Skip to main content

Gaya Berpakaian....

Pakaian adalah kebutuhan primer beserta sandang dan pangan, begitulah kira-kira pelajaran yang saya terima dari mulai SD dulu. Yang awalnya berfungsi untuk menutup aurat dan melindungi tubuh dari udara luar, sekarang pakaian sudah bisa menjadi penentu status sosial seseorang, bisa juga sebagai sumber mata pencaharian, dan menjadi ciri khas seseorang.

Saya sendiri mengalami beberapa fase dalam cara berpakaian ini. Fase masa kecil dengan pakaian standar anak-anak, pernah suka juga sama model baju sinderela hehehe... Masa-masa ABG gaya berpakaian saya lebih ke kasual, kaos dan celana jeans. Kaosnya pun harus longgar bukan tank top gaya anak remaja sekarang, dibarengi dengan spatu kets atau sandal jepit saya merasa nyaman dengan gaya berpakaian seperti itu.

Masa SMA dan kuliah tak jauh beda, tapi dengan sentuhan jilbab. Tetap memakai jeans dan celana panjang biasa dipadu dengan kemeja yang harus menutup bokong, meskipun kemejanya tak selalu longgar alias agak ketat :p

Sampai di dunia kerja, gaya berpakaian tak jauh beda dengan waktu kuliah. Bedanya mungkin hanya terletak pada blazer yang kerap saya pakai waktu ke kantor. Masih sering pakai sepatu kets, dan jauh sekali dari yang namanya high heels huehehehe... Waktu kuliah pernah magang di perusahaan ban di bogor dekat rumah, saya cpba pake rok panjang dan sepatu hak tinggi yang nyaman, tapi karena pas jalan ke rumah kakiku keseleo akhirnya gak pernah pake hak yang tinggi lagi (waktu itu mungkin sekitar 6 cm heuheuheu... :p)

Di masa bekerja ini pula saya mengalami fase selanjutnya dalam berpakaian. Setelah kembali ikut taklim pekanan, saya mulai merasa tak nyaman dengan jeans dan kemeja. Perlahan-lahan saya mulai melirik rok dan sebangsanya. Maka saya kemudian bertransformasi dalam gaya berpakaian. Setelah rok, saya mulai bereksperimen dengan gamis, apalagi jaman sekarang gamis sudah banyak modelnya, dan bila dipakai kerjapun tak akan menjadi sesuatu yang aneh dilihat.

Meskipun dengan bergamis, saya tetap tak bisa meninggalkan ciri khas pribadi yang pasti ada dalam masing-masing individu. Dengan gamis yang feminim, saya tetap memakai sepatu atau sandal kasual, tetap tak terlalu suka sama aksesoris yang girly...

Dengan gaya pakaian yang sekarang, saya akan selalu terlihat rapi. Dulu waktu awal-awal nikah, Aa belum terbiasa dengan kerapihan saya, sampai pernah saya ganti baju yang 'lebih sederhana', kalau tak mau dikatakan 'lebih jelek' hihihi... karena menurut Aa saya 'over dressed' untuk acara santai... huehehehe... padahal menurut saya standar berpakaian gamis biasanya akan selalu terlihat rapi....

Semenjak Aa pulang dari tugas di saudi dan bawa oleh-oleh abaya, saya jadi keranjingan pake abaya. Karena praktis, simple, sederhana, dan nyaman. Cari-cari disini belum nemu yang senyaman itu. Kalo kondangan sih biasanya tetep berbatik-ria, dengan sepatu yang lebih feminim dari biasa yang saya pakai.

Sekarang, bila bepergian Aa akan menyesuaikan diri dengan kerapihan saya, jangan sampai dibilang supir pribadi saya, gitu kata Aa hihihi.... Kalo saya sih ga terlalu ngatur cara berpakaian Aa, paling klo dimintai pendapat baru mengeluarkan pendapat... yang penting nyaman dibadan dan nyaman dihati hehehe...

