Mengenalnya skitar 14 tahun yang lalu jamannya kuliah... lelaki putih, tinggi besar tapi bersuara 'lembut' untuk ukuran orang sebesar dia. Penampilan santai, sederhana, saking nyantainya kuliah seringnya pake sendal jepit swallow dan jarang saya liat dia bawa tas, palingan bawa pulpen aja... tapi sepertinya ga butuh mencatat untuk orang sepintar dia, karena nilai-nilainya selalu lebih bagus dia daripada saya hehehe...
Saya slalu merasa dia seperti kakak sulung saya di kampus, sehingga kami pun memanggilnya BABEH... saya, dia dan beberapa orang teman menjadi teman satu 'gank' tanpa pernah kami mendeklarasikannya. Klo menerangkan sesuatu selalu detil sampai kadang suka ga sabar dengan alur ceritanya hihihi... hal itu dilakukan tak lain agar supaya saya mengerti apa yang dia bicarakan :)
Setelah selesai kuliahpun kami masih keep in touch, curhatnya mengenai masalah pribadi sering juga dia lakukan, nelpon sekitar 1 jam juga pernah, sehingga saya cukup mengenalnya dengan segala kelebihan dan kekurangannya... masa-masa kerja di jakarta dan masa-masa bandel bareng-bareng pernah kami jalani juga... tapi Alhamulillah seiring waktu kami ber-evolusi menjadi seseorang yang lebih baik insyaAllah.
Terakhir bertemu dia masih berjuang melawan kanker dan masalah pribadinya. Meskipun tak ikut terlalu terlibat seperti dahulu, tapi saya tetap mengikuti perkembangannya. Malah dengar kabar meskipun sakit dia tetap menjadi dosen dan berdedikasi dengan tanggung jawabnya itu. Smoga hal tersebut bisa menjadi inspirasi buat siapapun yang mengenalnya, bahwa sakit bukanlah alasan untuk tidak berkarya dan menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama.
Selamat jalan sahabat, semoga Allah memberi tempat terbaik di sisi-Nya... dan semoga kita termasuk orang-orang yang terpilih mendapatnya syafaat di hari akhir kelak... aamiin... we'll miss you bro....
Comments