Bismillah...
Sebelum menikah saya adalah seorang wanita pekerja kantoran, dengan title IT Specialist di sebuah perusahaan konsultan IT di Jakarta. Setelah menikah di tahun 2003 saya masih bekerja. Seru juga sih, kalo salah satu dari kami lembur, saya atau Aa juga ikutan lembur, kebetulan suami saya juga bekerja di bidang IT, jadi sudah biasa untuk hal lembur-melembur.
Pada tahun 2005 saya memutuskan untuk resign dari kantor. Pertimbangannya waktu itu adalah terutama kejenuhan saya akan pekerjaan yang saat itu bagi saya lumayan membosankan, ditambah perasaan capek bolak-balik Bogor-Jakarta PP tiap hari. Setelah mempertimbangkan masak-masak saya pun mengutarakan hal ini sama Aa. Alhamdulillah Aa menyerahkan semuanya sama saya, apapun yang tidak membebani saya Aa mah OK ajah. Terus terang saat itu tak terlalu memikirkan masalah income yang secara matematis harus berkurang dalam jumlah yang signifikan.
Apa yang terjadi setelah saya resign mungkin banyak juga dialami oleh pasangan suami istri lainnya. Di awal nikah gaji saya masih lebih besar dari Aa, tak lama setelah menikah Aa berhasil menyamai gaji saya, dan setelah saya resign seolah-oleh gaji saya dipindahkan ke rekening Aa tanpa saya harus bekerja. Mungkin disitulah letak misteri rejeki dari Allah. Sekarang Alhamdulillah keadaannya sudah lebih baik lagi.
Alhamdulillah setelah resign ada saja yang meminta saya membuat sistem, dalam setahun selalu saja ada pemasukan dari jasa saya dalam hal koding-mengkoding. Jadi yah ga sepenuhnya nganggur lah hehehe....
Karena kami belum punya anak, jadi mungkin saya kerja atau ga tak terlalu banyak bedanya. Mungkin akan berbeda untuk pasangan suami istri yang sudah dikaruniai anak. Kadang ada yang ragu untuk meninggalkan pekerjaannya lantaran takut kehilangan salah satu dari dua income yang sudah ada, tapi kadang juga misteri rejeki Allah bisa membuat kita terpana. Beda hal-nya untuk istri yang memilih bekerja karena dia memang seseorang yang tak bisa tinggal diam hanya mengurus rumah, dan sudah terbiasa aktif. Bekerja mungkin salah satu bentuk pengaktualisasian dirinya, toh keluarga masih terurus dengan baik... :)
Bekerja atau tidak bagi perempuan, khususnya untuk seorang istri atau ibu, adalah pilihan masing-masing individu... untuk yang lebih memilih meninggalkan pekerjaannya agar mempunyai banyak waktu untuk keluarga terutama anak, insyaAllah baginya tetap ada rejeki dari Allah lewat jalan lain.... Setiap orang insyaAllah tau apa yang terbaik bagi dirinya masing-masing :)
Wallohu a'lam...
Comments