Skip to main content

Pisau Bermata Dua...

Banyak yang bilang, teknologi itu bagaikan pisau bermata dua. Yang satu bisa digunakan untuk kebaikan, sementara yang satunya lagi bisa melukai diri sendiri. Akhir-akhir ini sedang santer diberitakan mengenai tingkah polah beberapa anak muda dan ABG yang disebabkan oleh situs jejaring sosial, apalagi kalo bukan Facebook... :P

Penggunaan teknologi apapun pada akhirnya akan kembali ke pribadi masing-masing orang, hasilnya bisa berdampak baik ataupun buruk. Peran orang tua, suami, istri, dan anggota keluarga lain dalam mengingatkan pengguna akan sangat membantu mengontrol prilaku pengguna teknologi.

Banyak contoh penyalahgunaan situs facebook yang sudah diberitakan. Dari mulai berita tentang kaburnya anak ABG dengan seseorang yang dikenalnya di facebook, berita bunuh diri karena mendapat hinaan di account facebook-nya, sampai perceraian suami istri yang disinyalir meningkat juga salah satunya karena penyalahgunaan situs tersebut (http://eramuslim.com/berita/dunia/fatwa-ulama-mesir-facebook-haram-karena-menyebabkan-perselingkuhan.htm)

Kebanyakan orang atas nama kebebasan berekspresi tak segan-segan untuk menulis status mengenai dirinya, masalahnya, kluarganya, sampai ungakapan hati terdalamnya di status facebook... Ada yang selalu menulis status yang mengeluh tentang kehidupan, bahkan ada pula yang menulis status tentang kekesalan anak terhadap ibu-nya, yang klo kita baca aja bikin miris, karena kita kenal ibu anak tersebut...

Banyak juga yang berbagi status mengenai ayat-ayat Al-Qur'an, hadist, doa, ungkapan rasa syukur atau sekedar postingan ga penting mengenai kegiatan sehari-harinya (maksudnya status saya heheheh :p). Kalo untuk mengungkapkan kemarahan, kekesalan atau kebetean saya lebih memilih menulis tersirat secara samar di blog, sekalian mengasah kemampuan menulis heuheuheu :D

Ada juga yang suka sindir-sindiran di status atau komen... Ada yang secara tersirat mengungkapkan isi hatinya terhadap orang lain, soalnya kalo terang-terangan udah ga bisa wkwkwkkkk.... :P

Orang tua juga sebaiknya ikut keep up dengan teknologi yang dipakai anak-anaknya, sehingga tetap bisa mengontrol keadaan anak-anaknya. Jangan sampai anak-anak mendapatkan perhatian dari orang lain melalui situs semacam facebook dan akhirnya mau melakukan segala macam untuk orang tersebut.

Untuk pasangan suami-istri sebaiknya tetap menjaga perasaan masing-masing pasangan bila bergaul di facebook, karena mungkin yang kita anggap biasa saja ternyata jadi sesuatu yang "luar biasa" buat pasangan kita.

Smoga saja kita selalu dilindungi oleh Allah SWT dari penyalahgunaan teknologi apapun.... aamiin, karena yang paling berperan disini siapa lagi klo bukan setan yang terkutuk... Naudzubillah...

Comments

Popular posts from this blog

Pengeluaran Akhir Ramadhan…

Waktu Aa masi kerja di jakarta, paling seneng pas bulan puasa soalnya tengah bulan turun THR… hehehe… Kalo skarang karena base-nya international dan tak ada peraturan tentang THR, maka yaaa ga dapet THR :D Tapi ada tak ada THR, semangat sedekah harus jalan terusss… Apalagi di momen ramadhan yang berkah ini, insyaAllah Allah akan melipatgandakan berkahnya atas kebaikan yang kita lakukan. Saya udah bikin daftar pengeluaran THR… cara pandang terhadap pengeluaran sangat terasa signifikan terhadap perasaan. Kalo kita cuma liat daftar itu hanya sebagai pengeluaran biaya rasanya gimana gitu, beda dengan bila kita liat daftar tersebut sebagai pemasukan amal melalui sedekah dan berbagi. Ditambah lagi dengan kemuliaan bulan ramadhan menjadikan kita berharap bahwa Allah senantiasa meridhoi perbuatan kita dan dengan demikian menurunkan rahmat-Nya kepada kita… aamiin… Pengeluaran yang senantiasa kita lakukan pada hakikatnya adalah pemasukan bagi diri kita sendiri, itu kalo pengeluaran tersebut d...

Hasil Mudik 2025

Sekarang sudah bulan Agustus 2025, orang-orang masih pada summer break, Saya & Aa juga baru beres mudik ke Bogor kemarin, dan sekarang sedang menikmati panasnya Dhahran 😁. Kegiatan-kegiatan juga sedang libur jadi saya literally jadi pengangguran aja, yang ga banyak acara hihihii... Kemarin pulang dari mudik, kepala berasa pusing. Curiga darah tinggi maka cek tensi, dan benar saja tensi saya 146. Flasback ke beberapa hari sebelum mudik memang makannya ajaib alias banyak makan, plus ga olah raga dan kurang tidur juga. 2 hari sebelum terbang, kita nginep di hotel airport, karena berbarengan 4 orang mau terbang di dua hari berbeda dan tujuan berbeda, jadi daripada bolak-balik anter Bogor-Soetta jadilah kita nginep aja. Check in hari selasa, besok rabu saya melepas Aa balik ke Saudi (ya flight kami beda sehari 😆 dan siangnya anter ponakan yang mau kuliah di Surabaya di terminal 1. Besoknya giliran saya anter teteh saya yang mau balik ke US flight pagi, dan terakhir saya dilepas teteh ...

Cerita Dhahran?

Awal Oktober 2022 lalu saya dan Aa pindah rumah ke Dhahran, apakah blog ini harus ganti nama jadi ceritadhahran? hahahha…. Ga usah lah ya secara Khobar – Dhahran juga deket. Padahal di postingan terakhir juga saya postingnya dari Rakah yang bagian rumah saya notabene udah masuk area Dammam, jadi mari kita biarkan saja blog ini bernama ceritakhobar  Tak terasa juga Oktober mendatang udah mau setahun kami menempati rumah di Dhahran ini. Flashback ke tahun lalu yang merupakan salah satu tahun yang cukup hectic, tapi masih kalah hectic sih kalo dibandingin sama proses saya dan Aa balik lagi ke Saudi di musim pandemi hahahaha…. Setelah dari tahun 2010 sampai 2022 kami tinggal di apartemen sampe merasakan 6 apartemen, di 2 lokasi berbeda, alhamdulillah tahun kemarin kita dapet kesempatan tinggal di rumah “normal” dan ada garasi pula, secara di Bogor aja kita ga punya garasi hahaha…. Yang ada halaman depan dan belakangnya juga mashaAllah. Teman-teman yang lain tak sedikit yang berkebun sa...