Skip to main content

Yang Terpilih....

Membaca status fesbuk orang-orang akhir-akhir ini banyak yang berceloteh tentang anak-anak. Kebahagiaan mereka hanya dengan melihat anak-anaknya tidur, tingkah laku sampai hal-hal lucu yang dilakukan anak-anak mereka... Alhamdulillah tak pernah terlintas rasa 'iri' di hati karena saya sendiri belum punya anak. Hanya kadang tak bisa terlalu 'relate' dengan perasaan para orang tua tersebut karena belum punya anak hehehe....

Pada intinya mereka, para orang tua yang juga teman-teman saya, merasa bersyukur telah dikaruniai buah hati yang bisa membuat mereka merasa bahagia dan beruntung... kebanyakan anak-anak mereka saat ini rata-rata masih berumur balita sampai SD, lagi masa seneng-senengnya dan belum terlalu banyak masalah yang ditimbulkan.... :D

Mereka yang telah mempunyai buah hati adalah orang-orang yang dipilih untuk mengemban amanah dari Allah yang berupa anak.... Dan demikian pula, pasangan yang belum dikaruniai anakpun merupakan orang-orang yang dipilih oleh Allah untuk berikhtiar dan berdoa sedemikian rupa....

Yang manapun yang diberikan Allah, smoga menjadi ladang amal bagi kita sebagai hamba-Nya.... toh kemuliaan seseorang dimata Allah tak dilihat dari ada atau tidaknya anak. Orang yang merugi bukanlah orang yang tak punya keturunan tapi orang-orang yang disebut oleh Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 27: "(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi."

Ada juga yang bilang, "kan kalau tak punya anak, ga ada yang mendoakan kita di alam kubur kelak, karena doa anak yang soleh akan terus mengalir sampai kita mati".... Mungkin orang tersebut sudah lupa dengan dua fasilitas lain yang disediakan oleh Allah yakni amal jariyah dan ilmu yang bermanfaat.... :)

Salah satu kunci dari semua ini adalah menjadi hamba Allah yang bersyukur.... karena untuk seorang mukmin setiap keadaan insyaAllah baik untuknya. Bersyukur juga membuat kita kuat dari sisi psikologis... Tak sedikit yang meratapi hidup karena belum dikaruniai momongan, bahkan ada pula yang rumah tangganya hancur berantakan karena masalah tersebut. Semoga saja tak terjadi pada kita... Naudzubillah....

*Renungan malam hari ketika di ruma seorang diri.... hehehe...

Comments

Popular posts from this blog

Pengeluaran Akhir Ramadhan…

Waktu Aa masi kerja di jakarta, paling seneng pas bulan puasa soalnya tengah bulan turun THR… hehehe… Kalo skarang karena base-nya international dan tak ada peraturan tentang THR, maka yaaa ga dapet THR :D Tapi ada tak ada THR, semangat sedekah harus jalan terusss… Apalagi di momen ramadhan yang berkah ini, insyaAllah Allah akan melipatgandakan berkahnya atas kebaikan yang kita lakukan. Saya udah bikin daftar pengeluaran THR… cara pandang terhadap pengeluaran sangat terasa signifikan terhadap perasaan. Kalo kita cuma liat daftar itu hanya sebagai pengeluaran biaya rasanya gimana gitu, beda dengan bila kita liat daftar tersebut sebagai pemasukan amal melalui sedekah dan berbagi. Ditambah lagi dengan kemuliaan bulan ramadhan menjadikan kita berharap bahwa Allah senantiasa meridhoi perbuatan kita dan dengan demikian menurunkan rahmat-Nya kepada kita… aamiin… Pengeluaran yang senantiasa kita lakukan pada hakikatnya adalah pemasukan bagi diri kita sendiri, itu kalo pengeluaran tersebut d...

Hasil Mudik 2025

Sekarang sudah bulan Agustus 2025, orang-orang masih pada summer break, Saya & Aa juga baru beres mudik ke Bogor kemarin, dan sekarang sedang menikmati panasnya Dhahran 😁. Kegiatan-kegiatan juga sedang libur jadi saya literally jadi pengangguran aja, yang ga banyak acara hihihii... Kemarin pulang dari mudik, kepala berasa pusing. Curiga darah tinggi maka cek tensi, dan benar saja tensi saya 146. Flasback ke beberapa hari sebelum mudik memang makannya ajaib alias banyak makan, plus ga olah raga dan kurang tidur juga. 2 hari sebelum terbang, kita nginep di hotel airport, karena berbarengan 4 orang mau terbang di dua hari berbeda dan tujuan berbeda, jadi daripada bolak-balik anter Bogor-Soetta jadilah kita nginep aja. Check in hari selasa, besok rabu saya melepas Aa balik ke Saudi (ya flight kami beda sehari 😆 dan siangnya anter ponakan yang mau kuliah di Surabaya di terminal 1. Besoknya giliran saya anter teteh saya yang mau balik ke US flight pagi, dan terakhir saya dilepas teteh ...

Cerita Dhahran?

Awal Oktober 2022 lalu saya dan Aa pindah rumah ke Dhahran, apakah blog ini harus ganti nama jadi ceritadhahran? hahahha…. Ga usah lah ya secara Khobar – Dhahran juga deket. Padahal di postingan terakhir juga saya postingnya dari Rakah yang bagian rumah saya notabene udah masuk area Dammam, jadi mari kita biarkan saja blog ini bernama ceritakhobar  Tak terasa juga Oktober mendatang udah mau setahun kami menempati rumah di Dhahran ini. Flashback ke tahun lalu yang merupakan salah satu tahun yang cukup hectic, tapi masih kalah hectic sih kalo dibandingin sama proses saya dan Aa balik lagi ke Saudi di musim pandemi hahahaha…. Setelah dari tahun 2010 sampai 2022 kami tinggal di apartemen sampe merasakan 6 apartemen, di 2 lokasi berbeda, alhamdulillah tahun kemarin kita dapet kesempatan tinggal di rumah “normal” dan ada garasi pula, secara di Bogor aja kita ga punya garasi hahaha…. Yang ada halaman depan dan belakangnya juga mashaAllah. Teman-teman yang lain tak sedikit yang berkebun sa...