Dalam hidup, yang namanya saling membutuhkan antar sesama manusia adalah suatu keniscayaan, ga mungkin seseorang hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Seorang yang kaya pun masi butuh bantuan orang-orang untuk memberikan kesenangan hidup yang dirasakannya, dari mulai supir, pembantu rumah tangga, pengasuh anak, dan orang-orang yang mau bekerja mengurusi hal-hal yang tak mau diurusi oleh si kaya.
Memberi dan meminta, dua hal yang biasanya berpasang-pasangan dimana yang satu lebih baik dari yang lain. Sebagaimana hadist riwayat Abdullah bin Umar ra.: Bahwa Rasulullah saw. ketika berada di atas mimbar, beliau menuturkan tentang sedekah dan menjaga diri dari meminta. Beliau bersabda: Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan yang di atas adalah yang memberi dan yang di bawah adalah yang meminta (Sahih Muslim).
Saya kenal dengan seseorang yang senang memberi tapi "gengsi" dalam meminta, gengsi disini dalam artian baik, beliau tidak mau merepotkan orang lain bahkan anak-anaknya sendiri, dan mungkin pada dasarnya memang tidak mau menjadi seseorang yang mempunyai mental peminta-minta. Sedikit banyak saya ikut mencontoh sifat beliau tersebut... meminta kepada manusia sebisa mungkin harus menjadi jalan terakhir, setelah semua usaha dan daya upaya tidak atau belum membuahkan hasil.
Saya juga kenal dengan orang yang bersifat 180 derajat alias kebalikannya. Meminta sepertinya sudah menjadi bagian dari hidupnya. Banyak dalih yang diucapkan untuk memvalidasi permintaan-permintaan orang itu. Meminta juga sepertinya sudah sangat mudah sekali diucapkan tanpa melihat penting tidaknya permintaan itu, selama masih ada orang yang bisa "dimanfaatkan" maka dia akan tanpa sungkan-sungkan menadahkan telapak tangannya.
Semua pilihan kembali kepada masing-masing individu, maka sebelum jauh melangkah hendaknya kita membiasakan diri untuk menjauhi mental peminta-minta. Parahnya, bila seseorang punya mental peminta-minta karena kemasalasannya, sementara kondisi fisiknya sehat walafiat, segar bugar... Naudzubillah min dzaalik...
Semoga Allah memudahkan kita untuk menjadi seseorang yang selalu siap dengan tangan diatas, bagaimanapun kondisi kita... aamiin...
Comments