Skip to main content

Based On True Story...

Buku, lebih tepatnya novel, kedua yang saya baca pekan ini berjudul Nyonya Jetset karya Alberthiene Endah... diangkat dari kisah nyata, yang mungkin nama, tempat, profesi nya disamarkan (mungkin yaaahh... :p). Bercerita tentang realita yang sepertinya ada ditengah masyarakat kita, Setting-an ceritanya sendiri masi cuma ada dalam bayangan saya, karena mengetengahkan cerita tentang orang-orang super kaya yang menilai segala sesuatunya dengan materi dan nama baik. Jauh bener dari kehidupan sehari-hari saya jadi yah cuma bisa membayangkan ajah hehehe....Namun karena diangkat dari cerita sebenarnya, itu berarti merupakan realita yang mau tak mau memang ada dan terjadi.

Tokoh utamanya adalah roosalin, seorang model catwalk yang menikah dengan pengusaha anak konglomerat bernama edwan dengan segala macam intrik dalam kehidupannya setelah menikah.

Terus terang saya penasaran dengan agama yang dianut song tokoh utamanya dan ternyata ada kalimat yang menyebutkan kalau dia shalat subuh, berarti Islam donk.... Namun disitu juga diceritakan bahwa dia juga menganut paham hidup bebas, menganggap berzina itu suatu hal yang biasa... Saya jadi bertanya-tanya, apakah dunia modelling memang seperti itu??? Persaingan mendapatkan lelaki idaman yang bisa mensupport gaya hidup glamour yang sudah menjadi kebutuhan, karena bayaran menjadi model pun ternyata tak sebesar yang orang kira.... Baju, sepatu, asesoris yang dipakai semua adalah pinjaman dan dipakai pada waktu di runway atau pemotretan doank...

Kenapa saya penasaran dengan agamanya? karena buat saya agama lah yang menyetir kehidupan saya... Mungkin ga tepat juga membandingkan hidup saya dengan hidup orang lain, tapi saya hanya mencoba menyelami karakter yang ada di cerita tersebut dan satu-satunya pembanding ya hidup yang saya jalani sekaran ini :p

Anyways.... Dari cerita tersebut saya juga menangkap bahwa kehidupan orang-orang super kaya di negeri ini (karena kebetulan setting true story yang terjadi itu ada disini) benar-benar serba mewah, glamour dimana harta menjadi tolak ukur tinggi rendahnya kasta seseorang. Tokoh utama yang seorang model itu sendiri berasal dari kalangan menengah yang biasa saja, lumayan "normal" lah sehingga dia sendiri terkaget-kaget dengan budaya dalam kehidupan barunya setelah menikah dengan seorang pengusaha sukses kaya raya.

Semua orang berpenampilan yang terbaik secara fisik, tubuh yang terawat sempurna dari ujung rambut sampe ujung kaki, pakaian, tas, sepatu, aksesoris yang menempel di badan haruslah barang bermerk top dan termahal dikelasnya, fasilitas kartu kredit yang hampir tanpa batas dan segala kesempurnaan lain yang mungkin hanya bisa dibayangkan oleh orang-orang seperti saya hehehe...

Tapi disisi lain, disebutkan juga disitu bahwa meski bergelimang harta tak menjadikan kehidupan orang-orang didalamnya lantas bahagia. Nama baik keluarga benar-benar dijaga, sampai-sampai sang besan yang notabene adalah orang tua dari roosalin yang hidup lebih sederhana dibelikan rumah dan langsung diminta pindah ke rumah yang jauh lebih mewah, bukan untuk membantunya tapi untuk menyelamatkan nama baik mereka sendiri...

Saya yakin, tak semua orang-orang super kaya seperti itu... saya optimis masi ada orang-orang berada yang tak menilai segala sesuatunya melalui harta. Terus-terang saya juga belum tau yah klo dikasih cobaan bergelimangan harta seperti itu apakah saya bisa istiqomah tak tergoyahkan dijalan Allah, apakah bisa semakin mendekatkan diri saya terhadap Allah atau malah menjauhkan saya dari kasih sayang Allah... naudzubillah.....