Klo lihat cara berpakaian orang lain, pasti ada satu benang merah yang menjadi ciri khas. Suka pengen coba gaya lain, tapi kemudian merasa bukan seperti diri sendiri. Alhamdulillah punya suami yang suka memperhatikan cara saya berpakaian, bukan dari segi style ataupun model, tapi dari sisi syar'i... seperti apakah bajunya terlalu ketat, transaparan ga, jilbab yang terlalu pendek... hal-hal seperti itu yang diperhatikan sama Aa.

Comments

Popular posts from this blog

Pengeluaran Akhir Ramadhan…

Waktu Aa masi kerja di jakarta, paling seneng pas bulan puasa soalnya tengah bulan turun THR… hehehe… Kalo skarang karena base-nya international dan tak ada peraturan tentang THR, maka yaaa ga dapet THR :D Tapi ada tak ada THR, semangat sedekah harus jalan terusss… Apalagi di momen ramadhan yang berkah ini, insyaAllah Allah akan melipatgandakan berkahnya atas kebaikan yang kita lakukan. Saya udah bikin daftar pengeluaran THR… cara pandang terhadap pengeluaran sangat terasa signifikan terhadap perasaan. Kalo kita cuma liat daftar itu hanya sebagai pengeluaran biaya rasanya gimana gitu, beda dengan bila kita liat daftar tersebut sebagai pemasukan amal melalui sedekah dan berbagi. Ditambah lagi dengan kemuliaan bulan ramadhan menjadikan kita berharap bahwa Allah senantiasa meridhoi perbuatan kita dan dengan demikian menurunkan rahmat-Nya kepada kita… aamiin… Pengeluaran yang senantiasa kita lakukan pada hakikatnya adalah pemasukan bagi diri kita sendiri, itu kalo pengeluaran tersebut d...

Hasil Mudik 2025

Sekarang sudah bulan Agustus 2025, orang-orang masih pada summer break, Saya & Aa juga baru beres mudik ke Bogor kemarin, dan sekarang sedang menikmati panasnya Dhahran 😁. Kegiatan-kegiatan juga sedang libur jadi saya literally jadi pengangguran aja, yang ga banyak acara hihihii... Kemarin pulang dari mudik, kepala berasa pusing. Curiga darah tinggi maka cek tensi, dan benar saja tensi saya 146. Flasback ke beberapa hari sebelum mudik memang makannya ajaib alias banyak makan, plus ga olah raga dan kurang tidur juga. 2 hari sebelum terbang, kita nginep di hotel airport, karena berbarengan 4 orang mau terbang di dua hari berbeda dan tujuan berbeda, jadi daripada bolak-balik anter Bogor-Soetta jadilah kita nginep aja. Check in hari selasa, besok rabu saya melepas Aa balik ke Saudi (ya flight kami beda sehari 😆 dan siangnya anter ponakan yang mau kuliah di Surabaya di terminal 1. Besoknya giliran saya anter teteh saya yang mau balik ke US flight pagi, dan terakhir saya dilepas teteh ...

Cerita Dhahran?

Awal Oktober 2022 lalu saya dan Aa pindah rumah ke Dhahran, apakah blog ini harus ganti nama jadi ceritadhahran? hahahha…. Ga usah lah ya secara Khobar – Dhahran juga deket. Padahal di postingan terakhir juga saya postingnya dari Rakah yang bagian rumah saya notabene udah masuk area Dammam, jadi mari kita biarkan saja blog ini bernama ceritakhobar  Tak terasa juga Oktober mendatang udah mau setahun kami menempati rumah di Dhahran ini. Flashback ke tahun lalu yang merupakan salah satu tahun yang cukup hectic, tapi masih kalah hectic sih kalo dibandingin sama proses saya dan Aa balik lagi ke Saudi di musim pandemi hahahaha…. Setelah dari tahun 2010 sampai 2022 kami tinggal di apartemen sampe merasakan 6 apartemen, di 2 lokasi berbeda, alhamdulillah tahun kemarin kita dapet kesempatan tinggal di rumah “normal” dan ada garasi pula, secara di Bogor aja kita ga punya garasi hahaha…. Yang ada halaman depan dan belakangnya juga mashaAllah. Teman-teman yang lain tak sedikit yang berkebun sa...