Beragamnya media sekarang ini membuat siapapun bisa dengan mudah menumpahkan unek-uneknya... Di status berbagai social networking seperti facebook, twitter, friendster, atau multiply. Semua orang bebas berekspresi. Susah, sedih, senang, bahagia, gugup, kesal, marah, bete.... semua ada disana.
Ada pula yang mengekspresikan perasaannya dalam bentuk tulisan yang lebih panjang seperti blog. Banyak curahan hati ditumpahkan disana, tak peduli kalo semua orang bisa membacanya...
, yang penting apa yang ada dihati bisa ditumpahkan dan mungkin ada efek melegakan disana.
, yang penting apa yang ada dihati bisa ditumpahkan dan mungkin ada efek melegakan disana.Terlepas dari itu semua, saya tak termasuk kedalam orang yang bisa dengan mudah menuliskan perasaan di media internet. Blog yang saya tulis kebanyakan berisi tentang aktifitas harian yang saya lakukan. Status yang saya pasang sebagian besar berisi hal-hal remeh-temeh ga penting dan biasanya berisi apa yang saya lakukan pada saat saya menulisnya.
Saya tak suka mengumbar perasaan, mengeluh ataupun curhat di internet. Pun kalo ada paling berupa siratan yang samar dan general. Kalo saya lagi kangen sama Aa, tinggal bilang sama yang bersangkutan.... kadang suka pasang status di twitter sih, dimana status saya sangat cepat berganti dan yang follow saya ga terlalu banyak seperti di fb
. Kalo lagi kesal sama seseorang, biasanya saya telan sendiri dan seiring waktu kekesalan bisa mereda. Bila sedang merasa down, bener-bener down, tempat saya curhat hanyalah Allah SWT yang Maha Pendengar.
. Kalo lagi kesal sama seseorang, biasanya saya telan sendiri dan seiring waktu kekesalan bisa mereda. Bila sedang merasa down, bener-bener down, tempat saya curhat hanyalah Allah SWT yang Maha Pendengar.Waktu curhat kepada Allah, saya bisa benar-benar bebas berekspresi... Saya tak biasa nangis di depan orang, even suami sendiri, kalopun menangis itu karena bener-bener ga bisa ditahan. Tapi kalo nonton film saya sangat mudah menangis hihihi... Tapi sewaktu bersimpuh dihadapan Allah, saya bisa nangis sepuasnya, kadang ga ada kata yang terucap, cuma hati aja yang berbicara nyorocos panjang lebar, karena Allah Maha Tahu kereteg hate kita... Biasanya setelah curhat sama Allah perasaan bener-bener plong, at least bisa meringankan beban pikiran karena udah dikeluarin uneg-unegnya
.
.Berbeda-beda cara manusia mengatasi masalahnya, berbeda pula gaya mereka dalam mengungkapkan pikirannya. Semua kembali kepada kebiasaan masing-masing orang. Saya selalu merasa sebagai orang yang lumayan introvert alias tertutup, dan saya nyaman dengan itu. Sekarang udah ada teman berbagi cerita, dan Alhamdulillah saya pun tak punya kesulitan dalam berbagi cerita apapun dengan Aa.
Tak sedikit tetangga saya yang senang curhat ke tetangga lainnya, even tentang kehidupan rumah tangganya yang menurut saya adalah konsumsi pribadi... Mungkin mereka hanya mencoba bertukar pikiran dan mencari jalan keluar. Alhamdulillah ibu-ibu di lingkungan rumah saya ga rumpi, ga kaya di sinetron-sinetron gitu hihihi... meskipun lingkungan saya terbilang kampung, tapi kebanyakan orang-orangnya mengutamakan pendidikan, jadi klo ga sibuk sekolah ya pada sibuk kerja. Ada yang suka cerita ke umi pun itu biasanya karena mereka menganggap umi seperti orang tua sendiri, dan umi juga ga rumpi sich...
. Mungkin mereka butuh sekedar untung berkeluh-kesah....
. Mungkin mereka butuh sekedar untung berkeluh-kesah....Suka seru juga sih denger orang curhat, bisa membuat kita berpikir mengenai kehidupan. Banyak juga pelajaran yang bisa diambil waktu dengerin curhat orang lain. Kadang suka ada juga temen yang curhat lewat instant messenger... Biasanya klo udah chatting sama temen, kadang ngalor ngidul ksana kmari, dari pembahasan satu ke pembahasan lain... Dari masalah satu ke masalah lain. Dari situ kita belajar, bahwa setiap orang punya beragam masalah dan cara untuk mengatasinya. Belajar untuk bisa berempati terhadap masalah orang lain, atau sekedar update dengan kabar teman dan sodara, dan klo temen nanya mengenai sesuatu hal yang saya belum menguasainya jadi sadar klo saya masih harus banyak belajar....
Sampai sekarang masih ada keinginan untuk belajar psikologi... one of my long lost passion hehehe.... Hanya waktu yang akan berbicara, apakah saya sempat belajar psikologi secara resmi atau tidak heuheuheu
, karena masih banyak prioritas lain yang lebih penting untuk dilaksanakan dalam kehidupan keluarga kecil kami
.
, karena masih banyak prioritas lain yang lebih penting untuk dilaksanakan dalam kehidupan keluarga kecil kami
.
Comments