Harta memang merupakan salah satu bentuk cobaan dari Allah... entah itu dengan sedikit ataupun banyaknya. Semoga saja Allah selalu melindungi kita disaat bagaimanapun. Semoga dengan rejeki yang kita miliki selalu dapat mendekatkan kita terhadap ridho Allah SWT... aamiin... (:

Comments

Popular posts from this blog

Pengeluaran Akhir Ramadhan…

Waktu Aa masi kerja di jakarta, paling seneng pas bulan puasa soalnya tengah bulan turun THR… hehehe… Kalo skarang karena base-nya international dan tak ada peraturan tentang THR, maka yaaa ga dapet THR :D Tapi ada tak ada THR, semangat sedekah harus jalan terusss… Apalagi di momen ramadhan yang berkah ini, insyaAllah Allah akan melipatgandakan berkahnya atas kebaikan yang kita lakukan. Saya udah bikin daftar pengeluaran THR… cara pandang terhadap pengeluaran sangat terasa signifikan terhadap perasaan. Kalo kita cuma liat daftar itu hanya sebagai pengeluaran biaya rasanya gimana gitu, beda dengan bila kita liat daftar tersebut sebagai pemasukan amal melalui sedekah dan berbagi. Ditambah lagi dengan kemuliaan bulan ramadhan menjadikan kita berharap bahwa Allah senantiasa meridhoi perbuatan kita dan dengan demikian menurunkan rahmat-Nya kepada kita… aamiin… Pengeluaran yang senantiasa kita lakukan pada hakikatnya adalah pemasukan bagi diri kita sendiri, itu kalo pengeluaran tersebut d...

Hasil Mudik 2025

Sekarang sudah bulan Agustus 2025, orang-orang masih pada summer break, Saya & Aa juga baru beres mudik ke Bogor kemarin, dan sekarang sedang menikmati panasnya Dhahran 😁. Kegiatan-kegiatan juga sedang libur jadi saya literally jadi pengangguran aja, yang ga banyak acara hihihii... Kemarin pulang dari mudik, kepala berasa pusing. Curiga darah tinggi maka cek tensi, dan benar saja tensi saya 146. Flasback ke beberapa hari sebelum mudik memang makannya ajaib alias banyak makan, plus ga olah raga dan kurang tidur juga. 2 hari sebelum terbang, kita nginep di hotel airport, karena berbarengan 4 orang mau terbang di dua hari berbeda dan tujuan berbeda, jadi daripada bolak-balik anter Bogor-Soetta jadilah kita nginep aja. Check in hari selasa, besok rabu saya melepas Aa balik ke Saudi (ya flight kami beda sehari 😆 dan siangnya anter ponakan yang mau kuliah di Surabaya di terminal 1. Besoknya giliran saya anter teteh saya yang mau balik ke US flight pagi, dan terakhir saya dilepas teteh ...

Cerita Dhahran?

Awal Oktober 2022 lalu saya dan Aa pindah rumah ke Dhahran, apakah blog ini harus ganti nama jadi ceritadhahran? hahahha…. Ga usah lah ya secara Khobar – Dhahran juga deket. Padahal di postingan terakhir juga saya postingnya dari Rakah yang bagian rumah saya notabene udah masuk area Dammam, jadi mari kita biarkan saja blog ini bernama ceritakhobar  Tak terasa juga Oktober mendatang udah mau setahun kami menempati rumah di Dhahran ini. Flashback ke tahun lalu yang merupakan salah satu tahun yang cukup hectic, tapi masih kalah hectic sih kalo dibandingin sama proses saya dan Aa balik lagi ke Saudi di musim pandemi hahahaha…. Setelah dari tahun 2010 sampai 2022 kami tinggal di apartemen sampe merasakan 6 apartemen, di 2 lokasi berbeda, alhamdulillah tahun kemarin kita dapet kesempatan tinggal di rumah “normal” dan ada garasi pula, secara di Bogor aja kita ga punya garasi hahaha…. Yang ada halaman depan dan belakangnya juga mashaAllah. Teman-teman yang lain tak sedikit yang berkebun sa...