Sering kali intelektualias seseorang terlihat dari cara berbicara dan pilihan bahasa yang diucapkan, baik dalam keadaan gembira terutama dalam keadaan marah. Orang yang sudah terbiasa dengan ucapan baik insyaAllah secara spontan akan mengeluarkan pilihan bahasa yang baik pula.
Tapi kadang ada orang yang tidak sadar dengan pemilihan kata-kata sehingga sewaktu berbicara dengan orang lain dia tak sadar kalau kata-kata yang keluar dari mulutnya menyinggung perasaan orang lain, parahnya lagi bila lawan bicaranya meng-counter ucapannya dengan senada, dia akan merasa bahwa lawan bicaranya tersebutlah yang telah menyakiti perasaannya...
Saya termasuk orang yang aga susah bila mendapat lawan bicara seperti itu... hehehe... pernah ada seseorang complain tentang suatu hal kepada suami saya dengan nada bicara tinggi dan meledak-ledak, dia sendiri mungkin ga nyadar kalo nada bicara dan pilihan katanya tidak enak didengar... suami saya sih orangnya nyantai dan cool... tapi saya ngga... :p lalu saya counter aja perkataannya dengan gaya yang sama... saat itu sih dia ga ngomong apa2, tapi ternyata dibelakang saya dia ngomongin klo saya bgini dan bgitu, bahwa saya membela suami saya sedemikian rupa sehingga bla bla bla... coba kalo suami atau istrinya digituin, pengen liat apakah dia ga akan membela atau ga... huehehehe...
Sebenarnya masalahnya bukan membela atau ga, tapi lebih kepada karena saya ga suka cara bicaranya yang 'tinggi' and know it all... sepertinya semua orang bodoh dan hanya dia yang pintar. Padahal banyak sekali ilmu dan pengetahuan diluar sana yang masih harus kita gali, sehingga bila kita melihat suatu hal tak lantas menuduh yang tidak2 dan senantiasa bersikap husnudzon atau berbaik sangka terhadap orang lain.
Ada juga orang yang merasa sering tidak dilibatkan dalam suatu perkara dan lantas dia menyalahkan orang yang tidak melibatkannya... dia tidak pernah bertanya kepada diri sendiri maupun orang lain kenapa dia tidak dilibatkan? Biasanya orang seperti itu selalu menyalahkan orang lain terhadap sikap yang diterimanya...
Ada kalanya sikap2 seperti itu dipicu dari alam bawah sadarnya... masa kecil dan masa muda yang kurang kondusif mungkin... tak taulah, saya bukan psikolog... tapi suka kasihan melihat orang seperti itu... mudahan sih saya ga berbicara tentang diri sendiri yah huahahaha... :p
Tak butuh validasi dari orang lain untuk membuktikan bahwa kita bisa, bahwa kita berguna... tak perlu memandang rendah orang lain untuk mendapat pengakuan yang sedemikian rupa. Jika kita baik dimata Allah SWT, nothing else matter karena insyaAllah kita juga akan baik dimata hambaNYA yang bertakwa....
Tulisan ini hanya sebagai pengingat bagi diri sendiri untuk selalu menjaga ucapan, pemilihan kata, dan cara berbicara, karena bila sudah terucap tak akan ada satu pun yang bisa menariknya kembali...
Comments