Skip to main content

Problematika Hidup....

Every single being will face their own problem... ketika seorang individu menghadapi masalah dalam hidupnya, itu berarti tanda bahwa dia masih hidup. Ketika mendengar keluh kesah orang yang mempunyai problem hidup jauh lebih berat dari kita, seketika itu pula kita dapat merasakan kalo masalah yang kita hadapi tak ada artinya dibandingkan masalah orang lain.

Masalah dalam hidup bisa berarti musibah, cobaan, ujian, ataupun teguran... Tak selamanya hidup ini luruuuus ajah. Ada kalanya hidup bagaikan hiking di perbukitan yang naik turun, curam, dikiri kanan jurang dalam, namun tak jarang pula hidup kita bagaikan di jalan tol yang bebas hambatan, kiri kanan pemandangan pegunungan dengan pepohonan yang hijau.

Bila keluarga atau kerabat kita sedang dirundung masalah, sedikit banyak kita juga ikut merasakan penderitaan mereka... dan sekuat tenaga kita akan ikut membantu memecahkan masalah mereka. Bila sudah tak ada daya dan upaya, yang bisa kita lakukan adalah tertawakkal dan tetap berdo'a meminta diberi yang terbaik oleh Allah SWT.

Janji Allah selalu pasti : “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.” Q.S. Al-Insyirah, 94: 6-8.

BERSAMA kesulitan ada kemudahan... tidak perlu menunggu kesulitan usai, Allah menjanjikan terbukanya pintu kemudahan BERSAMA datangnya kesulitan... Subhanalloh.... Selalu menjadi hamba Allah yang bersyukur merupakan salah satu trik agar masalah yang dihadapi terasa lebih ringan....

Ingat juga bahwa setiap musibah yang menimpa orang mukmin insyaAllah akan mengurangi dosa atau menambah pahala kita disisi Allah Azza wa Jalla....Sungguh beruntung sekali memang.... hmmmm.....

Masalah bisa juga timbul antar individu dengan individu lainnya. Hubungan orang tua - anak, adik-kaka, antar tetangga, antar teman sepergaulan, antar rekan kerja, teman sekolah dan sebagainya. Dibutuhkan rasa pengertian atau tenggang rasa antar sesama manusia untuk memenej smua itu, karena tiap individu berbeda satu sama lain, meskipun itu antar manusia yang mempunyai hubungan darah seperti keluarga.

Saya termasuk anak yang belum mau jauh dengan orang tua. Jadi dari awal menikah pun saya belum punya niat untuk jauh-jauh dari ummi, kebetulan bapa sudah Almarhum. Waktu ngontrak di jakarta pun setiap akhir pekan masih harus pulang ke bogor untuk bertemu keluarga khususnya ummi. Dan skarang setelah bosan ngontrak, saya dan Aa tinggal bersebelahan dengan ummi. Untung Aa orangnya santai, selama saya bahagia, insyaAllah dia juga ga keberatan heuheuheu... :D

Alhamdulillah hubungan saya dengan ummi sangat dekat. Ummi pasti selalu mendiskusikan keputusan-keputusan penting yang harus diambilnya dengan saya dan anak-anak lain. Tapi terkadang ada hal-hal yang hanya bisa bliau bagi dengan saya aja. Prinsip saya, saya tak mau melarang-larang orang tua untuk melakukan apapun yang diinginkannya, selama tidak bertentangan dengan syariat Islam dan tidak membahayakan dirinya dan orang lain. Selama itu membuat mereka senang, silahkan saja....

Terkadang, seseorang terlihat seperti tak pernah punya masalah, tapi sesungguhnya mungkin saja dia bisa memenej hatinya sedemikian rupa sehingga orang lain tak perlu ikut merasakan problem yang sedang dihadapinya. Dia tak mengumbar kepelikan hatinya kecuali hanya kepada orang-orang yang dia percayai, sekedar untuk sedikit melepaskan beban dengan bercerita.

