Tadi siang nonton oprah show tentang tuna wisma di amerika sana. Krisis ekonomi yang belum lama terjadi menyebabkan bunga kredit rumah disana melambung, sky rocketing... sehingga menyebabkan banyak warga amerika sana tak mampu lagi membayar cicilan rumahnya. Ternyata dampaknya sampai sebegitu dahsyatnya yah...
Banyak keluarga yang tadinya dari kelas menengah, mempunyai rumah (cicilan) yang bagus, luas, pekerjaan dengan gaji besar, ketika krisis ekonomi global menyerang mereka tak berkutik... Banyak pasangan suami istri yang kehilangan pekerjaannya sehingga mereka hidup dari satu tempat penampungan ke tempat penampungan yang lain.... hanya dengan berbekal kantong plastik sampah untuk menyimpan baju dan sepatu mereka, satu keluarga yang terdiri dari 1 orang ibu dan 3 orang anak harus berganti tempat penampungan, dan di akhir pekan mereka terpaksa tinggal di jalanan karena shelter-nya tutup...
Banyak pula keluarga yang tinggal di tenda-tenda milik sendiri. Ada pasangan suami istri yang mempunyai anak yang sudah menikah tapi mereka tak mau meminta bantuan kepada anaknya tersebut... alasannya mereka tak mau membebani anaknya sendiri, dan sampai sekarang anaknya juga belum tahu keadaan orang tuanya seperti apa, karena tiap hari raya orang tuanya tersebut tak pernah absen menelepon dan memberi kabar kalo mereka baik-baik saja...
Hmmmm ga kebayang deh hidup seperti itu.... Ini bisa terjadi kepada siapa saja. Allah sangat capable untuk membolak-balikkan hidup manusia. Yang lebih ga kebayang adalah ko bisa orang tua ga mau menceritakan keadaan sesungguhnya kepada anaknya sendiri. Innalillahii...
Allah sudah memberikan ajaran gimana hubungan orang tua dengan anak... Kewajiban orang tua untuk mendidik anaknya, dan kewajiban anaknya untuk berbakti kepada orang tua. Kalo sampai orang tua sendiri malu untuk meminta sesuatu kepada anaknya, apalagi bila memang membutuhkan, menurut saya sih itu hal yang keterlaluan, ada yang harus dibenahi dalam hubungan orang tua-anak seperti itu...
Mungkin itu bedanya di amerika sana dan di indonesia sini. Disini sebagian besar orang masih mau menampung bila saudara lainnya tak punya rumah... Kadang ada satu rumah diisi oleh beberapa keluarga...
Rasa syukur harus selalu ada dalam setiap kondisi kehidupan.... Segala puji bagi Allah yang memberi kita tempat tinggal yang layak, kamar mandi yang bersih, air yang bening, keluarga yang hebat dan penuh cinta... Syukur nikmat itu juga bisa tercermin dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah dengan berbagi rejeki dengan orang tua...
Alhamdulillah dulu waktu masih ada almarhum bapa, ketika saya sudah kerja bliau tak segan-segan meminta kepada saya bila butuh sesuatu... Karena bliau pun dulu tak segan-segan mengeluarkan biaya berapapun yang dibutuhkan agar anak-anaknya bisa maju... Memang sih berapapun yang saya sedekahkan kepada orang tua tak akan pernah impas bila dibandingkan dengan apa yang telah mereka berikan, dengan kesulitan yang pernah saya timbulkan, dan kesedihan yang pernah mereka rasakan gara-gara saya... hiks hiks...
Rumah memang sudah menjadi kebutuhan primer manusia, dari sana lah seseorang bisa sukses ataupun hancur... ada istilah baytii jannatii, rumahku surgaku, home sweet home... dan ada pula istilah broken home... Smua itu menjadi indikasi bahwa rumah menjadi salah satu fasilitas yang bisa membuat orang bahagia atau tidak. Tak semata-mata rumah, tapi juga orang-orang yang mengisi rumah tersebut... Seperti salah satu sabda Rasulullah SAW: "Tiga hal termasuk kebahagiaan anak Adam: "istri solehah, rumah yang nyaman, kendaraan yang nyaman. dan tiga hal termasuk ketidak bahagiaan anak Adam: istri yang jelek (tidak sholehah), rumah yang tidak nyaman, kendaraan yang tidak nyaman" (HR. Ahmad)
Semoga Allah selalu memberi kebahagiaan kepada kita dalam kondisi apapun... aamiin :)
Comments