Skip to main content

Cerita Fiksi...

Baru membereskan dua buah novel, yang satu fiksi yang satu lagi based on true story.... Dua cerita tersebut dipaparkan dalam latar belakang yang berbeda. Cerita fiksi berpijak pada alur Islami, sedangkan cerita yang berdasarkan kisah nyata berlatar belakang kehidupan yang tak menekankan pada satu agama tertentu, saya sempat harus mencari background agama yang dianut oleh karakter utama, yang ternyata seorang muslimah... Tapi ada satu benang merah yang dapat ditarik dari keduanya, yakni yang namanya perselingkuhan bisa menimpa atau dilakukan siapa saja...

Buku pertama berjudul Cinta Semusim karangan Ifa Avianti... berkisah mengenai kehidupan beberapa pasangan suami istri yang (ternyata) saling terkait, dan didalamnya ada kisah-kisah perselingkuhan beberapa karakter dengan berbagai macam alasan. Karakter manusia yang diceritakan didalamnya adalah orang-orang yang terbina secara ruhiyah, lumayan terbina, dan pernah terbina minimal sewaktu masih kuliah... tapi meskipun demikian mereka adalah manusia biasa yang bisa khilaf dan melakukan kesalahan...

Ada karakter fenny yang mempunyai suami bernama widodo, sholeh, idealis, namun tak realistis, sehingga hidupnya harus disibukkan dengan ketar-ketir membanting tulang demi memenuhi kebutuhan rumah tangganya, yang harusnya menjadi tanggung jawab sang suami. Merasa lelah dengan hidupnya dan kurangnya apresiasi dari suami bertepatan dengan pertemuannya dengan teman semasa kuliah dulu karena alasan pekerjaan.... Pertemuan demi pertemuan dibuat sevalid mungkin dengan mengatasnamakan tugas kantor, dan lambat-laun fenny seperti menemukan suasana berbeda jika dekat harris, teman satu almamaternya dulu yang sudah mempunyai istri bernama irma, dan merasa nyaman bila berada didekatnya...

Selain itu ada tokoh idris, guru sekolah sholeh juga yang beristrikan seorang alita yang hebat, pakar di bidang teknik aeronautika yang sudah mendapat banyak award dari dalam dan luar negeri. Ketika merasa tak dibutuhkan oleh istrinya yang sangat mandiri, dia bertemu dengan sosa, teman fenny, yang merupakan penyiar di salah satu radio swasta... Timbul rasa saling membutuhkan antar keduanya.... saling berkomen di blog multiply dengan tak menutupi rasa kagum satu sama lain...

Dalam cerita ini, penggambaran selingkuh dimulai dari hal-hal yang kelihatannya sepele.... seperti saling ber-sms rahasia, diam-diam bertemu orang lain yang bukan pasangannya sah nya, memikirkan lawan jenis lain yang jelas-jelas bukan siapa-siapa... Sedikit saja suami atau istri "memalingkan" hatinya dari pasangannya, itu sudah termasuk selingkuh... and I think I agree with it... :D

Cerita tersebut terakhir bahagia, karena pada akhirnya masing-masing karakter menyadari kesalahannya dan bisa kembali ke porsinya masing-masing... Semua mencoba untuk kembali memposisikan diri dan pernikahannya pada jalan yang dikehendaki Allah SWT, bukan semata mengikuti hawa nafsunya saja....

Happy ending, yang dalam kehidupan nyata tak selamanya bisa terjadi. Namun kembali lagi, setiap individu udah punya jalan hidupnya masing-masing... Seperti dalam firman Allah SWT yang sudah sangat mashur : "Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya." (QS. 23:62)

Beberapa teman pernah curhat mengenai masalah rumah tangganya, dari mulai himpitan ekonomi, suami yang suka mabuk dan tak lagi menafkahi, suami yang balik lagi ke agama sebelumnya tapi kemudian sadar lagi... etc etc... Msing-masing mereka mempunyai cara yang berbeda-beda dalam mengatasi masalahnya tersebut, dan kebanyakan dari mereka memilih bersabar dengan segala konsekuensinya.... Buat saya, perempuan seperti itu adalah perempuan hebat dan kuat. Mungkin kelihatannya lemah karena tak mau melawan, tapi justru disitulah kehebatan mereka yakni dengan tetap bersabar menghadapi suami yang tak menjalankan fungsinya, tak semua orang bisa begitu....

