Waktu di dunia ini begitu singkat, seperti cerita penyelam yang mencari kerang berisi mutiara. Ada yang terlalu sibuk memperhatikan keindahan isi laut dan kemudian bermain sesukanya disana sampai-sampai ketika oksigen habis dia panik, karena baru mendapat sedikit kerang dan dia berharap untuk diberi waktu lagi agar bisa mendapat lebih banyak mutiara.... Namun ada juga yang dalam penyelamannya itu dia fokus dalam mencari kerang mutiara, sambil sesekali mengagumi keindahan biota laut sehingga sewaktu udara dalam tangki habis dia bisa membawa bekal mutiara yang banyak...
Saya lupa darimana mendapatkan perumpamaan seperti itu, tapi perumpamaan tersebut sedikit banyak sesuai dengan keadaan kita di dunia ini. Laut menggambarkan dunia ini, keindahan dunia diumpamakan dengan keindahan laut yang sangat menggoda penyelam manapun yang berkunjung kesana... Kerang mutiara itu adalah amal-amal di dunia yang siapapun bisa mengambilnya, sedangkan oksigen adalah waktu hidup manusia di dunia...
Sampai detik ini, sudah berapa kerang mutiara kah yang saya peroleh??? apakah semua berisi mutiara?? atau kosong tak ada sesuatu pun yang berharga disana???.... Kerang berisi mutiara adalah amalan yang diterima Allah disisinya... bila kerang yang terambil sangat banyak tapi hanya sedikit yang berisi mutiara, maka itu seumpama banyaknya amalan yang tertolak... entah itu karena ada benih-benih riya didalamnya, atau karena cara pengerjaannya yang tidak sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Sang Maha Pencipta...
Saya sendiri sering berpikir, kira-kira amalan apa yang bisa diandalkan dihadapan Allah yah....?? Sebagai hamba Allah, saya merasa masih jauh dari ideal, sebagai anak masih banyak kekurangan terhadap orang tua... Sebagai perempuan saya belum dikaruniai anak yang bisa saya didik untuk kemudian bisa menjadi ladang amal sehingga nantinya doa-doanya akan mengalir... sebagai istri masih banyak kekurangan yang saya miliki, dan saya tak tahu apakah bakti saya terhadap suami mencukupi untuk dijadikan andalan....
Kadang suka merasa kurang berguna sebagai manusia.. hehehe.... karena saya tak bekerja, anak belum ada, suami menyediakan asisten untuk bantu-bantu di rumah, dan Allah memberikan suami yang menyediakan semua kebutuhan saya.... Saya takut menjadi hamba Allah yang kufur nikmat, karena dengan keadaan seperti ini mungkin saya harusnya bisa lebih berguna bagi orang lain hehehe...
Semoga saja meskipun hanya di rumah, saya tetap bisa melakukan amalan-amalan yang bisa dibanggakan dihadapan Allah kelak... setidaknya menjadi istri salehah buat suamiku lah hohoho... :D aamiin.... :)
Comments