Skip to main content

Hari Ibu....

Hari ini, tepat 22 desember, Indonesia memperingati hari ibu. Status fesbuk pun penuh dengan ungakapan kecintaan teman-teman terhadap ibu, ummi, mama, mami, bunda mereka masing-masing. Untuk yang sudah menjadi ibu, tentu bisa merasakan perjuangan ibunya dahulu ketika melahirkan dan mendidik anak-anaknya.

Ummi dimata saya adalah sosok tegas sekaligus lembut. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dimata saya sosok ummi tetap sempurna. Perjalanan waktu membuktikan kasih sayang ummi terhadap anak-anaknya merupakan unconditional love.

Atas ijin Allah SWT, kerja sama ummi dan bapak dalam mendidik anak-anaknya telah menjadikan kami individu-individu yang siap menghadapi kehidupan. Modal pendidikan agama sedari kecil, membuat kami memiliki bekal cukup untuk menjalani hari-hari kami selanjutnya. Bapak adalah orang pertama yang mengajari saya membaca Al-Qur'an, dan ummi adalah orang yang selanjutnya "meluruskan" bacaan Al-Qur'an saya sehingga saya paham dengan makhraj dan tajwidnya.

Ketika anaknya ada yang menghadapi masalah, ummi tak segan-segan melakukan segala daya upaya untuk membantu, meski sampai mengorbankan kepentingannya sendiri. Ummi selalu sedia nasi ekstra, sehingga ketika anaknya ada yang kehabisan nasi mereka tahu harus lari kemana. Waktu kecil, kalau saya sakit saya harus tidur bareng ummi, dan bapak udah ngerti harus "menyingkir" sementara waktu sampai saya sembuh... hehehe...

Ummi ku jarang sekali meminta, meski sedang membutuhkan. Maka kami anak-anaknya yang harus proaktif. Sedari dulu, ummi selalu punya pegangan "usaha"... entah itu beternak ayam, memelihara ikan, ataupun berdagang makanan. Yang masih ada sampai sekarang adalah kolam ikan. Sifat mandiri ummi ini sedikit banyak diwariskan kepada kami anak-anak perempuannya.

Sampai hari ini saya masih ingin dekat dengan ummi. Sampai sekarang pun, ummi selalu menjadi tempat kami berkonsultasi, beda nya sekarang tak hanya anak-anaknya yang berkonsultasi kepada ummi, tapi ummi pun kerap berdiskusi dan berkonsultasi kepada kami anak-anaknya sekedar berbagi pikiran ataupun dalam menyelesaikan masalah.

Buat saya, sekarang saatnya membahagiakan ummi. Maka ketika ada keinginan ummi untuk ini dan itu, saya tak ingin melarang selama tidak bertentangan dengan norma-norma agama. Selama ummi merasa bahagia, maka insyaAllah saya akan bahagia :)

Ya Allah... Tetapkan kami sebagai keluarga tak hanya di dunia saja, tapi juga sampai di akherat kelak... Semoga Kau berkenan mengumpulkan kami nanti di tempat-Mu yang terbaik. Aamiin... Selamat Hari Ibu untuk semua Ibu di dunia... Semoga saya bisa menyusul menjadi Ibu, dan bisa menjadi Ibu yang terbaik untuk anak-anak kami kelak.... aamiin... :)

Comments

Popular posts from this blog

Pengeluaran Akhir Ramadhan…

Waktu Aa masi kerja di jakarta, paling seneng pas bulan puasa soalnya tengah bulan turun THR… hehehe… Kalo skarang karena base-nya international dan tak ada peraturan tentang THR, maka yaaa ga dapet THR :D Tapi ada tak ada THR, semangat sedekah harus jalan terusss… Apalagi di momen ramadhan yang berkah ini, insyaAllah Allah akan melipatgandakan berkahnya atas kebaikan yang kita lakukan. Saya udah bikin daftar pengeluaran THR… cara pandang terhadap pengeluaran sangat terasa signifikan terhadap perasaan. Kalo kita cuma liat daftar itu hanya sebagai pengeluaran biaya rasanya gimana gitu, beda dengan bila kita liat daftar tersebut sebagai pemasukan amal melalui sedekah dan berbagi. Ditambah lagi dengan kemuliaan bulan ramadhan menjadikan kita berharap bahwa Allah senantiasa meridhoi perbuatan kita dan dengan demikian menurunkan rahmat-Nya kepada kita… aamiin… Pengeluaran yang senantiasa kita lakukan pada hakikatnya adalah pemasukan bagi diri kita sendiri, itu kalo pengeluaran tersebut d...

Hasil Mudik 2025

Sekarang sudah bulan Agustus 2025, orang-orang masih pada summer break, Saya & Aa juga baru beres mudik ke Bogor kemarin, dan sekarang sedang menikmati panasnya Dhahran 😁. Kegiatan-kegiatan juga sedang libur jadi saya literally jadi pengangguran aja, yang ga banyak acara hihihii... Kemarin pulang dari mudik, kepala berasa pusing. Curiga darah tinggi maka cek tensi, dan benar saja tensi saya 146. Flasback ke beberapa hari sebelum mudik memang makannya ajaib alias banyak makan, plus ga olah raga dan kurang tidur juga. 2 hari sebelum terbang, kita nginep di hotel airport, karena berbarengan 4 orang mau terbang di dua hari berbeda dan tujuan berbeda, jadi daripada bolak-balik anter Bogor-Soetta jadilah kita nginep aja. Check in hari selasa, besok rabu saya melepas Aa balik ke Saudi (ya flight kami beda sehari 😆 dan siangnya anter ponakan yang mau kuliah di Surabaya di terminal 1. Besoknya giliran saya anter teteh saya yang mau balik ke US flight pagi, dan terakhir saya dilepas teteh ...

Cerita Dhahran?

Awal Oktober 2022 lalu saya dan Aa pindah rumah ke Dhahran, apakah blog ini harus ganti nama jadi ceritadhahran? hahahha…. Ga usah lah ya secara Khobar – Dhahran juga deket. Padahal di postingan terakhir juga saya postingnya dari Rakah yang bagian rumah saya notabene udah masuk area Dammam, jadi mari kita biarkan saja blog ini bernama ceritakhobar  Tak terasa juga Oktober mendatang udah mau setahun kami menempati rumah di Dhahran ini. Flashback ke tahun lalu yang merupakan salah satu tahun yang cukup hectic, tapi masih kalah hectic sih kalo dibandingin sama proses saya dan Aa balik lagi ke Saudi di musim pandemi hahahaha…. Setelah dari tahun 2010 sampai 2022 kami tinggal di apartemen sampe merasakan 6 apartemen, di 2 lokasi berbeda, alhamdulillah tahun kemarin kita dapet kesempatan tinggal di rumah “normal” dan ada garasi pula, secara di Bogor aja kita ga punya garasi hahaha…. Yang ada halaman depan dan belakangnya juga mashaAllah. Teman-teman yang lain tak sedikit yang berkebun sa...