Skip to main content

Penawaran....

Kemarin sambil beberes rumah, ceu omih cerita kalo tetangganya ada yang mau "ngasih" anak laki-laki ke siapa aja yang mau ngurus.... Tetangganya itu bukan orang mampu scara materi, tapi masi mampu untuk melahirkan anak hehehe.... Merasa tak mampu membiayainya, maka anak yang baru lahir tersebut ditawarkan untuk diangkat anak ke orang lain...

Kalo sikap saya & Aa selama ini udah jelas mengenai adopsi anak. Dalam Islam, mengadopsi anak tak lantas menjadikan anak tersebut masuk ke dalam nasab bapak angkatnya dan otomatis tak menjadikannya muhrim dengan orang tua. Oke lah klo masi kecil tak jadi masalah, tapi klo udah aqil balig, hukum siapa muhrim siapa akan berlaku....

Banyak juga yang bilang, dengan mengadopsi anak bisa jadi "pemancing" untuk bisa dapet anak sendiri (berdua deng suami-istri wkwkwk... :p). Tapi ya klo udah aqil balig, melihat aurat dan bersentuhan dengan yang bukan muhrim meksipun udah kaya anak sendiri tetep aja jatohnya dosa, itu udah ada aturannya dari Allah SWT... :)

Itu sih pendapat kami, bukan berarti saya menghakimi orang yang melakukan adopsi anak... karena yang berhak menghakimi hanya Allah saja, kami hanya bertindak sesuai dengan kapasitas keilmuan yang kami punya, dan sampai saat ini saya & Aa senada seirama dalam hal ini hehehe...

Menghadirkan anak ke dunia bukan hanya sekedar proses membuahi dan melahirkannya saja.... Tanggung jawab besar orang tua untuk mewarnai anak-anaknya sesuai dengan yang Allah inginkan. Anak juga hanya titipan yang bisa diambil kembali oleh pemiliknya kapan dan dimana saja. Anak juga bisa menjadi harapan ataupun cobaan bagi orang tuanya....

Banyak ekspektasi dari orang tua terhadap anak-anaknya, tak hanya bagi yang memang sudah punya anak, yang belum punya anak aja pasti ekspektasinya kelak dikaruniai anak-anak yang soleh/solehah, sehat jasmani dan rohani, cantik luar dalam, dan bisa menjadi kebanggaan ummat dan hamba yang mencintai dan dicintai Allah... :)

Comments

Popular posts from this blog

Pengeluaran Akhir Ramadhan…

Waktu Aa masi kerja di jakarta, paling seneng pas bulan puasa soalnya tengah bulan turun THR… hehehe… Kalo skarang karena base-nya international dan tak ada peraturan tentang THR, maka yaaa ga dapet THR :D Tapi ada tak ada THR, semangat sedekah harus jalan terusss… Apalagi di momen ramadhan yang berkah ini, insyaAllah Allah akan melipatgandakan berkahnya atas kebaikan yang kita lakukan. Saya udah bikin daftar pengeluaran THR… cara pandang terhadap pengeluaran sangat terasa signifikan terhadap perasaan. Kalo kita cuma liat daftar itu hanya sebagai pengeluaran biaya rasanya gimana gitu, beda dengan bila kita liat daftar tersebut sebagai pemasukan amal melalui sedekah dan berbagi. Ditambah lagi dengan kemuliaan bulan ramadhan menjadikan kita berharap bahwa Allah senantiasa meridhoi perbuatan kita dan dengan demikian menurunkan rahmat-Nya kepada kita… aamiin… Pengeluaran yang senantiasa kita lakukan pada hakikatnya adalah pemasukan bagi diri kita sendiri, itu kalo pengeluaran tersebut d...

Hasil Mudik 2025

Sekarang sudah bulan Agustus 2025, orang-orang masih pada summer break, Saya & Aa juga baru beres mudik ke Bogor kemarin, dan sekarang sedang menikmati panasnya Dhahran 😁. Kegiatan-kegiatan juga sedang libur jadi saya literally jadi pengangguran aja, yang ga banyak acara hihihii... Kemarin pulang dari mudik, kepala berasa pusing. Curiga darah tinggi maka cek tensi, dan benar saja tensi saya 146. Flasback ke beberapa hari sebelum mudik memang makannya ajaib alias banyak makan, plus ga olah raga dan kurang tidur juga. 2 hari sebelum terbang, kita nginep di hotel airport, karena berbarengan 4 orang mau terbang di dua hari berbeda dan tujuan berbeda, jadi daripada bolak-balik anter Bogor-Soetta jadilah kita nginep aja. Check in hari selasa, besok rabu saya melepas Aa balik ke Saudi (ya flight kami beda sehari 😆 dan siangnya anter ponakan yang mau kuliah di Surabaya di terminal 1. Besoknya giliran saya anter teteh saya yang mau balik ke US flight pagi, dan terakhir saya dilepas teteh ...

Cerita Dhahran?

Awal Oktober 2022 lalu saya dan Aa pindah rumah ke Dhahran, apakah blog ini harus ganti nama jadi ceritadhahran? hahahha…. Ga usah lah ya secara Khobar – Dhahran juga deket. Padahal di postingan terakhir juga saya postingnya dari Rakah yang bagian rumah saya notabene udah masuk area Dammam, jadi mari kita biarkan saja blog ini bernama ceritakhobar  Tak terasa juga Oktober mendatang udah mau setahun kami menempati rumah di Dhahran ini. Flashback ke tahun lalu yang merupakan salah satu tahun yang cukup hectic, tapi masih kalah hectic sih kalo dibandingin sama proses saya dan Aa balik lagi ke Saudi di musim pandemi hahahaha…. Setelah dari tahun 2010 sampai 2022 kami tinggal di apartemen sampe merasakan 6 apartemen, di 2 lokasi berbeda, alhamdulillah tahun kemarin kita dapet kesempatan tinggal di rumah “normal” dan ada garasi pula, secara di Bogor aja kita ga punya garasi hahaha…. Yang ada halaman depan dan belakangnya juga mashaAllah. Teman-teman yang lain tak sedikit yang berkebun sa...