Skip to main content

Memberi & Meminta...

Dalam hidup, yang namanya saling membutuhkan antar sesama manusia adalah suatu keniscayaan, ga mungkin seseorang hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Seorang yang kaya pun masi butuh bantuan orang-orang untuk memberikan kesenangan hidup yang dirasakannya, dari mulai supir, pembantu rumah tangga, pengasuh anak, dan orang-orang yang mau bekerja mengurusi hal-hal yang tak mau diurusi oleh si kaya.

Memberi dan meminta, dua hal yang biasanya berpasang-pasangan dimana yang satu lebih baik dari yang lain. Sebagaimana hadist riwayat Abdullah bin Umar ra.: Bahwa Rasulullah saw. ketika berada di atas mimbar, beliau menuturkan tentang sedekah dan menjaga diri dari meminta. Beliau bersabda: Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan yang di atas adalah yang memberi dan yang di bawah adalah yang meminta (Sahih Muslim).

Saya kenal dengan seseorang yang senang memberi tapi "gengsi" dalam meminta, gengsi disini dalam artian baik, beliau tidak mau merepotkan orang lain bahkan anak-anaknya sendiri, dan mungkin pada dasarnya memang tidak mau menjadi seseorang yang mempunyai mental peminta-minta. Sedikit banyak saya ikut mencontoh sifat beliau tersebut... meminta kepada manusia sebisa mungkin harus menjadi jalan terakhir, setelah semua usaha dan daya upaya tidak atau belum membuahkan hasil.

Saya juga kenal dengan orang yang bersifat 180 derajat alias kebalikannya. Meminta sepertinya sudah menjadi bagian dari hidupnya. Banyak dalih yang diucapkan untuk memvalidasi permintaan-permintaan orang itu. Meminta juga sepertinya sudah sangat mudah sekali diucapkan tanpa melihat penting tidaknya permintaan itu, selama masih ada orang yang bisa "dimanfaatkan" maka dia akan tanpa sungkan-sungkan menadahkan telapak tangannya.

Semua pilihan kembali kepada masing-masing individu, maka sebelum jauh melangkah hendaknya kita membiasakan diri untuk menjauhi mental peminta-minta. Parahnya, bila seseorang punya mental peminta-minta karena kemasalasannya, sementara kondisi fisiknya sehat walafiat, segar bugar... Naudzubillah min dzaalik...

Semoga Allah memudahkan kita untuk menjadi seseorang yang selalu siap dengan tangan diatas, bagaimanapun kondisi kita... aamiin...

Comments

Popular posts from this blog

Pengeluaran Akhir Ramadhan…

Waktu Aa masi kerja di jakarta, paling seneng pas bulan puasa soalnya tengah bulan turun THR… hehehe… Kalo skarang karena base-nya international dan tak ada peraturan tentang THR, maka yaaa ga dapet THR :D Tapi ada tak ada THR, semangat sedekah harus jalan terusss… Apalagi di momen ramadhan yang berkah ini, insyaAllah Allah akan melipatgandakan berkahnya atas kebaikan yang kita lakukan. Saya udah bikin daftar pengeluaran THR… cara pandang terhadap pengeluaran sangat terasa signifikan terhadap perasaan. Kalo kita cuma liat daftar itu hanya sebagai pengeluaran biaya rasanya gimana gitu, beda dengan bila kita liat daftar tersebut sebagai pemasukan amal melalui sedekah dan berbagi. Ditambah lagi dengan kemuliaan bulan ramadhan menjadikan kita berharap bahwa Allah senantiasa meridhoi perbuatan kita dan dengan demikian menurunkan rahmat-Nya kepada kita… aamiin… Pengeluaran yang senantiasa kita lakukan pada hakikatnya adalah pemasukan bagi diri kita sendiri, itu kalo pengeluaran tersebut d...

Hasil Mudik 2025

Sekarang sudah bulan Agustus 2025, orang-orang masih pada summer break, Saya & Aa juga baru beres mudik ke Bogor kemarin, dan sekarang sedang menikmati panasnya Dhahran 😁. Kegiatan-kegiatan juga sedang libur jadi saya literally jadi pengangguran aja, yang ga banyak acara hihihii... Kemarin pulang dari mudik, kepala berasa pusing. Curiga darah tinggi maka cek tensi, dan benar saja tensi saya 146. Flasback ke beberapa hari sebelum mudik memang makannya ajaib alias banyak makan, plus ga olah raga dan kurang tidur juga. 2 hari sebelum terbang, kita nginep di hotel airport, karena berbarengan 4 orang mau terbang di dua hari berbeda dan tujuan berbeda, jadi daripada bolak-balik anter Bogor-Soetta jadilah kita nginep aja. Check in hari selasa, besok rabu saya melepas Aa balik ke Saudi (ya flight kami beda sehari 😆 dan siangnya anter ponakan yang mau kuliah di Surabaya di terminal 1. Besoknya giliran saya anter teteh saya yang mau balik ke US flight pagi, dan terakhir saya dilepas teteh ...

Cerita Dhahran?

Awal Oktober 2022 lalu saya dan Aa pindah rumah ke Dhahran, apakah blog ini harus ganti nama jadi ceritadhahran? hahahha…. Ga usah lah ya secara Khobar – Dhahran juga deket. Padahal di postingan terakhir juga saya postingnya dari Rakah yang bagian rumah saya notabene udah masuk area Dammam, jadi mari kita biarkan saja blog ini bernama ceritakhobar  Tak terasa juga Oktober mendatang udah mau setahun kami menempati rumah di Dhahran ini. Flashback ke tahun lalu yang merupakan salah satu tahun yang cukup hectic, tapi masih kalah hectic sih kalo dibandingin sama proses saya dan Aa balik lagi ke Saudi di musim pandemi hahahaha…. Setelah dari tahun 2010 sampai 2022 kami tinggal di apartemen sampe merasakan 6 apartemen, di 2 lokasi berbeda, alhamdulillah tahun kemarin kita dapet kesempatan tinggal di rumah “normal” dan ada garasi pula, secara di Bogor aja kita ga punya garasi hahaha…. Yang ada halaman depan dan belakangnya juga mashaAllah. Teman-teman yang lain tak sedikit yang berkebun sa...