Sebuah karya terbaru dari kang abik, novel yang berjudul Bumi Cinta... Dengan setting-an kota moskow yang bersalju, dan rusia pada umumnya. Menceritakan kehidupan seorang pemuda Indonesia, shalih, yang sedang melakukan riset untuk gelar doktor dibidang sejarah Islam. Menghadapi cobaan yang berat, cobaan iman dengan dihadapkan pada gaya hidup eropa yang bebas dan serba permisif, juga wanita-wanita cantik yang bisa membuat laki-laki manapun bertekuk lutut...
Karakter ayyas dalam cerita ini dilukiskan sebagai sosok pemuda yang shalih, dengan perawakan yang biasa saja, tak tampan tak juga jelek.... dan dengan segala kelebihannya tersebut dia juga hanya manusia biasa yang mencoba bertahan ditengah-tengah gempuran godaan lingkungan yang berat, terutama untuk seorang lelaki yang belum menikah...
Kebanyakan karakter perempuannya bercerita tentang orang-orang rusia... ada yelena yang merupakan pelacur papan atas yang tak lagi percaya Tuhan, ada linor agen musuh yang berkedok sebagai wartawan dan pemain biola, dan ada pula anastasia doktor pembimbing penelitian ayyas yang cerdas dan taat akan ajarannya... Mereka semua memiliki kecantikan yang tak biasa.
Membaca karangan kang abik yang satu ini, saya seperti benar-benar berada di rusia, imajinasi saya diajak untuk menggambarkan keindahan kota moskow dengan segala keindahan arsitektur kunonya. Tak melulu bercerita tentang cinta, novel ini juga terdapat unsur spionase yang menambah konflik para karakternya.
Didalamnya juga banyak ditemukan pembahasan-pembahasan detil mengenai berbagai hal, hal yang dapat menambah wawasan pembacanya. Sehingga kita tidak hanya membaca jalan cerita tapi ditambah dengan berbagai ilmu pengetahuan. Siapapun yang membuatnya, tentu bukan orang yang hanya bisa berimajinasi menghidupkan karakter di novel tersebut, tapi tentu telah banyak melakukan riset atau penelitian yang mendalam, sehingga tak hanya menerangkan tentang berbagai macam tipe atheisme tapi juga bisa dengan detil menuangkan seluk-beluk kota moskow kedalam bentuk tulisan.
Saya ga tau apakah kang abik pernah mengunjungi kota tersebut, tapi dari deskripsinya saya seperti dibawa berjalan-jalan menyusuri keindahan arsitektur bangunan beserta orang-orang yang hidup didalamnya...
Comments