Jadi teringat masa sekolah dulu, saya selalu dijadikan 'tempat sampah' teman-teman dalam artian tempat mereka bercerita dan berkeluh kesah segala sesuatu, dan Alhamdulillah saat itu tak pernah merasa terbebani oleh masalah-masalah yang saya tampung. Sempat kepikiran pengen jadi psikolog, eh malah nyasar ke ilmu komputer hehehe...

Yah... pada akhirnya kita akan mengembalikan semuanya kepada Allah, karena Allah adalah sebaik-baiknya perencana.... :)

Comments

Popular posts from this blog

Pengeluaran Akhir Ramadhan…

Waktu Aa masi kerja di jakarta, paling seneng pas bulan puasa soalnya tengah bulan turun THR… hehehe… Kalo skarang karena base-nya international dan tak ada peraturan tentang THR, maka yaaa ga dapet THR :D Tapi ada tak ada THR, semangat sedekah harus jalan terusss… Apalagi di momen ramadhan yang berkah ini, insyaAllah Allah akan melipatgandakan berkahnya atas kebaikan yang kita lakukan. Saya udah bikin daftar pengeluaran THR… cara pandang terhadap pengeluaran sangat terasa signifikan terhadap perasaan. Kalo kita cuma liat daftar itu hanya sebagai pengeluaran biaya rasanya gimana gitu, beda dengan bila kita liat daftar tersebut sebagai pemasukan amal melalui sedekah dan berbagi. Ditambah lagi dengan kemuliaan bulan ramadhan menjadikan kita berharap bahwa Allah senantiasa meridhoi perbuatan kita dan dengan demikian menurunkan rahmat-Nya kepada kita… aamiin… Pengeluaran yang senantiasa kita lakukan pada hakikatnya adalah pemasukan bagi diri kita sendiri, itu kalo pengeluaran tersebut d...

Hasil Mudik 2025

Sekarang sudah bulan Agustus 2025, orang-orang masih pada summer break, Saya & Aa juga baru beres mudik ke Bogor kemarin, dan sekarang sedang menikmati panasnya Dhahran 😁. Kegiatan-kegiatan juga sedang libur jadi saya literally jadi pengangguran aja, yang ga banyak acara hihihii... Kemarin pulang dari mudik, kepala berasa pusing. Curiga darah tinggi maka cek tensi, dan benar saja tensi saya 146. Flasback ke beberapa hari sebelum mudik memang makannya ajaib alias banyak makan, plus ga olah raga dan kurang tidur juga. 2 hari sebelum terbang, kita nginep di hotel airport, karena berbarengan 4 orang mau terbang di dua hari berbeda dan tujuan berbeda, jadi daripada bolak-balik anter Bogor-Soetta jadilah kita nginep aja. Check in hari selasa, besok rabu saya melepas Aa balik ke Saudi (ya flight kami beda sehari 😆 dan siangnya anter ponakan yang mau kuliah di Surabaya di terminal 1. Besoknya giliran saya anter teteh saya yang mau balik ke US flight pagi, dan terakhir saya dilepas teteh ...

Cerita Dhahran?

Awal Oktober 2022 lalu saya dan Aa pindah rumah ke Dhahran, apakah blog ini harus ganti nama jadi ceritadhahran? hahahha…. Ga usah lah ya secara Khobar – Dhahran juga deket. Padahal di postingan terakhir juga saya postingnya dari Rakah yang bagian rumah saya notabene udah masuk area Dammam, jadi mari kita biarkan saja blog ini bernama ceritakhobar  Tak terasa juga Oktober mendatang udah mau setahun kami menempati rumah di Dhahran ini. Flashback ke tahun lalu yang merupakan salah satu tahun yang cukup hectic, tapi masih kalah hectic sih kalo dibandingin sama proses saya dan Aa balik lagi ke Saudi di musim pandemi hahahaha…. Setelah dari tahun 2010 sampai 2022 kami tinggal di apartemen sampe merasakan 6 apartemen, di 2 lokasi berbeda, alhamdulillah tahun kemarin kita dapet kesempatan tinggal di rumah “normal” dan ada garasi pula, secara di Bogor aja kita ga punya garasi hahaha…. Yang ada halaman depan dan belakangnya juga mashaAllah. Teman-teman yang lain tak sedikit yang berkebun sa...