mempunyai kesempatan bersekolah untuk bekal hidupnya, tapi kemudian dia memilih untuk menyianyiakan kesempatan itu maka konsekuensinya mungkin baru dirasakan suatu saat nanti ketika dia harus mensupport diri dan keluarganya. Dengan segala konsekuensinya itu seharusnya dia tak boleh mengeluh atas situasi yang sebenarnya disebabkan oleh pilihannya sendiri. Begitupula, ketika seseorang memilih untuk berjuang sampe jatuh bangun "berdarah-darah" untuk meraih pendidikan yang layak, maka tak mengherankan bila dikemudian hari dia mampu mensupport diri, keluarga, dan mungkin juga orang lain.
Begitu pula dalam memilih pendamping hidup. Setiap orang pasti menginginkan jodoh yang terbaik. Untuk mendapatkan seseorang yang baik, kita juga harus menjadi baik karena sesuai firman Allah SWT : "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)". (QS An-Nuur:26)
Memilih pendamping hidup juga menentukan kehidupan seseorang dalam jangka panjang. Rasanya tak ada manusia yang ingin rumah tangganya bermasalah dalam segi apapun, meskipun yang namanya masalah selama manusia hidup didunia ini pasti akan selalu ada. Allah telah memberikan tuntunan mengenai pemilihan pendamping hidup ini dalam sabda Rosululloh SAW: "Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466)".
Dalam setiap fase pemilihan keputusan, Allah juga sudah memberikan tuntunannya yakni dengan shalat Istikharah. Kita meminta petunjuk Allah SWT dalam langkah yang akan kita ambil, sehingga keputusan yang kita ambil insyaAllah adalah yang terbaik untuk kita karena ada campur tangan Allah disitu.
Bila kita merasa telah salah memilih, maka hendaklah cepat-cepat meminta pertolongan Allah agar diberi jalan yang terbaik. Karena Allah maha kuasa atas segalanya, tak ada yang tak mungkin bagi Allah. Tapi bila kita merasa sudah memilih dengan memohon petunjuk Allah tetapi hasilnya masih tak sesuai dengan yang diharapkan, maka hendaklah kita bersabar dan tawakkal kepada Allah.
Semoga Allah selalu memberi petunjuk kepada kita tentang segala pilihan yang kita dihadapi. Kebenaran hanya milik Allah, kesalahan murni dari saya pribadi. Semoga Allah memberikan kemampuan kepada saya untuk melaksanakan apa-apa yang telah saya tulis ini... aamiin... :)
Comments