Skip to main content

Penjual Permen...

Lumayan sering saya bertemu dengannya, lelaki tua penjual permen. Di pom bensin atau deket lapangan smea. Bapak-bapak, lebih tepatnya kakek-kakek yang diusia senjanya masih semangat mengais rejeki dengan tangan sendiri, bukan menjadi peminta-minta.

Sepertinya dia juga udah hapal dengan muka saya, Aa, teh jijah, dan keluarga saya yang lain... karena kalo makan ketoprak deket lapangan smea biasanya kita bergerombol. Dengan uang 5000 rupiah, saya bisa dapat 5 pak permen, 1 pak berisi 3 permen.

Ada kakek-kakek lain yang berjualan tape uli, sering berkeliling di sekitar rumah saya. Dengan badannya yang ringkih, masih kuat dia menanggung dagangannya itu. Sering juga bertemu kakek lain yang berjualan hasil kebun dari mulai jambu klutuk biji merah, singkong, ubi, sampai pisang. Tanggungan dagangannya terlihat sangat berat, kalo tawar-menawar harus dengan suara lantang karena pendengarannya suda berkurang :D

Tapi disemua kakek yang saya lihat itu, saya merasakan semangat juang mereka yang menyala-nyala. Pembawaan mereka sih kalem-kalem, mungkin karena faktor usia juga yang sudah tidak muda lagi, tapi entah kenapa saya selalu melihat mereka adalah orang-orang bersemangat. Sementara tak sedikit pula saya lihat anak muda yang masih sehat secara fisik tapi lebih memilih untuk menjadi peminta-minta. Tapi tentunya banyak juga pemuda yang tak suka bermalas-malasan.

Kemarin dapet cerita, kaka saya sedang mencari pekerja baru untuk ditempatkan dibagian gudang, dan salah seorang staff-nya merekomendasikan temannya yang memang lagi cari kerja. Seorang pemuda yang rela tidur dari masjid ke masjid untuk mendapatkan pekerjaan. Dia bukan orang bogor, dan dia menyambut tawaran itu dengan langsung datang ke bogor tanpa banyak berpikir mau tidur dimana karena memang ga ada rumah yang bisa ditinggali, dan seperti biasa dia tak keberatan tidur di mushola dekat rumah kaka saya karena memang suda biasa. Mudahan saja kerjanya bagus dan bisa ikut memajukan usaha yang sedang dirintis kaka saya.... aamiinn....

Jadi inget masa lalu juga sih, waktu masi kerja kantoran di daerah kuningan, Jakarta. Saya pernah nginep di kantor demi merampungkan deadline kerjaan. Kalo orang yang bergerak di bidan TI (Teknologi Informasi) kayanya sih udah biasa dengan hal seperti itu, meskipun kalo keseringan juga ga bagus. Tapi pada waktu itu sih saya enjoy aja, secara memang belum nikah dan juga buat cari pengalaman hehehe... Kalo udah berkeluarga sih sebaiknya justru dihindari hal-hal seperti itu karena bisa mengurangi jatah waktu keluarga :D

Wah ngomongnya jadi ngelantur kesana-kemari nih hhihihi... Semoga Allah SWT selalu memberikan rahmat dan hidayat-Nya bagi orang-orang yang giat berusaha mencari nafkah dengan halal, karena itu merupakan bagian dari ibadah kepada Allah... aamiin... :)

Comments

Popular posts from this blog

Pengeluaran Akhir Ramadhan…

Waktu Aa masi kerja di jakarta, paling seneng pas bulan puasa soalnya tengah bulan turun THR… hehehe… Kalo skarang karena base-nya international dan tak ada peraturan tentang THR, maka yaaa ga dapet THR :D Tapi ada tak ada THR, semangat sedekah harus jalan terusss… Apalagi di momen ramadhan yang berkah ini, insyaAllah Allah akan melipatgandakan berkahnya atas kebaikan yang kita lakukan. Saya udah bikin daftar pengeluaran THR… cara pandang terhadap pengeluaran sangat terasa signifikan terhadap perasaan. Kalo kita cuma liat daftar itu hanya sebagai pengeluaran biaya rasanya gimana gitu, beda dengan bila kita liat daftar tersebut sebagai pemasukan amal melalui sedekah dan berbagi. Ditambah lagi dengan kemuliaan bulan ramadhan menjadikan kita berharap bahwa Allah senantiasa meridhoi perbuatan kita dan dengan demikian menurunkan rahmat-Nya kepada kita… aamiin… Pengeluaran yang senantiasa kita lakukan pada hakikatnya adalah pemasukan bagi diri kita sendiri, itu kalo pengeluaran tersebut d...

Hasil Mudik 2025

Sekarang sudah bulan Agustus 2025, orang-orang masih pada summer break, Saya & Aa juga baru beres mudik ke Bogor kemarin, dan sekarang sedang menikmati panasnya Dhahran 😁. Kegiatan-kegiatan juga sedang libur jadi saya literally jadi pengangguran aja, yang ga banyak acara hihihii... Kemarin pulang dari mudik, kepala berasa pusing. Curiga darah tinggi maka cek tensi, dan benar saja tensi saya 146. Flasback ke beberapa hari sebelum mudik memang makannya ajaib alias banyak makan, plus ga olah raga dan kurang tidur juga. 2 hari sebelum terbang, kita nginep di hotel airport, karena berbarengan 4 orang mau terbang di dua hari berbeda dan tujuan berbeda, jadi daripada bolak-balik anter Bogor-Soetta jadilah kita nginep aja. Check in hari selasa, besok rabu saya melepas Aa balik ke Saudi (ya flight kami beda sehari 😆 dan siangnya anter ponakan yang mau kuliah di Surabaya di terminal 1. Besoknya giliran saya anter teteh saya yang mau balik ke US flight pagi, dan terakhir saya dilepas teteh ...

Cerita Dhahran?

Awal Oktober 2022 lalu saya dan Aa pindah rumah ke Dhahran, apakah blog ini harus ganti nama jadi ceritadhahran? hahahha…. Ga usah lah ya secara Khobar – Dhahran juga deket. Padahal di postingan terakhir juga saya postingnya dari Rakah yang bagian rumah saya notabene udah masuk area Dammam, jadi mari kita biarkan saja blog ini bernama ceritakhobar  Tak terasa juga Oktober mendatang udah mau setahun kami menempati rumah di Dhahran ini. Flashback ke tahun lalu yang merupakan salah satu tahun yang cukup hectic, tapi masih kalah hectic sih kalo dibandingin sama proses saya dan Aa balik lagi ke Saudi di musim pandemi hahahaha…. Setelah dari tahun 2010 sampai 2022 kami tinggal di apartemen sampe merasakan 6 apartemen, di 2 lokasi berbeda, alhamdulillah tahun kemarin kita dapet kesempatan tinggal di rumah “normal” dan ada garasi pula, secara di Bogor aja kita ga punya garasi hahaha…. Yang ada halaman depan dan belakangnya juga mashaAllah. Teman-teman yang lain tak sedikit yang berkebun sa...