Kalau sudah begitu, pikiran saya suka langsung melayang kepada sosok yang kini menjadi suamiku... hehehe... otomatisss... maklum lagi jauh, jadi selalu kebayang setiap saat :D Betapa sekarang saya sadar, kalo saya ternyata tak begitu mengenal suami saya secara mendalam, meskipun kami satu jurusan di kuliah dulu... Sosoknya yang lebih saya kenal setelah menikah, ternyata jauuhhh lebih baik dari yang saya kenal dulu, karena dulu kan kenalnya diluarnya saja... skarang mah insyaAllah luar dalam hehehe... Rasanya pacaran, dengan dalih ingin mengenal calon suami/istri, bertahun-tahun pun tak akan menjamin orang untuk mengenal sosok orang lain sebagaimana kita mengenalnya dalam ikatan pernikahan.

Yah... itulah menariknya hidup ini... selalu penuh dengan hal-hal tak terduga. Smua orang pasti berharap hal tak terduga itu adalah hal-hal baik yang bisa menjadikannya menjadi orang yang lebih baik pula... semoga.... :)

Comments

Popular posts from this blog

Pengeluaran Akhir Ramadhan…

Waktu Aa masi kerja di jakarta, paling seneng pas bulan puasa soalnya tengah bulan turun THR… hehehe… Kalo skarang karena base-nya international dan tak ada peraturan tentang THR, maka yaaa ga dapet THR :D Tapi ada tak ada THR, semangat sedekah harus jalan terusss… Apalagi di momen ramadhan yang berkah ini, insyaAllah Allah akan melipatgandakan berkahnya atas kebaikan yang kita lakukan. Saya udah bikin daftar pengeluaran THR… cara pandang terhadap pengeluaran sangat terasa signifikan terhadap perasaan. Kalo kita cuma liat daftar itu hanya sebagai pengeluaran biaya rasanya gimana gitu, beda dengan bila kita liat daftar tersebut sebagai pemasukan amal melalui sedekah dan berbagi. Ditambah lagi dengan kemuliaan bulan ramadhan menjadikan kita berharap bahwa Allah senantiasa meridhoi perbuatan kita dan dengan demikian menurunkan rahmat-Nya kepada kita… aamiin… Pengeluaran yang senantiasa kita lakukan pada hakikatnya adalah pemasukan bagi diri kita sendiri, itu kalo pengeluaran tersebut d...

Hasil Mudik 2025

Sekarang sudah bulan Agustus 2025, orang-orang masih pada summer break, Saya & Aa juga baru beres mudik ke Bogor kemarin, dan sekarang sedang menikmati panasnya Dhahran 😁. Kegiatan-kegiatan juga sedang libur jadi saya literally jadi pengangguran aja, yang ga banyak acara hihihii... Kemarin pulang dari mudik, kepala berasa pusing. Curiga darah tinggi maka cek tensi, dan benar saja tensi saya 146. Flasback ke beberapa hari sebelum mudik memang makannya ajaib alias banyak makan, plus ga olah raga dan kurang tidur juga. 2 hari sebelum terbang, kita nginep di hotel airport, karena berbarengan 4 orang mau terbang di dua hari berbeda dan tujuan berbeda, jadi daripada bolak-balik anter Bogor-Soetta jadilah kita nginep aja. Check in hari selasa, besok rabu saya melepas Aa balik ke Saudi (ya flight kami beda sehari 😆 dan siangnya anter ponakan yang mau kuliah di Surabaya di terminal 1. Besoknya giliran saya anter teteh saya yang mau balik ke US flight pagi, dan terakhir saya dilepas teteh ...

Cerita Dhahran?

Awal Oktober 2022 lalu saya dan Aa pindah rumah ke Dhahran, apakah blog ini harus ganti nama jadi ceritadhahran? hahahha…. Ga usah lah ya secara Khobar – Dhahran juga deket. Padahal di postingan terakhir juga saya postingnya dari Rakah yang bagian rumah saya notabene udah masuk area Dammam, jadi mari kita biarkan saja blog ini bernama ceritakhobar  Tak terasa juga Oktober mendatang udah mau setahun kami menempati rumah di Dhahran ini. Flashback ke tahun lalu yang merupakan salah satu tahun yang cukup hectic, tapi masih kalah hectic sih kalo dibandingin sama proses saya dan Aa balik lagi ke Saudi di musim pandemi hahahaha…. Setelah dari tahun 2010 sampai 2022 kami tinggal di apartemen sampe merasakan 6 apartemen, di 2 lokasi berbeda, alhamdulillah tahun kemarin kita dapet kesempatan tinggal di rumah “normal” dan ada garasi pula, secara di Bogor aja kita ga punya garasi hahaha…. Yang ada halaman depan dan belakangnya juga mashaAllah. Teman-teman yang lain tak sedikit yang berkebun sa...