Banyak cara dilakukan orang untuk mengais rejeki, terutama para laki-laki yang mempunyai kewajiban memberikan nafkah bagi keluarganya. Ada lelaki tua renta yang setia menjajakan dagangannya dengan dipikul... pepaya, pisang, kadang ubi atau singkong jadi menu jualannya. Ada pula bapak sepuh yang masih jadi tukang becak, ketika ditanya ko udah tua masih narik dia jawab soalnya klo sehari ga narik beca badan jadi pegel-pegel hehehe...
Ada bapak yang kerjaannya sering keluar kota, seperti kaka saya... semenjak kerja di WI hampir setiap bulan setengahnya ada diluar kota. Kakak saya yang lain juga sering keluar kota demi membangun usaha yang sedang dikembangkannya, meski kadang hasilnya tak selalu memuaskan.
Kadang saya salut juga sih sama salah seorang kaka saya... dia merangkai usaha berkali-kali dan ada saat dimana dia terpuruk... tapi tak memupuskan smangatnya untuk kembali berusaha. Dimana udah mah usahanya lagi down, ditambah pula dengan banyaknya 'ceramah' dari sodara yang lain hehehe...yah mungkin itu adalah sbagian proses yang harus dijalaninya... :)
Dan tentu saja ada juga orang yang paling dekat dengan saya, lelaki yang mencari nafkah buat istri dan keluarganya... yaitu suamiku tercinta...hehehe... yang berangkat pagi pulang malem. Dulu malah masih suka ngerjain project freelance di rumah... suka kasian juga ngeliatnya. Badannya suka pegel-pegel ditambah klo istrinya lagi pusing suka diminta mijitin kepala istrinya... :p
Klo mlihat smua itu pantas saja Allah memberikan kepercayaan kepada laki-laki terutama suami untuk memimpin perempuan... karena mencari nafkah buat mereka adalah kewajiban yang bila tak dilaksanakan akan berdosa. Sementara perempuan tidak diwajibkan mencari nafkah, klo pun dia mencari nafkah, hasil sepenuhnya adalah buat sang istri tersebut. Dan bila si istri ikut membiayai keperluan kluarga, insyaAllah itu menjadi sedekahnya....
Smoga Allah memberi keberkahan dalam rejeki yang kita dapat... aamiin... :)
Comments